Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Teknologi Informasi Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target CNN Indonesia Sabtu, 07 Mar 2026 17:31 WIB Bagikan: url telah tercopy Amerika Serikat mulai memanfaatkan berbagai alat kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan serangannya di tengah peperangannya bersama Israel melawan Iran. (Foto: AFP/JOHN HAMILTON) Jakarta, CNN Indonesia — Militer Amerika Serikat mulai memanfaatkan berbagai alat kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan serangannya di tengah peperangannya bersama Israel melawan Iran. Salah satu hasilnya adalah serangan pada 1000 target dalam 24 jam pertama.Menurut Komando Pusat AS, pihaknya menggunakan AI untuk mengelola jumlah data yang sangat besar dengan cepat dalam operasi melawan Iran.Lihat Juga :Iran Setop Serang Negara Tetangga di Timteng: Kecuali Mereka Meyerang ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Sejak dimulainya serangan militer pekan lalu, AS telah menyerang lebih dari 2.000 target, termasuk 1.000 target dalam 24 jam pertama.Upaya ini dijelaskan oleh Kepala Komando Pusat Laksamana Brad Cooper sebagai hampir “dua kali lipat skala” serangan “shock and awe” AS terhadap Irak pada 2003. Menurut juru bicara Komando Pusat Kapten Timothy Hawkins, teknologi AI disebut memainkan peran kritis dengan mendukung penyaringan awal data yang masuk, memungkinkan analis manusia untuk fokus pada analisis dan verifikasi tingkat tinggi dalam serangan ke Iran.”Komando pusat menggunakan berbagai alat kecerdasan buatan (AI), dan itulah tepatnya mereka, alat, untuk membantu para ahli manusia dalam proses yang ketat yang sejalan dengan kebijakan AS, doktrin militer, dan hukum,” kata Hawkins, dikutip Bloomberg.Dia menolak untuk menyebutkan nama alat-alat tersebut atau perusahaan yang menyediakannya kepada militer.Lihat Juga :AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun ReaktorPerang Iran menambah urgensi baru dalam perdebatan global yang semakin meluas mengenai siapa yang mengendalikan masa depan AI sebagai alat perang, termasuk apakah teknologi yang berkembang pesat ini dapat digunakan secara sah.Hal ini juga menjadi inti dari perselisihan antara pejabat pertahanan AS dan Anthropic, salah satu perusahaan AI paling menjanjikan yang modelnya digunakan di cloud rahasia Pentagon.Setelah gagal mencapai kesepakatan dengan Anthropic mengenai syarat penggunaan teknologi AI-nya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan perusahaan tersebut sebagai risiko rantai pasokan pekan lalu dan memberi kontraktor militer waktu enam bulan untuk menghentikan kerja sama dengan perusahaan tersebut.Presiden Donald Trump juga memerintahkan lembaga federal untuk menghentikan kerja sama dengan Anthropic, menyebutnya sebagai “perusahaan AI sayap kiri radikal yang tidak terkendali.”CEO Anthropic Dario Amodei dan pejabat pertahanan telah melanjutkan pembicaraan setelah kegagalan negosiasi pekan lalu, membuka kemungkinan Pentagon dapat mencapai kesepakatan dengan perusahaan tersebut dan menghindari sanksi yang diancamkan oleh Hegseth.Meskipun Amodei telah mengekspresikan kekhawatiran tentang penggunaan AI dalam senjata otonom sepenuhnya sebelum teknologi tersebut dapat diandalkan, dan tidak ingin alat perusahaannya digunakan untuk memata-matai warga AS secara massal, ia tetap mendukung pengembangan operasi militer mematikan AS yang mematuhi batas-batas tersebut.Lebih lanjut, salah satu teknologi AI yang digunakan dalam serangan Iran adalah Maven Smart System, sebuah platform kontrol misi digital.Sistem tersebut diproduksi oleh Palantir Technologies Inc. dan didukung oleh lebih dari 150 sumber data yang berbeda.Sistem ini juga menggunakan alat AI Claude dari Anthropic di antara model bahasa besar yang terpasang pada sistem tersebut.Menurut para sumber yang dekat dengan operasi ini, Claude berfungsi dengan baik dan telah menjadi bagian penting dalam operasi AS melawan Iran serta mempercepat upaya AI Maven. (lom/rds) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT ai militer serangan as ke iran maven smart system kecerdasan buatan as serang iran ARTIKEL TERKAIT ‘Senjata’ Canggih Mematikan Mulai Dipakai di Perang Iran, Ini Tandanya Terungkap, Senjata AI Canggih AS untuk Gempur Iran Petaka Besar Ancam Perlombaan AI Global Pakar IT Indonesia Buat Web Berbasis AI Deteksi Dini Penipuan Digital Tren Edit Wajah Anak Pakai AI Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi Menkomdigi: Jurnalis Tak Boleh 100 Persen Andalkan AI REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *