BRIN Ungkap Pemicu Hujan Ekstrem dan Siklon Tropis Makin Sering di RI login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Climate BRIN Ungkap Pemicu Hujan Ekstrem dan Siklon Tropis Makin Sering di RI CNN Indonesia Jumat, 13 Feb 2026 14:51 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. Hujan ekstrem dan kemunculan siklon tropis yang kian sering terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir disebut sebagai dampak nyata krisis iklim global. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) Jakarta, CNN Indonesia — Hujan ekstrem dan kemunculan siklon tropis yang kian sering terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir disebut sebagai dampak nyata krisis iklim global.Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eddy Hermawan menegaskan peningkatan hujan berintensitas tinggi yang memicu bencana hidrometeorologi merupakan konsekuensi langsung krisis iklim.Lihat Juga :Kapan Musim Kemarau 2026 di Indonesia? Ini Kata BMKG ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT “Global warming bukan lagi teori, tetapi sudah menjadi aksi nyata di atmosfer. Hal itu ditandai dengan kenaikan muka laut, peningkatan cuaca ekstrem, hingga munculnya ancaman baru seperti siklon tropis, ada Seroja, Cempaka, Dahlia seperti yang terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta dan pantai utara jawa saat ini,” ujar Eddy, mengutip laman BRIN, Rabu (4/2).Ia menjelaskan, hujan ekstrem berdurasi singkat atau hanya berlangsung beberapa jam umumnya dipicu oleh gelombang atmosfer ekuatorial, seperti gelombang Kelvin dan fenomena sejenis. Sementara itu, hujan ekstrem yang terjadi berhari-hari bahkan hingga mingguan dipengaruhi fenomena iklim berskala lebih besar.”Kalau hujannya berhari-hari, itu bukan sekadar gelombang atmosfer, tapi karena La Niña dan Indian Ocean Dipole (IOD). Itu yang membuat hujan terus-menerus,” ungkapnya.Eddy juga memaparkan faktor yang menyebabkan siklon dapat masuk ke wilayah Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Indonesia berada di jalur Asian Monsoon.Uap air dari Asia bergerak masuk ke wilayah Jakarta dan sekitarnya yang memiliki karakteristik dataran aluvial, pantai landai, serta mengalami pemanasan lebih dari 12 jam per hari. Kondisi tersebut memicu terbentuknya pusat tekanan rendah.”Kondisi itu membuat Jakarta menjadi lokasi ideal terbentuknya pusaran atmosfer. Di lapisan sekitar 500 hektopascal, atau ketinggian 5,8 kilometer, terjadi pusaran angin yang sangat kuat,” jelas Eddy.Pusaran ini terbentuk akibat pertemuan angin baratan dan timuran yang memutar atmosfer di atas Jakarta selama berjam-jam. Akibatnya, hujan yang turun tidak hanya deras, tetapi juga terfokus dalam waktu lama di satu wilayah.Lihat Juga :BMKG: Siklon Senyar Pecahkan Rekor Curah Hujan Tertinggi Sejak 1991Langkah mitigasiSebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi, Eddy menekankan pentingnya transformasi sistem peringatan dini. Menurutnya, pendekatan konvensional tidak lagi memadai untuk memprediksi cuaca ekstrem di masa depan.”Kita harus masuk ke AI, big data, machine learning, deep learning, agar prediksi lebih presisi, tepat waktu, dan terlokalisasi,” tegas Eddy.Ia berharap hasil riset atmosfer yang dilakukan BRIN dapat menjadi landasan dalam mitigasi bencana, pemetaan risiko, serta perumusan kebijakan sehingga pengelolaan bencana hidrometeorologi di Indonesia semakin berbasis sains.Selain faktor atmosfer, Eddy juga menyoroti rendahnya daya dukung lingkungan. Perubahan tutupan lahan dari kawasan hijau menjadi kawasan terbangun atau “hutan beton” menyebabkan berkurangnya daya resap air.Karena itu, ia menegaskan bahwa persoalan banjir di Jakarta bukan semata-mata akibat hujan deras, melainkan juga karena lanskap perkotaan yang belum siap menghadapi beban hidrometeorologi ekstrem. (wpj/dmi) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT siklon tropis hujan ekstrem krisis iklim perubahan iklim bencana hidrometeorologi brin cuaca ekstrem ARTIKEL TERKAIT Peringatan BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Sejumlah Perairan Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Ini Daftar Daerah Terdampak Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 13 Februari: Waspada Hujan Lebat Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini Kamis 12 Februari: Potensi Hujan Lebat BMKG: Siklon Senyar Pecahkan Rekor Curah Hujan Tertinggi Sejak 1991 Prediksi BMKG: Bali Berpotensi Hujan Lebat Sepekan ke Depan REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Mata biru ternyata tak punya pigmen biru, kok bisa?
Mata biru ternyata tak punya pigmen biru, kok bisa?
STEM Teras Pembangunan Negara: Cabaran, Kesan dan Hala Tuju Masa Depan
STEM Teras Pembangunan Negara: Cabaran, Kesan dan Hala Tuju Masa Depan
Tingkatkan Peluang Kesembuhan, UGM Latih Kader Kesehatan Lokal Mendampingi Pasien Kanker Payudara
Tingkatkan Peluang Kesembuhan, UGM Latih Kader Kesehatan Lokal Mendampingi Pasien Kanker Payudara
