Bukan Sinkhole, Pakar Ungkap Alasan Lubang Raksasa Aceh Terus Melebar

Bukan Sinkhole, Pakar Ungkap Alasan Lubang Raksasa Aceh Terus Melebar login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Sains Bukan Sinkhole, Pakar Ungkap Alasan Lubang Raksasa Aceh Terus Melebar CNN Indonesia Sabtu, 21 Feb 2026 18:55 WIB Bagikan: url telah tercopy Lubang raksasa di wilayah Aceh Tengah menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena ukurannya yang semakin meluas dan dalam. (ANTARA FOTO/Abiyyu) Jakarta, CNN Indonesia — Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Adrin Tohari menyebut lubang besar yang terus meluas di Desa Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, bukan fenomena sinkhole, melainkan longsoran imbas kondisi tanah yang rentan.Sebelumnya, lubang raksasa di wilayah tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena ukurannya yang semakin meluas dan dalam. Banyak masyarakat menganggap kejadian ini serupa dengan shinkhole yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.Menjawab kekhawatiran tersebut, Adrin menjelaskan secara geologi kawasan tersebut tidak tersusun oleh batu gamping yang lazim menjadi penyebab sinkhole, melainkan oleh endapan piroklastik aliran yang berupa material tufa hasil aktivitas gunung api Geurendong yang sudah tidak aktif saat ini. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Pilihan RedaksiPemicu Hujan dan Angin Kencang di Awal RamadhanSama Seperti Awal Ramadan, Idul Fitri 2026 Juga Diperkirakan BerbedaBMKG: Waspada Hujan Lebat Mulai 21-23 FebruariMaterial ini, katanya, tergolong muda secara geologis dan belum mengalami pemadatan sempurna, sehingga sifatnya rapuh dan mudah runtuh. “Yang terjadi di Aceh Tengah itu sebenarnya fenomena longsoran, bukan sinkhole. Lapisan tufanya tidak padat dan kekuatannya rendah, sehingga mudah sekali tergerus dan runtuh,” kata Adrin dalam keterangannya, Kamis (10/02).Berdasarkan citra satelit Google Earth sejak 2010, kata Adrin, kawasan tersebut telah menunjukkan adanya lembah atau ngarai kecil. Seiring waktu, proses erosi dan longsoran terus berlangsung sehingga lembah itu semakin melebar dan memanjang hingga membentuk lubang besar yang terlihat saat ini.Kejadian gempa bumi juga diduga berkontribusi mempercepat proses tersebut. Gempa berkekuatan M6,2 yang terjadi di Aceh Tengah pada 2013 kemungkinan memperlemah struktur lereng sehingga memicu ketidakstabilan yang semakin besar.Selain faktor geologi dan gempa, hujan lebat dinilai menjadi pemicu utama.Batuan tufa yang rapuh mudah jenuh oleh air, sehingga kehilangan daya ikat dan akhirnya runtuh. Kemiringan lereng yang curam akibat proses longsoran sebelumnya juga memperparah kondisi.Adrin menjelaskan air permukaan dari saluran irigasi perkebunan turut berkontribusi terhadap percepatan longsor. Air yang mengalir deras dan meresap ke dalam tanah meningkatkan kelembaban lapisan tufa, sehingga memperbesar risiko runtuhan.”Jika saluran irigasi terbuka dan air terus masuk ke tanah, maka lapisan yang sudah rapuh itu menjadi semakin tidak stabil,” terangnya.Lebih lanjut, ia juga mengemukakan hipotesis adanya aliran air tanah di batas antara lapisan aliran lahar di dasar tebing yang lebih padat dan batu tufa di atasnya yang rapuh. Menurutnya, penggerusan di bagian kaki lereng oleh air tanah dapat menyebabkan bagian atas tebing kehilangan penyangga dan runtuh secara bertahap.Fenomena ini disebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan sebuah proses yang berlangsung puluhan hingga ratusan tahun. Gempa dan hujan hanya berperan mempercepat proses alami pembentukan lembah atau ngarai tersebut.Adrin menyebut kondisi serupa dapat ditemukan di wilayah lain yang memiliki karakter geologi batuan gunung api muda.Ia mencontohkan Ngarai Sianok di Sumatra Barat yang terbentuk melalui proses geologi panjang terkait dengan aktivitas tektonik Sesar Besar Sumatera dengan karakter batuan serupa.Untuk kasus ini, jelas Adrin, BRIN belum melakukan penelitian lapangan secara langsung di lokasi tersebut namun pihaknya telah melakukan analisis dari data citra.”Kami masih sebatas menganalisis berdasarkan data citra dan informasi publik. Untuk memastikan penyebab secara detail diperlukan penelitian komprehensif,” katanya.Adrin mengatakan penelitian lanjutan dapat dilakukan menggunakan metode geofisika seperti survei geolistrik, seismik refleksi, maupun microtremor untuk mengetahui struktur bawah permukaan, potensi rekahan, serta faktor yang membuat lereng mudah longsor.Adrin menekankan pentingnya mitigasi, terutama pengendalian air permukaan agar tidak meresap ke dalam tanah, penetapan zona bahaya, serta pemasangan sistem peringatan dini longsor. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap tanda-tanda awal seperti munculnya retakan tanah atau amblesan kecil. (lmy/har) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT lubang raksasa aceh tengah sinkhole brin lubang raksasa aceh ARTIKEL TERKAIT Sidang Isbat Digelar Hari Ini, Cek Prediksi Hilal dari BMKG dan BRIN BRIN soal Banyak Banjir Bandang: Alarm Runtuhnya Ekosistem Hutan BRIN Beber Mitigasi Darurat Atasi Pencemaran Kimia di Sungai Cisadane Badan Geologi Ungkap Keunikan Fenomena Sinkhole di Sumbar, Apa Itu? Pemerintah Bakal Luncurkan Konsorsium Riset, Simak Tujuannya Pakar Ungkap Penurunan Muka Tanah Bikin Banjir Jakarta Makin Parah REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *