Mengelola Multikulturalisme di Momen Tahun Baru Imlek – Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA id EN Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Pendaftaran Sarjana dan Sarjana Terapan International Undergraduate Program (IUP) Pascasarjana Bantuan Keuangan & Beasiswa Tinggal di Kampus Biaya Pendidikan Pelajar Internasional Pendidikan Fakultas dan Sekolah Kalender Akademik Diktisaintek Berdampak Fasilitas Belajar UGM Online Kanal Pengetahuan LMS ELOK UGM Aplikasi Web SIMASTER E-Jurnal UGM Channel Internet Ruang Kerja Bersama Literasi Bahasa Inggris dengan AI Sumber Daya Siswa Aplikasi SIMASTER SIMASTER VNext Student Mobile Apps – IOS SIMASTER VNext Student Mobile Apps – Android Perpustakaan Fasilitas Organisasi Kemahasiswaan Kantor Internasional Transportasi Dukungan Klinik Kesehatan Rumah Sakit Akademik Health Promoting University Pusat Krisis Keamanan dan Keselamatan Penelitian Penelitian Sorotan dan Dampak Tinggi Publikasi Buku Produk Pusat Penelitian Keahlian Jaringan Kemenristekdikti LPDP Fasilitas Penelitian LPPT UGM 10 Learning Centers Open Data Manajemen Lab Terpadu Manajemen Penelitian Manajemen Etik dan Penguatan Integritas Research Administration Etichal Clearance Pengabdian Pengabdian Highlight dan High Impact KKN PPM KKN ECL Desa Binaan Teknologi Tepat Guna Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Unit Tanggap Bencana Pusat Regional Keahlian UMKM Layanan Suara Kita Aspirasi UGM Whistleblowing System lapor.go.id Layanan Darurat dan Pusat Krisis Layanan Kesehatan Terpadu Kontak Darurat Pusat Krisis Satgas PPKS Layanan Terpadu University Services Layanan Laboratorium Terpadu Layanan Homestay UGM Asrama Mahasiswa Layanan Pengadaan Layanan Terpadu Layanan Alumni Campus Visit Layanan Data dan Informasi Search UGM Peta Kampus UGM dalam Angka Layanan Informasi Publik Laporan Keuangan Agenda Layanan Elektronik/E-Mall UGM Online SIMASTER VNext Parents – Android SIMASTER Vnext Parents – IOS Virtual Campus Tour Tentang Tentang UGM Sambutan Rektor Visi dan Misi Tugas dan Fungsi Organisasi Direktorat dan Unit Kerja Sejarah Makna Lambang Himne Gadjah Mada Panduan Identitas SDGs SDGs Portal SDGs Dashboard SDGs dengan AI Berita Peduli Bencana Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA BeritaKepakaran Mengelola Multikulturalisme di Momen Tahun Baru Imlek Kepakaran 27 Februari 2026, 12.03 Oleh : gusti.grehenson Tahun Baru Imlek dikenal dengan perjalanan migrasi terbesar terjadi di China. Pada tahun 2026 ini, diperkirakan 9,5 Miliar perjalanan lintas wilayah telah berlangsung yang mencakup aktivitas pulang kampung serta pariwisata. Perjalanan selama 40 hari masa puncak Festival Musim Semi 2026 dimulai sejak 2 Februari hingga 40 hari ke depan. Tahun Baru Imlek di China memiliki waktu libur yang lebih lama dibandingkan hari libur yang lain sehingga masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk berkumpul bersama keluarga. Momentum ini digunakan untuk menikmati nuansa kebersamaan yang mulai merenggang karena anggota keluarga yang merantau ke berbagai tempat. Pengamat Identitas dan Multikulturalisme sekaligus Dosen Program Studi Agama dan Lintas Budaya (CRCS) UGM, Evi Lina Sutrisno, M.A., Ph.D., menyampaikan perayaan tahun baru imlek di Indonesia sendiri mulai digencarkan sejak masa reformasi pada masa Presiden Gusdur. Perayaan seperti karnaval, pertunjukan barongsai, hingga festival kebudayaan telah aktif dilaksanakan pada