Berhenti Makan Sebelum Kenyang, Ketahui Manfaatnya untuk Kesehatan – Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA id EN Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Pendaftaran Sarjana dan Sarjana Terapan International Undergraduate Program (IUP) Pascasarjana Bantuan Keuangan & Beasiswa Tinggal di Kampus Biaya Pendidikan Pelajar Internasional Pendidikan Fakultas dan Sekolah Kalender Akademik Diktisaintek Berdampak Fasilitas Belajar UGM Online Kanal Pengetahuan LMS ELOK UGM Aplikasi Web SIMASTER E-Jurnal UGM Channel Internet Ruang Kerja Bersama Literasi Bahasa Inggris dengan AI Sumber Daya Siswa Aplikasi SIMASTER SIMASTER VNext Student Mobile Apps – IOS SIMASTER VNext Student Mobile Apps – Android Perpustakaan Fasilitas Organisasi Kemahasiswaan Kantor Internasional Transportasi Dukungan Klinik Kesehatan Rumah Sakit Akademik Health Promoting University Pusat Krisis Keamanan dan Keselamatan Penelitian Penelitian Sorotan dan Dampak Tinggi Publikasi Buku Produk Pusat Penelitian Keahlian Jaringan Kemenristekdikti LPDP Fasilitas Penelitian LPPT UGM 10 Learning Centers Open Data Manajemen Lab Terpadu Manajemen Penelitian Manajemen Etik dan Penguatan Integritas Research Administration Etichal Clearance Pengabdian Pengabdian Highlight dan High Impact KKN PPM KKN ECL Desa Binaan Teknologi Tepat Guna Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Unit Tanggap Bencana Pusat Regional Keahlian UMKM Layanan Suara Kita Aspirasi UGM Whistleblowing System lapor.go.id Layanan Darurat dan Pusat Krisis Layanan Kesehatan Terpadu Kontak Darurat Pusat Krisis Satgas PPKS Layanan Terpadu University Services Layanan Laboratorium Terpadu Layanan Homestay UGM Asrama Mahasiswa Layanan Pengadaan Layanan Terpadu Layanan Alumni Campus Visit Layanan Data dan Informasi Search UGM Peta Kampus UGM dalam Angka Layanan Informasi Publik Laporan Keuangan Agenda Layanan Elektronik/E-Mall UGM Online SIMASTER VNext Parents – Android SIMASTER Vnext Parents – IOS Virtual Campus Tour Tentang Tentang UGM Sambutan Rektor Visi dan Misi Tugas dan Fungsi Organisasi Direktorat dan Unit Kerja Sejarah Makna Lambang Himne Gadjah Mada Panduan Identitas SDGs SDGs Portal SDGs Dashboard SDGs dengan AI Berita Peduli Bencana Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA BeritaKepakaran Berhenti Makan Sebelum Kenyang, Ketahui Manfaatnya untuk Kesehatan Kepakaran 13 April 2026, 15.31 Oleh : gusti.grehenson Masyarakat Okinawa Jepang memiliki rata-rata angka harapan hidup lansia mencapai 80 tahun. Salah satu prinsip yang senantiasa dipegang teguh oleh warga setempat adalah hara hachi bu, konsep berhenti makan sebelum kenyang, menyisakan ruang di perut yang memberi manfaat bagi kesehatan. Konsep ini dinilai relevan dalam menjaga kesehatan untuk mencegah obesitas dan penyakit metabolik kronis. Dosen Departemen Gizi Kesehatan, FK-KMK UGM, Rahadyana Muslichah, S.Gz., M.Sc., yang akrab disapa Icha, menjelaskan Hara Hachi Bu sebagai konsep mindful eating (Menikmati makan dengan penuh kesadaran) yang telah menjadi budaya makan masyarakat Okinawa. Icha menjelaskan, selain angka harapan hidup yang tinggi, masyarakat Okinawa memiliki risiko paparan penyakit kronis yang rendah. Hara hachi bu mengakar sebagai cara hidup, budaya, lebih dari sekadar strategi untuk diet. Prinsip ini sangat erat dengan mindful eating, konsep sadar terhadap makanan yang dikonsumsi, yang kini sedang marak dikampanyekan oleh banyak praktisi dan influencer di media sosial. “Hara hachi bu sangat dekat