Bos Instagram Bantah Aplikasinya Bikin Kecanduan, Ini Katanya login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Internet Bos Instagram Bantah Aplikasinya Bikin Kecanduan, Ini Katanya CNN Indonesia Jumat, 13 Feb 2026 15:30 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. Adam Mosseri, bos Instagram, menolak klaim kecanduan media sosial. Ia bersaksi bahwa fitur Instagram tidak dirancang untuk menarik remaja secara berlebihan. (Foto: AFP/YASIN AKGUL) Jakarta, CNN Indonesia — Bos Instagram Adam Mosseri tidak percaya pengguna dapat mengalami ‘kecanduan secara klinis’ terhadap aplikasi tersebut.Hal tersebut disampaikannya saat bersaksi dalam sidang terkait dugaan kecanduan media sosial yang diajukan terhadap YouTube dan perusahaan induk Instagram, Meta, oleh seorang perempuan berusia 20 tahun bernama Kaley.Lihat Juga :Desain TikTok Bikin Candu, Eropa Minta Desainnya Diubah ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Kaley menuduh perusahaan-perusahaan tersebut secara sengaja mengembangkan fitur-fitur adiktif untuk menarik pengguna muda, yang menurutnya berdampak buruk pada kesehatan mentalnya.Gugatan ini merupakan yang pertama dari lebih dari 1.500 kasus serupa yang diajukan ke pengadilan, dan berpotensi menjadi preseden dalam menuntut pertanggungjawaban raksasa media sosial atas dampak terhadap kesehatan mental pengguna muda. Pada Rabu (11/2), pengacara penggugat, Mark Lanier, menanyai Mosseri mengenai apakah Instagram memprioritaskan keuntungan di atas kesehatan mental dan keselamatan anak di bawah umur, serta apakah ia mengawasi aplikasi yang membuat pengguna muda kecanduan.Mosseri mengatakan ini adalah pertama kalinya ia bersaksi dalam persidangan semacam itu. Ia menyatakan tidak yakin bahwa seseorang dapat “kecanduan” Instagram secara klinis, meski mengakui bahwa “penggunaan yang bermasalah” dapat terjadi dan berbeda-beda pada tiap individu. Ia membandingkannya dengan menonton televisi lebih lama dari yang dirasa nyaman.”Itu relatif. Ya, bagi seseorang, ada hal seperti menggunakan Instagram lebih dari yang membuatmu merasa nyaman.” ujar Mosseri, melansir CNN, Kamis (12/2).Pada Desember 2021, Mosseri menyampaikan kepada komite Senat bahwa ia mendukung regulasi keamanan daring yang lebih ketat dan berkomitmen menjadikan platform tersebut lebih aman, bahkan jika orang tua tidak menggunakan fitur kontrol orang tua.Dalam persidangan terbaru, Mosseri membantah tuduhan bahwa Instagram secara khusus menargetkan remaja demi memaksimalkan keuntungan.”Kami mendapatkan pendapatan yang lebih sedikit dari remaja dibandingkan kelompok demografis lain di platform ini,” ujarnya saat diinterogasi oleh pengacara Meta, Phyllis Jones.”Remaja tidak banyak mengklik iklan dan mereka tidak memiliki banyak penghasilan untuk dibelanjakan,” lanjutnya.Instagram juga telah meluncurkan berbagai fitur keamanan tambahan, termasuk “akun remaja” dengan pembatasan konten dan perlindungan privasi secara default. Meta sebelumnya menyatakan tidak setuju dengan tuduhan dalam gugatan tersebut.Menurut Lanier, Kaley mulai menggunakan Instagram pada usia sembilan tahun, meski batas usia minimum platform adalah 13 tahun. Instagram kini mulai meluncurkan teknologi verifikasi usia berbasis AI untuk mengidentifikasi pengguna yang mendaftar dengan tanggal lahir tidak akurat, meski tingkat akurasinya belum jelas.Lihat Juga :WhatsApp Web Kini Punya