Kemiskinan Ekstrem di Ngada, Ekonom UGM Dorong Kebijakan Lebih Berbasis Realitas

Kemiskinan Ekstrem di Ngada, Ekonom UGM Dorong Kebijakan Lebih Berbasis Realitas – Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA id EN Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Pendaftaran Sarjana dan Sarjana Terapan International Undergraduate Program (IUP) Pascasarjana Bantuan Keuangan & Beasiswa Tinggal di Kampus Biaya Pendidikan Pelajar Internasional Pendidikan Fakultas dan Sekolah Kalender Akademik Diktisaintek Berdampak Fasilitas Belajar UGM Online Kanal Pengetahuan LMS ELOK UGM Aplikasi Web SIMASTER E-Jurnal UGM Channel Internet Ruang Kerja Bersama Literasi Bahasa Inggris dengan AI Sumber Daya Siswa Aplikasi SIMASTER SIMASTER VNext Student Mobile Apps – IOS SIMASTER VNext Student Mobile Apps – Android Perpustakaan Fasilitas Organisasi Kemahasiswaan Kantor Internasional Transportasi Dukungan Klinik Kesehatan Rumah Sakit Akademik Health Promoting University Pusat Krisis Keamanan dan Keselamatan Penelitian Penelitian Sorotan dan Dampak Tinggi Publikasi Buku Produk Pusat Penelitian Keahlian Jaringan Kemenristekdikti LPDP Fasilitas Penelitian LPPT UGM 10 Learning Centers Open Data Manajemen Lab Terpadu Manajemen Penelitian Manajemen Etik dan Penguatan Integritas Research Administration Etichal Clearance Pengabdian Pengabdian Highlight dan High Impact KKN PPM KKN ECL Desa Binaan Teknologi Tepat Guna Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Unit Tanggap Bencana Pusat Regional Keahlian UMKM Layanan Suara Kita Aspirasi UGM Whistleblowing System lapor.go.id Layanan Darurat dan Pusat Krisis Layanan Kesehatan Terpadu Kontak Darurat Pusat Krisis Satgas PPKS Layanan Terpadu University Services Layanan Laboratorium Terpadu Layanan Homestay UGM Asrama Mahasiswa Layanan Pengadaan Layanan Terpadu Layanan Alumni Campus Visit Layanan Data dan Informasi Search UGM Peta Kampus UGM dalam Angka Layanan Informasi Publik Laporan Keuangan Agenda Layanan Elektronik/E-Mall UGM Online SIMASTER VNext Parents – Android SIMASTER Vnext Parents – IOS Virtual Campus Tour Tentang Tentang UGM Sambutan Rektor Visi dan Misi Tugas dan Fungsi Organisasi Direktorat dan Unit Kerja Sejarah Makna Lambang Himne Gadjah Mada Panduan Identitas SDGs SDGs Portal SDGs Dashboard SDGs dengan AI Berita Peduli Bencana Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA BeritaKepakaran Kemiskinan Ekstrem di Ngada, Ekonom UGM Dorong Kebijakan Lebih Berbasis Realitas Kepakaran 26 Maret 2026, 15.53 Oleh : triya.andriyani Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2025, Kabupaten Ngada termasuk wilayah dengan angka kemiskinan yang relatif lebih baik dibandingkan wilayah lainnya. Masih ada 19.530 penduduk miskin dari 171.865 jiwa penduduk di Kabupaten Ngada. Angka kemiskinan yang tergolong lebih baik daripada wilayah lainnya di NTT ini juga tercermin dari angka kemiskinan ekstremnya. Pada 2021, jumlah penduduk miskin ekstrem di Ngada tercatat 8.880 orang. Pada 2022, jumlah ini menurun 2,34 persen menjadi 5.040 orang. Kemiskinan ekstrem di Ngada lebih jelas tergambarkan setelah tragedi siswa SD yang memilih mengakhiri hidupnya karena keluarganya tidak sanggup membeli buku dan pena untuknya. YBR, anak berusia 10 tahun memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, diduga karena kemiskinan yang mengimpit keluarganya. Ekonom UGM, Wisnu Setiadi Nugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa keadaan yang terjadi di Kabupaten Ngada menunjukkan kerentanan ekstrim yang tetap ada walaupun angka