dengan mindful eating. Ketika makan harus bisa fokus dengan makanan, hindari multitasking, menikmati rasa, memahami sinyal dari tubuh. Harapannya agar kita bisa mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi,” ujarnya, Senin (13/4). Diketahui, fisiologi tubuh menjadi alasan, mengapa prinsip kenyang 80% ini mendatangkan manfaat. Manfaat utamanya adalah guna membantu meringankan beban metabolik akibat jumlah makanan berlebihan. Sebab, makan berlebihan menyebabkan tekanan pada saluran pencernaan, yang akan mengarah pada risiko kelebihan berat badan atau obesitas, dan beragam risiko penyakit lainnya. Bahkan pencernaan tidak bisa dipaksa untuk terus bekerja. “Hara hachi bu turut memberikan jeda istirahat bagi pencernaan,” ungkapnya. Lebih lanjut, tubuh telah memiliki standar rasa kurang dan cukup yang dapat dikenali. Tetapi, untuk mengirimkan sinyal tersebut lambung butuh waktu untuk berkomunikasi dengan otak. Namun hara hachi bu tidak dapat diterapkan ketika seseorang makan dengan terburu-buru. “Lambung butuh waktu untuk mengirim sinyal ke otak ketika dia kenyang. Jadi, dengan berhenti di 80% sebenarnya kita sudah menerima cukup energi, meski rasanya belum cukup kenyang,” jelasnya. Meski demikian, Icha memiliki beberapa catatan khusus ketika hendak menerapkan prinsip ini. Pakar gizi tersebut menjelaskan, hara hachi bu urang sesuai jika dipraktikkan oleh mereka yang mutlak memiliki target kalori tersendiri, seperti ibu hamil, anak kecil, remaja, dan atlet olahraga. Menurutnya, prinsip hara hachi bu yang dipaksakan pada kondisi-kondisi tersebut, meski ada penyesuaian, justru dapat memotong asupan kalori dan memicu efek samping lainnya. Icha menyampaikan beberapa saran bagi yang ingin menerapkan konsep makan sebelum kenyang ini. Sebagaimana tubuh yang membutuhkan waktu, perubahan juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Pertama, perubahan ekstern justru dapat mengundang sensasi tidak nyaman yang dapat memunculkan keraguan akibat efek samping yang dirasakan. Kedua, tentu perlu motivasi dan niat agar dapat konsisten. Ketiga, penting bagi diri mengenal rasa lapar dan kenyang pada tubuh, sehingga perlu melatih kepekaan indra. Keempat, menghilangkan distraksi yang dapat mengganggu fokus tubuh meraba sinyal tersebut. “Sesederhana sadar, mengunyah sudah menjadi sinyal yang dikirimkan lambung ke otak untuk merasa kenyang,” pungkasnya. Penulis : Ika Agustine Editor : Gusti Grehenson Foto : Freepik Tags: SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab SDG 2: Tanpa Kelaparan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDGs Berita Terkait Menakar 76 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Tiongkok 13 April 2026 WFH ASN Mulai Berlaku, Dosen UGM Sebut Berpotensi Mengurangi Produktivitas Kerja 10 April 2026 Belum Ditemukan di Indonesia, Pakar UGM Sebut Varian Cicada Tidak Seganas Varian Covid-19 Sebelumnya 09 April 2026 Berita Terbaru Perkuat Jejaring Global, UGM Buka Pendaftaran Calon Mahasiswa Internasional dari Papua Nugini dan Kepulauan Solomon 13 April 2026 Mengubah Kecemasan Menjadi Energi Positif 13 April 2026 Berhenti Makan Sebelum Kenyang, Ketahui Manfaatnya untuk Kesehatan 13 April 2026 Bidang Ilmu Kimia UGM Peringkat 451-500 Dunia 13 April 2026 Menakar 76 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Tiongkok 13 April 2026 Agenda Terbaru 21Jun Summer School “The New Orientalism: Understanding the Paradoxes of Mass Touri
Berhenti Makan Sebelum Kenyang, Ketahui Manfaatnya untuk Kesehatan
