Pakar BRIN Prediksi Kapan Idul Fitri 2026, Ada Potensi Berbeda? login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Sains Pakar BRIN Prediksi Kapan Idul Fitri 2026, Ada Potensi Berbeda? CNN Indonesia Jumat, 06 Mar 2026 09:00 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin memprediksi perbedaan penetapan Idul Fitri 1447 H antara pemerintah dan Muhammadiyah, berpotensi terjadi hingga 2029. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) Jakarta, CNN Indonesia — Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin memperkirakan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah berpotensi kembali berbeda antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia.Sebelumnya, Muhammadiyah lebih dulu menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan tersebut menggunakan metode hisab yang berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).Lihat Juga :BMKG Ungkap Potensi Cuaca Lebaran 2026, Hujan atau Panas? ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Sementara itu, pemerintah baru akan memastikan tanggal 1 Syawal melalui sidang isbat yang biasanya digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada 29 Ramadan.Thomas memperkirakan pada saat sidang Isbat yang rencananya digelar 19 Maret 2026, hilal kemungkinan belum terlihat. “Pada saat maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, maka 1 Syawal 1447=21 Maret 2026,” kata Thomas dalam tulisan di blognya pada Juni 2025.Ia menjelaskan, berdasarkan kriteria yang digunakan pemerintah melalui kesepakatan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), posisi hilal pada tanggal tersebut belum memenuhi syarat visibilitas.Namun, jika menggunakan kriteria lain seperti yang digunakan Turki, hasilnya berbeda.”Maka menurut kriteria Turki, 1 Syawal 1447 = 20 Maret 2026,” tambahnya.Ketika dikonfirmasi, Thomas menilai potensi perbedaan penetapan Idul Fitri antara pemerintah dan Muhammadiyah cukup besar dan kemungkinan akan semakin sering terjadi.Lihat Juga :Sama Seperti Awal Ramadan, Idul Fitri 2026 Juga Diperkirakan Berbeda”Ya. Dan akan semakin sering terjadi perbedaan,” kata Thomas kepada CNNIndonesia.com, Jumat (20/2).Menurutnya, penyebab utama perbedaan awal Ramadan, Syawal, maupun Dzulhijjah di Indonesia bukan semata karena perbedaan metode hisab dan rukyat, melainkan karena perbedaan kriteria yang digunakan.Muhammadiyah kini menggunakan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang merujuk pada sistem global seperti yang dikembangkan di Turki.”Penggunaan KHGT yang secara resmi akan dimulai pada 1447/2025 berpotensi makin sering terjadi perbedaan awal Ramadan, Syawal, atau Idul Fitri,” jelas Thomas.Analisis lain menggunakan aplikasi Hisab Astronomis yang dikembangkan oleh Dewan Hisab dan Rukyat Persatuan Islam (Persis) juga menunjukkan potensi perbedaan Idul Fitri dapat terjadi hingga 2029 atau 1450 Hijriah. Meski demikian, pada periode tersebut awal Ramadan diperkirakan tetap sama. Potensi perbedaan ini diperkirakan akan terus terjadi selama kriteria yang digunakan pemerintah dan Muhammadiyah tidak berubah.Sebelumnya, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 yang diterbitkan pada Oktober 2025. Penetapan itu didasarkan pada hisab hakiki Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah yang menggunakan sistem KHGT.Berdasarkan perhitungan astronomis, ijtimak menjelang Ramadan diperkirakan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC. Saat matahari terbenam pada hari itu, kriteria visibilitas hilal juga belum terpenuhi di wilayah mana pun. (wpj/dmi) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT brin idulfitri 1447 hijriah hilal metode hisab kalender hijriah ramadan 1447 h ARTIKEL TERKAIT Bukan Sinkhole, Pakar Ungkap Alasan Lubang Raksasa Aceh Terus Melebar Peneliti BRIN Sebut Awal Ramadan Pemerintah dan Muhammadiyah Akan Beda Kenapa Hilal Harus 3 Derajat Buat Tentukan Awal Ramadhan? Sidang Isbat Digelar Hari Ini, Cek Prediksi Hilal dari BMKG dan BRIN Bagaimana Cara Menentukan Hilal Awal Ramadhan 2026? Ini Penjelasannya BRIN soal Banyak Banjir Bandang: Alarm Runtuhnya Ekosistem Hutan REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Mahasiswa KKN UGM Bersama Masyarakat Gelar Festival Budaya Rao Rayo di Pulau Morotai
Mahasiswa KKN UGM Bersama Masyarakat Gelar Festival Budaya Rao Rayo di Pulau Morotai
Singapura longgarkan langkah kawalan terhadap wabak virus Nipah susulan situasi kembali stabil
Singapura longgarkan langkah kawalan terhadap wabak virus Nipah susulan situasi kembali stabil
IILM berjaya terbitkan sukuk AS$1.29 bilion di tengah-tengah turun naik geopolitik global
IILM berjaya terbitkan sukuk AS$1.29 bilion di tengah-tengah turun naik geopolitik global
