Blood Agar Plates: Media Pembiakan Bakteri Menggunakan Nutrisi Dari Darah

Blood Agar Plates: Media Pembiakan Bakteri Menggunakan Nutrisi Dari Darah – SainsPop Beranda Artikel Sains Teknologi Kesehatan Unik Kasus Komik Tentang Kami Tim SainsPop Kontak Kabar Kontribusi Sumbang Konten Gabung Sebagai Kontributor Jadi Partner Blood Agar Plates: Media Pembiakan Bakteri Menggunakan Nutrisi Dari DarahHome Artikel Biologi Blood Agar Plates: Media Pembiakan Bakteri Menggunakan Nutrisi Dari Darah Laser : Penangkal Petir yang EfektifSeptember 4, 2021Anchoring, Bias Kognitif yang Sering Dilakukan oleh Pelaku BisnisSeptember 22, 2021Laser : Penangkal Petir yang EfektifSeptember 4, 2021Anchoring, Bias Kognitif yang Sering Dilakukan oleh Pelaku BisnisSeptember 22, 2021 Published by Mohammad Indar Malik Ibrahim on September 22, 2021 Categories Biologi Sains Tags Dalam ilmu mikrobiologi kita mengenal media-media yang digunakan untuk pertumbuhan mikroba baik bakteri, virus, jamur, dan sebagainya. Dari media umum, media differensial, media diperkaya, dan semacamnya. Namun bagaimana jika suatu media dibuat dari darah?SejarahSejarah agar darah sebenarnya tidak pasti. Dalam Manual Bakteriologi pada tahun 1903, Muir and Ritchie mencantumkan penambahan darah sebagai pengganti untuk gelatin sebagai agen pemadatan. Dan Robert Koch lebih suka mencampur inokulasi bakteri dengan media cair daripada menggoreskannya pada media padat . Koch merekomendasikan media yang keras dan kalau bisa yang transparan (Buxton, 2016)Metode penambahan darah ke media agar sendiri dijelaskan dalam buku Sejarah Bakteriologi karya Bulloch’s tahun 1938.  Dan jika tujuannya menyelidiki penyakit ras selain kulit putih, disarankan untuk menggunakan darah ras yang sedang diselidiki. Namun ada kisah menarik tentang sejarah blood agar ini sendiri. Walther adalah anak didik Koch, dan Angelina menjabat sebagai asisten dan ilustratornya. Beberapa saat sebelum akhir 1882, Walther frustrasi dengan melelehnya kultur gelatin berlapisnya di musim panas. Dia menanyai Lina tentang jeli dan pudingnya yang mempertahankan konsistensi padat mereka bahkan pada suhu hangat. Sepertinya dia telah belajar tentang penggunaan agar-agar dari mantan tetangga (yang beremigrasi dari Jawa di mana agar-agar menjadi makanan umum aditif). Meskipun tidak ada catatan tertulis tentang itu, itu bisa dengan mudah membayangkan bahwa Walther mengaduk darah ke dalam agar-agarnya yang dingin dan meleleh di dengan cara yang sama seperti Lina membuat jus buah dan dagingnya. Agak menyeramkan, bukan?Sebenarnya apa tujuan seorang peneliti menggunakan blood agar?Blood Agar adalah media yang diperkaya yang bertujuan untuk membedakan bakteri berdasarkan sifat hemolitik dan untuk mengembangbiakkan mikroorganisme yang cukup rewel seperti Neisseria, streptococci, dsb.. Artinya, media ini diciptakan untuk bakteri-bakteri yang dapat menjadikan komponen dalam darah sebagai sumber nutrisinya (HiMedia Laboratories, 2015).“Blood Agar” bukanlah media yang didefinisikan secara konsisten. Istilah “agar darah” umumnya mengacu pada media dasar yang diperkaya yang didefibrinasi darah mamalia telah ditambahkan. Jadi konsepnya, agar biasa yang ditambah darah atau media yang sudah mengandung nutrisi tapi masih sedikit sehingga perlu penambahan darah sebagai tambahan nutrisinya atau agar mikrobanya dapat lebih baik lagi pertumbuhannya.Di AS “agar darah” biasanya dibuat dari Tryptic Soy Agar atau Columbia Agar base dengan 5% darah Domba. Darah kelinci atau kuda dapat digunakan namun tidak konsisten dengan media yang menggunakan darah domba. Dalam beberapa kasus, darah manusia tidak disarankan karena dikhawatirkan mengalami peningkatan kemungkinan paparan patogen yang ditularkan melalui darah manusia seperti HIV atau hepatitis.Cara membuatnya cukup mudah, cukup mencampurkan agar darah base sebanyak 40,0 gram dalam 1000 ml air murni/suling. Panaskan sampai mendidih untuk melarutkan media sepenuhnya. Sterilkan dengan autoklaf pada tekanan 15 lbs (121°C) selama 15 menit. Dinginkan hingga 45-50 °C dan tambahkan secara aseptik 5% v/v darah steril yang telah didefibrinasi. Aduk rata media dan tuang ke kaca petri steril. Penyimpanan, Umur Simpan, dan PembuanganSimpan antara 10-30 ° C dalam wadah tertutup rapat dan media yang disiapkan pada 2 – 8 ° C. Media bersifat higroskopis sehingga jangan dibiarkan dalam udara terbuka dalam waktu yang lama. Selain akan membentuk gumpalan, hal ini juga akan mempengaruhi kualitas media tersebut Simpan di tempat berventilasi keringarea terlindung dari suhu ekstrem dan sumber api. Pembuangan media ini juga harus dengan cara media yang telah dipakai didekontaminasi terlebih dahulu sesuai standar laboratorium sebelum dicampur dengan limbah lainnyaReferensi:Buxton, R. (2016) ‘اكار الدم (2).Pdf’, (May 2019), pp. 1–9.HiMedia Laboratories (2015) ‘Blood Agar Base (Infusion Agar)’, HiMedia Laboratories. Available at: http://himedialabs.com/TD/MM021.pdf. Share2 Mohammad Indar Malik IbrahimMohammad Indar Malik Ibrahim atau yang biasa dipanggil Ibra adalah mahasiswa Sarjana Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas. Bidang yang ditekuni oleh Ibra antara lain mikrobiologi, farmakologi, dan sains sosial.Related postsGambar 1. Perbandingan warna yang dilihat secara normal dan buta warna [1]December 21, 2021Enchroma dan Omnicular : Kacamata bagi Penderita Buta WarnaRead moreDecember 20, 2021Teori Liar Astrofisika : Jalan Pintas antar GalaksiRead moreNovember 21, 2021Mata biru ternyata tak punya pigmen biru, kok bisa?Read moreLeave a Reply Cancel replyYour email address will not be published. Required fields are marked *Comment *Name * Email * Website ΔSainsPop adalah situs yang berisi konten-konten tentang sains dan teknologi berbahasa Indonesia. Konten kami bisa berupa berita sains populer maupun sains dasar dengan gaya bahasa yang telah disederhanakan.Baca profil lengkapAyo Berlangganan!Masukkan email dan nama kamuDan dapatkan konten-konten terbaru yang menarik di dunia sains dan teknologi langsung di inbox email kamuEmail kamu[email protected]Nama Depannama depanNama Belakangnama belakangLanggananBecome a Patron! © 2026 Betheme by Muffin group | All Rights Reserved | Powered by WordPress Close this module Ayo BerlanggananMasukin email dan nama kamudan dapatkan konten-konten menarik tentang sains dan teknologi langsung di inbox email kamuEmail kamu[email protected]Nama depanNama depanNama belakangNama belakangLangganan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *