Peneliti BRIN Sebut Awal Ramadan Pemerintah dan Muhammadiyah Akan Beda login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Sains Peneliti BRIN Sebut Awal Ramadan Pemerintah dan Muhammadiyah Akan Beda CNN Indonesia Selasa, 17 Feb 2026 12:14 WIB Bagikan: url telah tercopy Awal Ramadan tahun ini diperkirakan bakal berbeda antara pemerintah dan ormas Muhammadiyah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) Jakarta, CNN Indonesia — Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin memprediksi awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah antara pemerintah dan Muhammadiyah akan beda. Muhammadiyah sudah jauh-jauh hari menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, besok. Sementara pemerintah yang baru menggelar sidang isbat Selasa (17/2) sore, diperkirakan Thomas baru akan menetapkan awal Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.Dilansir dari Detikcom, Thomas mengatakan pemerintah menetapkan awal puasa pada hari Kamis karena hari ini hilal atau bulan baru belum bisa dilihat. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Menurut Thomas perbedaan penentuan awal Ramadan kali ini karena ada dua hilal yang dipakai yakni hilal global vs hilal lokal.Lihat Juga :Alasan Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari “Perbedaan kali ini berbeda dengan yang sebelumnya karena beda metode (hisab vs rukyat) atau beda kriteria (Wujudul Hilal vs Imkan Rukyat). Perbedaan kali ini karena beda hilal global vs hilal lokal,” kata Thomas, Selasa (17/1).Thomas menerangkan hilal global merujuk terpenuhinya kriteria Imkanur Rukyat. Pada waktu magrib nanti, kriteria itu terpenuhi di Alaska, maka pengguna Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) akan menetapkan awal Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari.Lihat Juga :Sidang Isbat Digelar Hari Ini, Awal Ramadan Diperkirakan BedaSementara itu, hilal lokal merujuk pada wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Pada waktu magrib nanti, kata dia, posisi hilal belum memenuhi Imkanur Rukyat bahkan di Indonesia masih berada di bawah ufuk.Atas dasar itu, maka awal Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026 karena bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari sampai besok. Namun, penentuan awal Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat yang diumumkan pemerintah.”Maka secara hisab dan (nanti dibuktikan) secara rukyat awal Ramadhan pada 19 Februari 2026,” kata Thomas.Alasan Muhammadiyah awal Ramadan 18 FebruariDikutip dari situs resminya, pakar falak Muhammadiyah, Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar menjelaskan alasan Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan pada Rabu besok.Pertama, Muhammadiyah secara resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari M karena menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai metode baru yang kini menjadi acuan resmi Muhammadiyah. Ini menggantikan metode wujudul hilal yang sebelumnya digunakan.”Kedua, implementasi KHGT mensyaratkan keterpaduan tiga unsur utama yang dikenal sebagai Prinsip, Syarat, dan Parameter (PSP). Salah satu parameter pentingnya ialah terpenuhinya posisi hilal setelah ijtimak dengan ketinggian minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat di mana saja di permukaan bumi, bukan terbatas pada wilayah tertentu,” kata Arwin.”Untuk awal Ramadan 1447 H, parameter tersebut telah terpenuhi di Alaska, Amerika Serikat, dengan ketinggian hilal 05° 23′ 01″ dan elongasi 08° 00′ 06″,” sambungnya.Alasan ketiga yakni konjungsi (ijtimak) awal Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC atau 19.01 WIB. Konjungsi menandai berakhirnya siklus bulan sebelumnya dan menjadi penanda astronomis masuknya bulan baru.Lihat Juga :Bagaimana Cara Menentukan Hilal Awal Ramadhan 2026? Ini PenjelasannyaSetelah matahari terbenam pada hari itu, posisi hilal yang memenuhi parameter KHGT telah tercapai di wilayah Alaska, sehingga Muhammadiyah menetapkan keesokan harinya, Rabu 18 Februari 2026 sebagai awal Ramadan.Keempat, kondisi berbeda terjadi di Indonesia. Setelah matahari terbenam, posisi hilal masih berada di bawah ufuk (hilal negatif) sehingga tidak memenuhi kriteria pemerintah melalui Kementerian Agama RI, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat di wilayah Indonesia.Karenanya, merujuk hal itu maka pemerintah diperkirakan menetapkan awal Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun keputusan resmi tetap menunggu proses rukyat, laporan lapangan, sidang isbat, dan pengumuman Menteri Agama.Kelima, penerapan KHGT didasarkan pada argumentasi teologis dan fikih yang menekankan prinsip kesatuan umat (ummah wahidah), universalitas Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, serta gagasan sistem waktu Islam yang bersifat global dalam ranah sosial-muamalah.Keenam, pemahaman universal itu melahirkan konsep fikihittihad al-mathali'(matlak global) yakni ketika hilal telah terbukti secara definitif di satu wilayah mana pun di bumi-baik melalui rukyat maupun hisab-maka ketetapan tersebut berlaku secara global.”Muhammadiyah mendasarkan penetapan awal Ramadan 1447 H pada prinsip ini, karena hilal telah memenuhi parameter secara definitif di Alaska,” ucap Arwin.Sidang isbat KemenagKementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menentukan dimulainya awal bulan Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa hari ini.Pelaksanaan sidang akan dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta dan dijadwalkan mulai pukul 16.00 WIB.Sidang akan dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan dihadiri Wakil Menteri Agama, pimpinan Komisi VIII DPR RI, Ketua MUI, Tim Hisab Rukyat Kemenag, perwakilan ormas Islam, serta duta besar negara sahabat.Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan pemerintah menggunakan pendekatan integrasi hisab dan rukyatulhilal dalam penetapan awal bulan Hijriah.Ia menerangkan ada tiga rangkaian pelaksanaan sidang Isbat. Yakni pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di Indonesia.”Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat,” ujarnya. (dis/sur) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT ramadan 1447 awal puasa muhammadiyah pemerintah sidang isbat hilal kementerian agama ARTIKEL TERKAIT Kenapa Hilal Harus 3 Derajat Buat Tentukan Awal Ramadhan? Sidang Isbat Digelar Hari Ini, Cek Prediksi Hilal dari BMKG dan BRIN Ada Berapa Hari dalam Bulan Ramadhan Tahun 2026? Bagaimana Cara Menentukan Hilal Awal Ramadhan 2026? Ini Penjelasannya Sudah Tentukan
Related Posts
Empat hospital beroperasi di Nusantara, sedia sambut perpindahan 2026
Empat hospital beroperasi di Nusantara, sedia sambut perpindahan 2026
Minim Upah dan Perlindungan Sosial, Dosen UGM Desak Penguatan Aturan Ekosistem Digital untuk Ojol
Minim Upah dan Perlindungan Sosial, Dosen UGM Desak Penguatan Aturan Ekosistem Digital untuk Ojol
Evolution didn’t wait long after the dinosaurs died
Evolution didn’t wait long after the dinosaurs died
