Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Konflik Iran–Israel, Ekonom UGM Soroti Kekuatan Ekonomi Indonesia – Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA id EN Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Pendaftaran Sarjana dan Sarjana Terapan International Undergraduate Program (IUP) Pascasarjana Bantuan Keuangan & Beasiswa Tinggal di Kampus Biaya Pendidikan Pelajar Internasional Pendidikan Fakultas dan Sekolah Kalender Akademik Diktisaintek Berdampak Fasilitas Belajar UGM Online Kanal Pengetahuan LMS ELOK UGM Aplikasi Web SIMASTER E-Jurnal UGM Channel Internet Ruang Kerja Bersama Literasi Bahasa Inggris dengan AI Sumber Daya Siswa Aplikasi SIMASTER SIMASTER VNext Student Mobile Apps – IOS SIMASTER VNext Student Mobile Apps – Android Perpustakaan Fasilitas Organisasi Kemahasiswaan Kantor Internasional Transportasi Dukungan Klinik Kesehatan Rumah Sakit Akademik Health Promoting University Pusat Krisis Keamanan dan Keselamatan Penelitian Penelitian Sorotan dan Dampak Tinggi Publikasi Buku Produk Pusat Penelitian Keahlian Jaringan Kemenristekdikti LPDP Fasilitas Penelitian LPPT UGM 10 Learning Centers Open Data Manajemen Lab Terpadu Manajemen Penelitian Manajemen Etik dan Penguatan Integritas Research Administration Etichal Clearance Pengabdian Pengabdian Highlight dan High Impact KKN PPM KKN ECL Desa Binaan Teknologi Tepat Guna Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Unit Tanggap Bencana Pusat Regional Keahlian UMKM Layanan Suara Kita Aspirasi UGM Whistleblowing System lapor.go.id Layanan Darurat dan Pusat Krisis Layanan Kesehatan Terpadu Kontak Darurat Pusat Krisis Satgas PPKS Layanan Terpadu University Services Layanan Laboratorium Terpadu Layanan Homestay UGM Asrama Mahasiswa Layanan Pengadaan Layanan Terpadu Layanan Alumni Campus Visit Layanan Data dan Informasi Search UGM Peta Kampus UGM dalam Angka Layanan Informasi Publik Laporan Keuangan Agenda Layanan Elektronik/E-Mall UGM Online SIMASTER VNext Parents – Android SIMASTER Vnext Parents – IOS Virtual Campus Tour Tentang Tentang UGM Sambutan Rektor Visi dan Misi Tugas dan Fungsi Organisasi Direktorat dan Unit Kerja Sejarah Makna Lambang Himne Gadjah Mada Panduan Identitas SDGs SDGs Portal SDGs Dashboard SDGs dengan AI Berita Peduli Bencana Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA BeritaKepakaran Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Konflik Iran–Israel, Ekonom UGM Soroti Kekuatan Ekonomi Indonesia Kepakaran 26 Maret 2026, 15.51 Oleh : triya.andriyani Operasi militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang dimulai pada akhir Februari 2026 saat ini berpotensi besar memengaruhi situasi ekonomi dunia. Keadaan ini diperkuat dengan keputusan Iran menutup Selat Hormuz dan melakukan serangan balasan ke beberapa negara tergabung. Situasi geopolitik tersebut mendorong harga minyak dunia beranjak naik seiring dengan meningkatnya ketegangan negosiasi AS-Iran. Ekonom UGM sekaligus Ketua Bidang International Affairs Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, Muhammad Edhie Purnawan, menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi dunia akibat konflik tersebut dapat terlihat dari harga minyak mentah dunia yang menembus USD 108 per barel menjadi ancaman nyata bagi inflasi di negara-negara yang masih mengimpor minyak. Di tengah guncangan tersebut, Indonesia justru menampilkan anomali yang impresif. Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur yang stabil di level 53,8 serta pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 yang menyentuh 5,39% menegaskan kokohnya fundamental domestik Indonesia. “Cadangan devisa sebesar USD 151,9 miliar menjadi benteng pertahanan terakhir yang memadai untuk meredam turbulensi pasar,” ungkapnya. Penutupan Selat Hormuz berisiko memutus pasokan energi Asia Pasifik. Menanggapi hal ini, Pemerintah Indonesia menjadikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai penahan benturan melalui subsidi energi untuk menjaga daya beli masyarakat. Sementara itu, Bank Indonesia menginjeksikan likuiditas melalui kebijakan Intensif Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebesar Rp 427,5 triliun dan menurunkan bunga kredit ke level 8,80% agar sektor UMKM serta dunia usaha tetap bisa bergerak meski biaya modal global sedang melonjak. Edhie mengatakan bahwa dengan gugurnya tokoh-tokoh penting di Timur Tengah dapat memicu percepatan risiko proliferasi nuklir di Dunia. Sebagai middle power yang independen dengan surplus perdagangan konsisten selama 69 bulan, Indonesia memiliki kredibilitas untuk menyuarakan bahwa perang pada akhirnya harus berakhir melalui negosiasi dan pemahaman mendalam, bukan dengan retorika yang saling memojokkan sebagai musuh atau pembohong. “Perdamaian tercapai saat setiap pihak memahami kepentingan masing-masing sekaligus menemukan titik temu kemanfaatan bersama. Maka, urgensi saat ini adalah menghentikan seruan peperangan dan memulai meja diskusi,” katanya. Bagi Edie, untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan perputaran uang tetap lancar menjadi syarat mutlak bagi kedaulatan ekonomi. Lonjakan transaksi QRIS hingga 131,47% membuktikan kesiapan masyarakat Indonesia dalam ekosistem digital. Namun, transformasi ini harus merambah ke sektor energi secara lebih luas sebagai langkah mitigasi jangka panjang. “Apabila sinergi antara stimulus fiskal dan kebijakan moneter yang pro-growth ini dijalankan secara konsisten, Indonesia tidak hanya akan selamat dari resesi global, melainkan juga bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi yang modern, mandiri, dan resilien di tengah tata dunia baru yang terus bersalin rupa,” tuturnya. Edie menambahkan bahwa semua perhitungan geopolitik dan ekonomi harus berjuang pada satu keyakinan yaitu Indonesia tidak boleh ragu untuk menentukan sikap di masa sulit saat ini. Memiliki pendirian yang jelas jauh lebih terhormat daripada hanya diam melihat ketidakadilan sebagaimana Indonesia menolak setiap tatanan yang menempatkan satu kekuatan di atas kedaulatan bangsa lain. Seperti konstitusi Indonesia yang hanya tunduk pada mandat perdamaian dan kemanusiaan; Indonesia tidak mencari musuh, namun kita tak gentar menjaga perdamaian dunia. “Kedaulatan Indonesia adalah prinsip yang telah ratusan tahun dijaga, ditempa oleh penjara penjajah, dibayar dengan penderitaan rakyat, dan disiram dengan darah para syuhada. Maka, berdiri tegak di atas geopolitik perdamaian dan kemanusiaan yang aktif adalah sebuah sumpah yang diucapkan di hadapan bentang sejarah yang lahir dari luka penjajahan wajib menjadi suara bagi mereka yang lukanya belum sembuh,” tambahnya. Penulis: Jesi Editor: Gusti Grehenson Foto: Dok.FEB UGM Tags: Edhie Purnawan ekonomi global 2026 feb ugm penutupan Selat Hormuz PMI manufaktur Indonesia 2025 SDG 1: Tanpa Kemiskinan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera Berita Terkait Kemiskinan Ekstrem di Ngada, Ekonom UGM Dorong Kebijakan Lebih Berbasis Realitas 26 Maret 2026 Dari Nyadran hingga Halal Bihalal, Jejak Tradisi Lebaran di Ind
Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Konflik Iran–Israel, Ekonom UGM Soroti Kekuatan Ekonomi Indonesia
