Sebagian Besar Wilayah RI Masih 'Basah', Kapan Musim Kemarau Tiba?

Sebagian Besar Wilayah RI Masih ‘Basah’, Kapan Musim Kemarau Tiba? login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Climate Sebagian Besar Wilayah RI Masih ‘Basah’, Kapan Musim Kemarau Tiba? CNN Indonesia Rabu, 25 Feb 2026 07:15 WIB Bagikan: url telah tercopy BMKG mengungkap 81% wilayah Indonesia sedang musim hujan. Musim hujan diperkirakan berakhir Maret, diikuti musim kemarau mulai April. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Goefisika (BMKG) menyebut saat ini 81 persen wilayah Indonesia sedang mengalami musim hujan. Lantas, kapan musim hujan berakhir dan musim kemarau datang?”Berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 81,3 persen wilayah Indonesia (568 ZOM) mengalami Musim Hujan,” tulis BMKG dalam unggahannya di Instagram, Senin (23/2).Lihat Juga :Fenomena Atmosfer Penyebab Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah RI ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT BMKG mengatakan curah hujan pada Dasarian II Februari bervariasi dari kriteria sangat tinggi sebanyak 0,34 persen, tinggi sebanyak 9,02 persen, menengah sebanyak 73,88 persen, dan kriteria rendah sebanyak 16,76 persen wilayah.Kriteria curah hujan tinggi hingga sangat tinggi disebut dominan terjadi di sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua. Pada Dasarian III Februari, BMKG memperkirakan curah hujan umumnya berada pada kriteria rendah (20-150 mm/dasarian).Namun, ada juga beberapa wilayah yang diprediksi mengalami hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi (>150 mm/dasarian) seperti sebagian kecil Banten bagian selatan, sebagian kecil Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.Kemudian, hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi juga berpotensi terjadi di sebagian kecil Bali, sebagian kecil Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur bagian utara, sebagian kecil Sulawesi Selatan, sebagian kecil Nusa Tenggara, sebagian kecil Papua Barat dan Papua Tengah.Sebelumnya, BMKG memperkirakan musim hujan di beberapa wilayah, khususnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara akan berakhir pada Maret. Kemudian, musim kemarau akan dimulai pada bulan berikutnya, yakni pada April.”Kalau di daerah yang dimaksud Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, itu berakhir kira-kira nanti di sekitar Februari sampai Maret,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani seusai rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/1).Lihat Juga :La Nina Melemah, Curah Hujan Tinggi Masih Intai Sejumlah Wilayah RI”Nanti bulan April, Mei, Juni, hingga nanti September itu masuk ke musim kemarau. Baru musim hujan kembali dimulai di Oktober,” lanjutnya.Faisal menyebut pihaknya memprediksi kondisi iklim di Tanah Air akan kembali normal mulai April. BMKG memperkirakan fenomena La Nina lemah yang terjadi saat ini tak akan berkembang menjadi kuat.”La Nina lemah itu kan dipantau dari Nino 3.4 ya, yang ada di perairan Pasifik. Nah ini, La Nina ini nanti akan terus melemah hingga sampai bulan Maret. Ini berdasarkan prakiraan iklimnya,” tuturnya.Ia menjelaskan setelah La Nina melemah, kondisi iklim diprediksi normal pada April hingga akhir tahun. Setelah itu, pengaruh El Nino maupun La Nina akan hilang.”Pada bulan April hingga akhir tahun itu cenderung dalam kondisi normal, ya tidak ada El Nino, tidak ada La Nina, jadi normal,” terangnya. (lom/dmi) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT musim kemarau musim hujan bmkg curah hujan fenomena la nina prakiraan cuaca cuaca ekstrem perubahan iklim ARTIKEL TERKAIT Fenomena Atmosfer Penyebab Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah RI La Nina Melemah, Curah Hujan Tinggi Masih Intai Sejumlah Wilayah RI Prediksi Cuaca Jakarta Selasa 24 Februari: Potensi Hujan Lebat Peringatan BMKG, Jatim Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan BMKG: Waspada Hujan Lebat Sepanjang 21-23 Februari Pemicu Hujan dan Angin Kencang di Awal Ramadhan REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *