Jangan Berlebihan, Berbuka Puasa dengan yang Serba Manis Bisa Menaikkan Gula Darah – Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA id EN Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Pendaftaran Sarjana dan Sarjana Terapan International Undergraduate Program (IUP) Pascasarjana Bantuan Keuangan & Beasiswa Tinggal di Kampus Biaya Pendidikan Pelajar Internasional Pendidikan Fakultas dan Sekolah Kalender Akademik Diktisaintek Berdampak Fasilitas Belajar UGM Online Kanal Pengetahuan LMS ELOK UGM Aplikasi Web SIMASTER E-Jurnal UGM Channel Internet Ruang Kerja Bersama Literasi Bahasa Inggris dengan AI Sumber Daya Siswa Aplikasi SIMASTER SIMASTER VNext Student Mobile Apps – IOS SIMASTER VNext Student Mobile Apps – Android Perpustakaan Fasilitas Organisasi Kemahasiswaan Kantor Internasional Transportasi Dukungan Klinik Kesehatan Rumah Sakit Akademik Health Promoting University Pusat Krisis Keamanan dan Keselamatan Penelitian Penelitian Sorotan dan Dampak Tinggi Publikasi Buku Produk Pusat Penelitian Keahlian Jaringan Kemenristekdikti LPDP Fasilitas Penelitian LPPT UGM 10 Learning Centers Open Data Manajemen Lab Terpadu Manajemen Penelitian Manajemen Etik dan Penguatan Integritas Research Administration Etichal Clearance Pengabdian Pengabdian Highlight dan High Impact KKN PPM KKN ECL Desa Binaan Teknologi Tepat Guna Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Unit Tanggap Bencana Pusat Regional Keahlian UMKM Layanan Suara Kita Aspirasi UGM Whistleblowing System lapor.go.id Layanan Darurat dan Pusat Krisis Layanan Kesehatan Terpadu Kontak Darurat Pusat Krisis Satgas PPKS Layanan Terpadu University Services Layanan Laboratorium Terpadu Layanan Homestay UGM Asrama Mahasiswa Layanan Pengadaan Layanan Terpadu Layanan Alumni Campus Visit Layanan Data dan Informasi Search UGM Peta Kampus UGM dalam Angka Layanan Informasi Publik Laporan Keuangan Agenda Layanan Elektronik/E-Mall UGM Online SIMASTER VNext Parents – Android SIMASTER Vnext Parents – IOS Virtual Campus Tour Tentang Tentang UGM Sambutan Rektor Visi dan Misi Tugas dan Fungsi Organisasi Direktorat dan Unit Kerja Sejarah Makna Lambang Himne Gadjah Mada Panduan Identitas SDGs SDGs Portal SDGs Dashboard SDGs dengan AI Berita Peduli Bencana Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA BeritaKepakaran Jangan Berlebihan, Berbuka Puasa dengan yang Serba Manis Bisa Menaikkan Gula Darah Kepakaran 5 Maret 2026, 13.07 Oleh : gusti.grehenson Ungkapan “Berbukalah dengan yang manis,” seolah sudah menjadi tradisi kuliner bagi masyarakat Indonesia selama bulan Ramadhan. Berbagai hidangan dengan kadar gula tinggi kerap kali mendominasi meja makan sebagai pelepas lapar dan dahaga setelah seharian berpuasa. Kondisi tubuh yang tidak mendapatkan asupan selama 12-14 jam memang membuat kadar gula darah menurun, sehingga otak mengirimkan sinyal kuat dalam mode survival untuk mencari sumber energi secara cepat. Sejumlah ahli kesehatan mengingatkan adanya risiko gangguan kesehatan yang dapat mengganggu kebugaran tubuh akibat konsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Sub Endokrin Metabolik RSA UGM, dr. Ali Baswedan, Sp. PD, KEM-D menjelaskan bahwa konsumsi makanan dan minuman manis saat berbuka sebenarnya tidak sepenuhnya keliru, namun perlu diingat bahwa kuantitas dan jumlah hidangan juga berpengaruh terhadap tubuh. “Perlu diperhatikan bahwa, gula darah meningkat sangat cepat dan kemudian turun lagi dengan cepat. Akibatnya, tubuh