Fitur Panggilan Suara dan Video, Cek CaranyaFitur adiktif dan filter kecantikanDalam pernyataan pembukaannya, Lanier menyoroti fitur seperti infinite scroll, autoplay, dan tombol “like” yang disebutnya setara dengan “pukulan kimia” bagi remaja yang mencari pengakuan sosial.Gugatan juga menuding filter kecantikan yang mengubah wajah berkontribusi pada gangguan citra tubuh, serta menyebut Kaley mengalami perundungan dan pemerasan seksual di Instagram.Saat ditanya mengenai penggunaan Instagram oleh Kaley hingga lebih dari 16 jam dalam sehari, Mosseri menjawab, “Itu terdengar seperti penggunaan yang bermasalah.”Lanier juga mengutip dokumen internal Meta tahun 2019 yang membahas pelarangan filter yang mengubah bentuk wajah. Dalam salah satu email disebutkan bahwa para ahli “sepakat bahwa filter tersebut berbahaya” dan dapat mendorong gangguan citra tubuh pada remaja perempuan.Mosseri menyatakan bahwa Instagram sempat memutuskan melarang semua filter yang mengubah bentuk wajah, namun kemudian mengubah kebijakan. Filter yang mempromosikan bedah plastik dengan tampilan bekas luka dilarang, sementara filter yang memperbesar bibir atau mengecilkan hidung tidak lagi direkomendasikan, tetapi tidak sepenuhnya dihapus.Pilihan RedaksiWhatsApp Blokir Chatbot AI Kompetitor, Meta Bakal DitindakImbas Kasus Data Pelamar Bocor, Komdigi Copot 3 PegawaiMenkomdigi: Platform Digital Wajib Patuh Hukum IndonesiaLanier juga mengangkat studi internal Meta yang belum dirilis, “Project Myst,” yang disebut menemukan bahwa anak-anak yang mengalami dampak negatif paling mungkin menjadi kecanduan Instagram, serta orang tua kesulitan menghentikannya. Mosseri mengatakan ia mengetahu studi tersebut, tetapi tidak mengingat detailnya.Sementara itu, pengacara Meta, Paul Schmidt, berargumen bahwa masalah kesehatan mental Kaley dipengaruhi oleh kehidupan keluarganya yang sulit, bukan oleh Instagram. Pernyataan serupa disampaikan oleh juru bicara Meta, yang menyebut bukti akan menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi penggugat telah ada sebelum ia menggunakan media sosial.Pengacara Kaley, Matthew Bergman, menyatakan bahwa kesaksian Mosseri menunjukkan eksekutif Instagram telah membuat keputusan sadar untuk memprioritaskan pertumbuhan dibanding keselamatan anak-anak.Mengacu pada Pasal 230, undang-undang federal yang melindungi perusahaan teknologi dari tanggung jawab atas konten pengguna, juri kemungkinan tidak akan mendengar banyak argumen terkait konten yang muncul di Instagram atau YouTube.Sebelum kesaksian Mosseri, Hakim Pengadilan Tinggi Carolyn Kuhl menginstruksikan agar para pihak tidak menanyakan soal fitur keamanan konten atau konten spesifik yang terpapar kepada Kaley di platform tersebut. (wpj/dmi) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT instagram adam mosseri kesehatan mental fitur adiktif remaja meta ARTIKEL TERKAIT Meta Uji Fitur Premium di WhatsApp dan Instagram, Wajib Berlangganan Studi: 40 Persen Anak RI 3-6 Jam di Depan Gawai, Terbanyak Perempuan Komdigi Pangg
Related Posts
Istilah UPF di Menu MBG Timbulkan Kerancuan, Dosen UGM Usul Ganti dengan Sebutan Pangan Olahan
Istilah UPF di Menu MBG Timbulkan Kerancuan, Dosen UGM Usul Ganti dengan Sebutan Pangan Olahan
Beda Gaya Presiden RI Seleksi Calon Menteri
Beda Gaya Presiden RI Seleksi Calon Menteri
Summer Intership Program in Kashiwa
Summer Intership Program in Kashiwa