kemiskinan ekstrim mengalami penurunan. Pada kasus ini, permasalahan utama bukan pada data statistik melainkan asumsi bahwa melampaui garis kemiskinan serta-merta menghilangkan kerentanan ekonomi. Saat ini, instrumen garis kemiskinan yang dimiliki Indonesia lebih mempresentasikan kelangsungan hidup bukan jaminan perlindungan ekonomi. “Kita harus mau berubah dan berkaca dengan jernih dengan menggunakan ukuran yang lebih fair dan objektif,” katanya. Menurut Wisnu, pusat pertumbuhan dan industrialisasi yang terkonsentrasi di Jawa dan sebagian Sumatra mmbuat ketimpangan struktur ekonomi bagi wilayah Timur. Sehingga akses terhadap pasar, modal, dan institusi jauh lebih terbatas dibanding wilayah barat. “Pemerintah perlu hadir dan melaksanakan kebijakan yang masif dan terukur dari segi ekonomi maupun infrastruktur ekonomi,” tuturnya. Dalam aspek pendidikan, Wisnu menyarankan beberapa opsi bantuan yang tidak hanay reaktif melalui transfer tunai tetapi harus antisipasi dan berbasis institusi. Pertama, perlengkapan sekolah gratis langsung di sekolah sehingga siswa tidak menanggung stigma. Kedua, dukungan nutrisi universal agar tidak ada perbedaan mencolok antara miskin dan tidak. Ketiga, penguatan program seperti Keluarga Harapan dengan komponen pendampingan psikososial. Keempat, integrasikan Program Indonesia Pintar agar bantuan lebih responsif terhadap  “Kita harus menggalakan program-program dengan visi yang jelas, tidak hanya mengandalkan program jangka pendek yang insidental,” ucap Wisnu. Lebih lanjut, Wisnu mengharapkan pemerintah untuk mendefinisikan keberhasilan pembangunan dengan mengurangi kerentanan struktural. Investasi besar pada konektivitas dan sumber daya manusia di Indonesia Timur agar tidak terus terjebak dalam masalah geografis. Ia menambahkan bahwa dibalik angka-angka kemiskinan terdapat masyarakat yang secara nyata berjuang mempertahankan hidupnya. “Harapan saya, tragedi seperti di Ngada tidak lagi dibaca sebagai anomali, melainkan sebagai sinyal bahwa sistem pengukuran dan kebijakan kita belum sepenuhnya menangkap realitas kemiskinan,” harapnya. Penulis: Jesi Editor: Gusti Grehenson Foto: Tribun Flores Tags: Daerah Ekonomi UGM feb ugm Kebijakan Publik kemiskinan Ketimpangan Sosial Ngada NTT pembangunan pendidikan SDG 1: Tanpa Kemiskinan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan SDG 15: Ekosistem Daratan SDG 2: Tanpa Kelaparan SDG 4: Pendidikan Berkualitas Berita Terkait Dari Nyadran hingga Halal Bihalal, Jejak Tradisi Lebaran di Indonesia 26 Maret 2026 Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Konflik Iran–Israel, Ekonom UGM Soroti Kekuatan Ekonomi Indonesia 26 Maret 2026 Nilai Tukar Rupiah Melemah, Harga Pangan Berpotensi Naik 26 Maret 2026 Berita Terbaru Kemiskinan Ekstrem di Ngada, Ekonom UGM Dorong Kebijakan Lebih Berbasis Realitas 26 Maret 2026 Dari Nyadran hingga Halal Bihalal, Jejak Tradisi Lebaran di Indonesia 26 Maret 2026 Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Konflik Iran–Israel, Ekonom UGM Soroti Kekuatan Ekonomi Indonesia 26 Maret 2026 28 Bidang Ilmu UGM Masuk Pemeringkatan QS WUR by Subject 2026, Reputasi Global Menguat 26 Maret 2026 Nilai Tukar Rupiah Melemah, Harga Pangan Berpotensi Naik 26 Maret 2026 Agenda Terbaru 21Jun Summer School “The New Orientalism: Understanding the Paradoxes of Mass Tourism in Southeast Asia” Semua Agenda AKSESBILITAS Increase Text Decrease Text High Contrast Light Background Links Underline Readable Font Reset Pusat Bantuan Krisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *