Ada Masalah Teknis, NASA Tunda Peluncuran Artemis 2 login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Sains Ada Masalah Teknis, NASA Tunda Peluncuran Artemis 2 CNN Indonesia Minggu, 22 Feb 2026 06:41 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. Misi berawak Artemis milik NASA harus ditunda peluncurannya. (AFP/PEDRO PARDO) Jakarta, CNN Indonesia — Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, memastikan misi berawak ke Bulan dalam program Artemis tidak akan meluncur pada Maret mendatang. Keputusan ini diambil setelah tim teknis menemukan persoalan pada sistem roket yang dinilai krusial bagi keselamatan peluncuran.Administrator NASA, Jared Isaacman, menyatakan misi Artemis 2, penerbangan awak pertama mengitari Bulan dalam lebih dari 50 tahun harus menunda jadwal karena gangguan teknis.Masalah terdeteksi pada aliran helium menuju roket raksasa Space Launch System (SLS). Helium padat berperan penting untuk membersihkan (purging) mesin roket serta memberi tekanan pada tangki bahan bakar. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Lihat Juga :Mundur dari Ambisi Mars, Elon Musk Kini Mau Buat Kota di BulanGangguan aliran ini membuat jendela peluncuran Maret “tidak lagi dipertimbangkan”, mengutip Aljazeera. “Saya memahami banyak yang kecewa dengan perkembangan ini. Kekecewaan itu paling dirasakan oleh tim NASA yang telah bekerja tanpa lelah mempersiapkan misi besar ini,” ujar Isaacman melalui media sosial.NASA kini mengincar peluang peluncuran berikutnya pada awal atau akhir April. Penundaan ini terjadi di tengah persaingan eksplorasi antariksa yang semakin intens dengan China.China menargetkan misi berawak ke Bulan paling lambat 2030. Negara itu juga bersiap meluncurkan misi tanpa awak Chang’e 7 pada 2026 untuk mengeksplorasi kutub selatan Bulan, serta menguji wahana antariksa berawak Mengzhou tahun ini.Pilihan RedaksiKebijakan Baru, Astronaut NASA Kini Boleh Bawa HP ke AntariksaGerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Apakah Berbahaya?Ada Parade 6 Planet Sejajar Akhir Februari 2026, Catat JadwalnyaDi sisi lain, program Artemis sempat mengejutkan publik ketika NASA menyatakan Artemis 2 bisa meluncur lebih cepat dari perkiraan. Percepatan itu dikaitkan dengan dorongan pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk menjaga keunggulan Amerika dalam perlombaan antariksa.Serangkaian penundaanNamun, perjalanan program Artemis tidak mulus. Misi tanpa awak Artemis 1 baru terlaksana pada November 2022 setelah beberapa kali penundaan dan dua kali upaya peluncuran yang gagal.Awal Februari lalu, kebocoran hidrogen cair juga memaksa NASA menghentikan uji coba penting yang dikenal sebagai wet dress rehearsal untuk Artemis 2. Uji coba ini mensimulasikan kondisi peluncuran sesungguhnya, termasuk pengisian penuh tangki roket dan pemeriksaan teknis menyeluruh.Simulasi tersebut akhirnya rampung pekan ini di Cape Canaveral, Florida. Namun sehari setelah menetapkan target peluncuran 6 Maret, NASA kembali mengumumkan temuan masalah baru pada sistem helium.Roket SLS dan wahana Orion akan dikembalikan ke Vehicle Assembly Building di Kennedy Space Center, Florida, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Isaacman menyebut kemungkinan penyebab gangguan meliputi filter, katup, atau pelat sambungan yang bermasalah.Misi 10 hari mengitari BulanArtemis 2 dirancang sebagai penerbangan selama 10 hari mengitari Bulan sebelum kembali ke Bumi. Tujuan utamanya adalah membuka jalan bagi misi pendaratan manusia berikutnya, sekaligus membangun fondasi menuju eksplorasi Mars.Awak misi ini terdiri dari tiga astronaut AS, Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, serta astronaut Kanada Jeremy Hansen.Lihat Juga :Wisata Luar Angkasa Blue Origin Setop Sementara, Apa Alasannya?Misi ini akan menjadi penerbangan manusia terjauh dalam sejarah dan misi berawak ke Bulan pertama sejak era Apollo program lebih dari setengah abad lalu.Artemis 2 juga menjadi batu loncatan menuju misi Artemis 3 yang dijadwalkan pada 2028, dengan ambisi mendaratkan kembali manusia di permukaan Bulan.Meski penundaan ini mengecewakan, NASA menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Dalam eksplorasi antariksa, satu komponen kecil yang bermasalah bisa menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah misi bersejarah. (tis/tis) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT nasa artemis 2 peluncuran bulan masalah teknis eksplorasi antariksa penundaan peluncuran misi berawak space launch system ARTIKEL TERKAIT Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Apakah Berbahaya? Detik-detik SpaceX Luncurkan 24 Satelit Starlink ke Orbit FOTO: NASA Sukses Luncurkan Misi Crew-12 ke ISS Mundur dari Ambisi Mars, Elon Musk Kini Mau Buat Kota di Bulan Kebijakan Baru, Astronaut NASA Kini Boleh Bawa HP ke Antariksa Asteroid 2024 YR4 Berpeluang Tabrak Bulan, Apa Efeknya Buat Bumi? REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
This inside-out planetary system has astronomers scratching their heads
This inside-out planetary system has astronomers scratching their heads
FOTO: NASA Sukses Luncurkan Misi Crew-12 ke ISS
FOTO: NASA Sukses Luncurkan Misi Crew-12 ke ISS
