Pakar IT Indonesia Buat Web Berbasis AI Deteksi Dini Penipuan Digital login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Teknologi Informasi Pakar IT Indonesia Buat Web Berbasis AI Deteksi Dini Penipuan Digital CNN Indonesia Rabu, 18 Feb 2026 20:00 WIB Bagikan: url telah tercopy Dosen Teknik Informatika Universitas Pasundan Miftahul Fadli Muttaqin merancang situs tanya.fadli.id buat masyarat mendeteksi dini penipuan digital. (iStockphoto) Jakarta, CNN Indonesia — Penipuan digital yang kian marak memicu lahirnya platform deteksi dini berbasis web gratis tanya.fadli.id untuk mendeteksi potensi penipuan digital.Miftahul Fadli Muttaqin, pakar IT sekaligus Dosen Teknik Informatika Universitas Pasundan, mengembangkan platform deteksi dini berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu masyarakat mencegah upaya penipuan digital.Untuk menggunakan platform ini, masyarakat cukup mengunjungi situs tersebut, mengunggah tangkapan layar, menyalin percakapan yang mencurigakan, atau menjelaskan kronologi kejadian. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Lihat Juga :Penipuan Dokumen Digital Marak, Warga Diimbau Lebih Ketat VerifikasiSistem AI kemudian menganalisis pola bahasa, memeriksa tautan berisiko, dan mencocokkannya dengan database modus penipuan terbaru. Hasil analisis ditampilkan dalam bentuk skor risiko dari 0 hingga 100, lengkap dengan saran langkah yang bisa dilakukan pengguna. “Aplikasi ini kami rancang sebagai alat bantu sebelum seseorang mengambil keputusan. Kami ingin masyarakat memiliki referensi tambahan agar tidak bertindak dalam kondisi panik,” ujar Fadli dalam keterangannya, Rabu (18/2).Sejak dirilis pada 1 Januari 2026, platform ini mencatat ribuan kunjungan per hari. Hal tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap solusi perlindungan digital praktis dan mudah diakses.Dari sisi keamanan, Fadli memastikan perlindungan data menjadi perhatian utama. Secara default, sistem tidak mempublikasikan data pengguna.Namun, jika pengguna memilih untuk membagikan pengalamannya, sistem akan otomatis menyensor informasi sensitif.”Kami tidak menyimpan data pribadi tanpa izin. Prinsipnya, teknologi harus membantu melindungi, bukan menambah risiko,” tutur Fadli.Penipuan digital kini menjadi ancaman serius di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Tanah Air. Modus penipuan digital juga terus berkembang, mulai dari pelaku yang mengaku sebagai pihak bank, kurir pengiriman, hingga penawaran investasi dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat.Para pelaku seringkali memanfaatkan teknik rekayasa sosial (social engineering) untuk memengaruhi korban. Pesan yang dikirim dibuat menyerupai komunikasi resmi, lengkap dengan logo perusahaan, bahasa formal, dan nada mendesak.Banyak masyarakat akhirnya tertipu karena sulit membedakan pesan asli dengan penipuan. Dampaknya bukan hanya kehilangan uang, tetapi juga kebocoran data pribadi dan pengambilalihan akun digital.Lihat Juga :Menkomdigi: Platform Digital Wajib Patuh Hukum IndonesiaSkala persoalan ini terlihat dari data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) OJK. Sepanjang November 2024 hingga Desember 2025 tercatat 411 ribu pengaduan penipuan digital dengan total kerugian mencapai Rp 9,1 triliun.Dari jumlah tersebut, hanya sekitar Rp383,6 miliar atau kurang dari 5 persen dana yang berhasil diselamatkan. Lebih memprihatinkan lagi, sekitar 85 persen korban baru melapor lebih dari 12 jam setelah kejadian, saat dana sudah sulit dilacak.Data tersebut menunjukkan bahwa literasi digital masyarakat masih perlu ditingkatkan. Terlebih, dengan hadirnya teknologi seperti deepfake yang mampu memalsukan suara dan video, masyarakat semakin sulit mengenali mana informasi yang benar dan mana yang manipulatif.Dalam kondisi panik di tengah desakan para penipu, banyak orang bisa mengambil keputusan tanpa verifikasi yang cukup. (fea/lom/fea) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT penipuan digital kecerdasan buatan ai ARTIKEL TERKAIT Tren Edit Wajah Anak Pakai AI Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi Penipuan Dokumen Digital Marak, Warga Diimbau Lebih Ketat Verifikasi Menkomdigi: Jurnalis Tak Boleh 100 Persen Andalkan AI Menkomdigi Sorot Potensi AI Ancam Media dan Jurnalis HP Diprediksi Segera Punah, Teknologi Penggantinya Mulai Bermunculan Komdigi Normalisasi Layanan Grok dengan Syarat kepada X REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
“Bapak KKN” itu Telah Berpulang
“Bapak KKN” itu Telah Berpulang
Penerbit siri risikan 'Tehran', Dana Eden, ditemui meninggal dunia di hotel
Penerbit siri risikan 'Tehran', Dana Eden, ditemui meninggal dunia di hotel
Polis teliti Himpunan Aman #TangkapAzamBaki, pastikan tiada unsur 3R
Polis teliti Himpunan Aman #TangkapAzamBaki, pastikan tiada unsur 3R
