Schneider Electric Andalkan AI Buat Tekan Downtime Data Center login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Teknologi Informasi Schneider Electric Andalkan AI Buat Tekan Downtime Data Center CNN Indonesia Jumat, 27 Feb 2026 19:30 WIB Bagikan: url telah tercopy Business Vice President Services & Sustainability Schneider Electric Indonesia Geraldi Tjhin (tengah) mengatakan industri data center memiliki standar keandalan yang sangat ketat, terutama dalam menjaga sistem kelistrikan. (Foto: Arsip Schneider Electric) Jakarta, CNN Indonesia — Schneider Electric mendorong pendekatan predictive maintenance berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu industri data center menjaga sistem tetap beroperasi tanpa gangguan.Lewat pemantauan berbasis kondisi dan analisis data real-time, perusahaan berupaya menekan potensi downtime yang dapat berdampak besar pada operasional dan reputasi pengelola pusat data.Lihat Juga :Schneider Electric Bongkar Peran AI di Smart Factory Batam ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Business Vice President Services & Sustainability Schneider Electric Indonesia Geraldi Tjhin mengatakan industri data center memiliki standar keandalan yang sangat ketat, terutama dalam menjaga sistem kelistrikan.”Mereka harus menjaga kalau sistem kelistrikan itu benar-benar solid, ada berbagai macam backup sehingga tidak ada downtime. Untuk informasi, di data center itu downtime yang tidak boleh terjadi itu sekitar 99,93 persen. Jadi cuma 0 sekian persen saja boleh downtime. Jadi satu tahun itu [hanya] boleh downtime sekitar satu jam lebih,” ujar Geraldi saat ditemui di Schneider Electric Service Hub Batam, Rabu (25/2). Menurutnya, batas toleransi tersebut berkaitan erat dengan perjanjian layanan atau service level agreement (SLA) antara pengelola data center dan para tenant.”Sekali ada down reputasi sudah buruk, mereka akan cari data center lain. Karena yang mereka jual itu kepercayaan. Banyak aplikasi seperti mobile banking dan lainnya, kalau data center down semua aplikasi ikut berhenti,” katanya.Dalam kondisi tersebut, pendekatan pemeliharaan konvensional dinilai tidak lagi memadai. Geraldi menjelaskan, praktik lama yang dikenal sebagai corrective maintenance mengandalkan perbaikan setelah kerusakan terjadi.”Dulu familiar dengan corrective maintenance. Sudah rusak baru datang diperbaiki. Untuk industri kritikal seperti data center itu tidak berlaku,” ujarnya.Lihat Juga :Menkomdigi Buka Suara Soal Transfer Data ke AS Bagian Perjanjian ARTModel tersebut kemudian berkembang menjadi preventive maintenance berbasis jadwal tetap. Namun, menurutnya, pendekatan berbasis kalender juga memiliki keterbatasan.”Setahun datang empat kali, kalau tidak rusak ya syukur, kalau rusak kebetulan kita datang baru diperbaiki. Sekarang kami beralih ke predictive maintenance dengan condition-based maintenance activity. Jadi kita harus bisa prediksi sebelum isu itu terjadi,” kata Geraldi.Ia menambahkan, pendekatan berbasis kondisi ini juga berkaitan dengan efisiensi dan keberlanjutan operasional.”Kenapa harus datang fixed setahun empat kali kalau tidak terjadi apa-apa? Kalau parameter yang dimonitor baik-baik saja, then why not,” ujarnya.Untuk mendukung pendekatan tersebut, Schneider Electric menghadirkan layanan EcoCare yang memanfaatkan pemantauan digital dan AI. Melalui sistem ini, parameter kritikal peralatan dipantau secara langsung dan datanya diunggah ke cloud untuk dianalisis.Lihat Juga :HP Diprediksi Segera Punah, Teknologi Penggantinya Mulai Bermunculan”Kita punya layanan namanya EcoCare, di mana produk tersebut kita tahu criticality-nya, kita monitor dan datanya dinaikkan ke AI cloud sehingga kami tahu dari segi trending line itu akan menuju ke mana,” kata Geraldi.Menurutnya, AI membantu menghadirkan sistem peringatan dini atau early warning system. Data yang telah diolah di cloud tersebut juga dipantau tim ahli secara berkelanjutan.”Dengan membership digital ini, ada tim expert yang memonitor 24/7. Jadi bukan hanya call center. Ketika sebelum terjadi isu dan mereka melihat ada anomali, customer akan dikontak dan diberikan konsultasi. Jadi tahu action plan-nya harus apa,” kata Geraldi. (dmi/dmi) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT ai downtime data center schneider electric ARTIKEL TERKAIT Schneider Electric Bongkar Peran AI di Smart Factory Batam Mark Zuckerberg Buka Suara Soal Medsos Bikin Kecanduan Pakar IT Indonesia Buat Web Berbasis AI Deteksi Dini Penipuan Digital Menkomdigi Sorot Potensi AI Ancam Media dan Jurnalis Schneider Electric Resmi Jadi Mitra Teknologi McLaren Racing Mengintip Robot AI Berbentuk Wajah yang Dapat Bernyanyi dan Berbicara REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Youtube Klaim Down Global Sudah Teratasi
Youtube Klaim Down Global Sudah Teratasi
Empat hospital beroperasi di Nusantara, sedia sambut perpindahan 2026
Empat hospital beroperasi di Nusantara, sedia sambut perpindahan 2026
Wisma Putra pantau rapi situasi di Mexico
Wisma Putra pantau rapi situasi di Mexico