masa itu. Hingga pada masa kepemimpinan Megawati, tahun baru Imlek diakui sebagai hari libur nasional sehingga banyak komunitas Tionghoa merayakan Imlek dengan berbagai cara. Bahkan keterlibatan etnis lainnya turut memeriahkan perayaan Imlek. “Tahun baru imlek merupakan perayaan multikultural festival terutama untuk festival rakyat,” katanya, Jumat (27/2). Lina mengatakan bahwa terdapat rangkaian perayaan tahun baru Imlek yang dilaksanakan 15 hari setelah Imlek, yaitu Cap Go Meh. Pada tahun ini, Cap Go Meh jatuh pada tanggal 3 Maret 2026. Perayaan Cap Go Meh merupakan festival bulan purnama sekaligus penutup rangkaian Tahun Baru Imlek. Cap Go Meh disimbolkan sebagai penyempurnaan doa dan harapan di awal tahun baru. Di Indonesia, perayaan Cap Go Meh terbesar berada di Singkawang, Kalimantan Barat yang menghadirkan festival perpaduan budaya antara budaya Tionghoa dan budaya Dayak. “Di singkawang terdapat festival pedang, pisau hingga pertunjukkan ekstrim yang kebanyakan dilakukan oleh orang Dayak,” katanya. Dikatakan Lina, Budaya Tionghoa identik dengan shio, yaitu dua belas lambang hewan dalam astrologi Tionghoa yang mewakili siklus tahunan, di mana setiap tahun dikaitkan dengan satu hewan tertentu. Setiap tahun, Shio dikombinasikan dengan elemen berdasarkan Teori Lima Elemen (Wu Xing) yaitu Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air. Tahun 2026, dalam kalender china dilambangkan dengan tahun Kuda Api. Tahun Baru Imlek juga memiliki unsur spiritual di dalamnya. Masyarakat Tionghoa memiliki kepercayaan terhadap kecocokan shio membuat mereka melakukan kegiatan spiritual dengan berdoa pada awal tahun. Oleh karena itu, masyarakat akan melaksanakan Ritual Ciswak atau tradisi tolak bala untuk membuang sial, energi negatif, dan menyucikan diri. Ritual Ciswak biasanya dilaksanakan secara bersama-sama di Kelenteng. “Di Tahun Kuda Api, bagi shio yang tidak beruntung akan melakukan Ciswak,” ucapnya. Pada tahun Kuda Api, menurut perspektif Lina, Kuda merupakan hewan yang aktif bergerak, penuh tenaga, dan kuat. Sedangkan Api merupakan tanda semangat tetapi bisa juga menjadi konflik bahkan bencana. Oleh karena itu, Tahun Kuda Api menjadi refleksi agar tetap semangat, aktif, dan tabah dalam menghadapi berbagai tantangan, konflik, maupun peluang. “Harapan saya untuk tahun ini kita harus tetap semangat dan teguh. Walaupun situasi dunia sedang tidak baik-baik saja, situasi politik mungkin tidak menentu dan tidak dapat diduga, tapi kita perlu teguh, perlu menjaga semangat kita, mendapatkan energi positif dari kuda dan api untuk menghadapinya,” harapnya. Penulis: Jesi Editor: Gusti Grehenson Foto: Pexels Tags: Multikulturalisme SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDGs Tahun Baru Imlek Berita Terkait Menangkap Perubahan Besar dalam Masyarakat, Generasi Z Lebih Kritis Terhadap Isu Sosial Politik 26 Februari 2026 1000 Kasus Bunuh Diri Terjadi Tiap Tahun, Dosen UGM Desak Perkuat Literasi Kesehatan Mental dan Mengubah Stigma Masyarakat 26 Februari 2026 Meningkatkan Kesehatan Mental dengan Berolahraga 26 Februari 2026 Berita Terbaru Aktif Organisasi dan Perlombaan Selama Kuliah, Cynthia Fransisca Bisa Lulus Cumlaude di UGM 27 Februari 2026 Literasi Keselamatan Berkendara di Lingkungan Kampus perlu Ditingkatkan 27 Februari 2026 LPS Salurkan Beasiswa ke Mahasiswa UGM dan UNS 27 Februari 2026 Cerita Tiara Lulus Sarja
Mengelola Multikulturalisme di Momen Tahun Baru Imlek