menjadi gampang lelah dan cepat lapar kembali,” ujarnya, Kamis (5/3). Durasi rasa kenyang yang singkat disebabkan oleh lonjakan gula darah dari asupan makanan dengan Indeks Glikemik (IG) yang tinggi. Indeks Glikemik (IG) adalah pengelompokkan makanan berdasarkan durasi seberapa cepat karbohidrat dicerna dan meningkatkan gula darah. Makanan dengan IG tinggi seperti nasi putih, roti, dan minuman berpemanis cenderung memicu lonjakan insulin secara mendadak. Ali menerangkan, konsumsi nasi dengan porsi banyak saat berbuka, tubuh akan merespons dengan mengeluarkan hormon insulin dalam kadar yang tinggi. “Prinsipnya adalah porsi nasi tidak berlebihan dan wajib dikombinasikan dengan lauk berprotein dan sayur yang berserat. Tujuannya, agar penyerapan jenis gula dari nasi lebih stabil karena sayur berfungsi sebagai pembatas penyerapan gula di dalam pencernaan,” jelasnya. Risiko kesehatan ini menjadi jauh lebih serius bagi individu dengan kondisi diabetes atau pradiabetes. Menjaga stabilitas gula darah selama Ramadhan merupakan sebuah prioritas utama yang harus dilakukan bagi kelompok tersebut. Ali menyarankan masyarakat untuk mengatur mengatur pola makan secara teratur selama Ramadhan agar gula darah dalam tubuh tetap stabil. Ia menekankan agar berbuka diawali dengan air putih dan makanan ringan seperti kurma atau buah, menghindari minuman manis, serta mengonsumsi makanan seimbang setelah melaksanakan sholat Maghrib. Selanjutnya saat sahur, ia menganjurkan untuk memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, kentang, kacang-kacangan, ubi, dan jagung, kemudian ditambah dengan protein dan sayur agar energi bertahan lebih lama. “Dengan pola tersebut, diharapkan gula darah lebih stabil sepanjang hari puasa,” ucapnya. Selain pemilihan jenis makanan, jumlah konsumsi gula tambahan juga seringkali melampaui batas yang direkomendasikan. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menganjurkan konsumsi gula tambahan tidak lebih dari 50 gram atau sekitar 4-10 sendok teh per hari. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa batasan tersebut dapat dilampaui dengan mudah. Ali turut mengungkapkan bahwa masyarakat terkadang tidak menyadari batasan konsumsi gula dalam satu hari. “Satu gelas minuman sirup atau teh manis saja bisa mengandung 20-30 gram gula. Tanpa kita sadari, batasan dari WHO sudah kita langgar hanya dari satu gelas minuman saja,” tegasnya. Ali mengatakan bahwa bulan Ramadhan adalah kesempatan “emas” untuk memperbaiki pola makan, baik bagi penderita diabetes maupun masyarakat umum. Ia berpesan agar masyarakat tidak berlebihan dalam mengonsumsi gula dan mengutamakan keseimbangan menu antara karbohidrat kompleks, protein, sayur, dan buah. Dengan pola menu makan yang tepat, manfaat rohani dan kesehatan fisik pun dapat diraih secara bersamaan hingga hari kemenangan tiba. “Jika pola makan saat buka dan sahur dijaga dengan benar, puasa bukan sekedar ibadah, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan tubuh dengan menjaga stabilitas berat badan, mengontrol gula darah, dan kadar kolesterol,” tutupnya. Penulis : Diyana Khairunnisa Editor : Gusti Grehenson Foto : Hellosehat Tags: Buka Puasa Kadar Gula Darah SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDGs Berita Terkait Riset dan Konservasi Satwa Laut Masih Minim 05 Maret 2026 Memicu Autofagi, Ketahui Manfaat Puasa untuk Kesehat
Jangan Berlebihan, Berbuka Puasa dengan yang Serba Manis Bisa Menaikkan Gula Darah
