Disinfektan penyebab resistensi antibiotik – SainsPop Beranda Artikel Sains Teknologi Kesehatan Unik Kasus Komik Tentang Kami Tim SainsPop Kontak Kabar Kontribusi Sumbang Konten Gabung Sebagai Kontributor Jadi Partner Disinfektan penyebab resistensi antibiotikHome Artikel Biologi Disinfektan penyebab resistensi antibiotik Kenapa kilatan petir bergerak zig-zag ?November 16, 2021Teh dan kopi berpotensi menurunkan risiko stroke dan demensiaNovember 20, 2021Kenapa kilatan petir bergerak zig-zag ?November 16, 2021Teh dan kopi berpotensi menurunkan risiko stroke dan demensiaNovember 20, 2021 Published by Keni Vidilaseris on November 19, 2021 Categories Biologi Kesehatan Kimia Lingkungan Tags anti mikrobaantibiotikbakteriresistensi antibiotik Resistensi antibiotik adalah salah satu tantangan besar yang harus kita tangani saat ini. Grup bakteri patogen yang memiliki resistensi antibiotik dan sulit ditangani disebut ESKAPE, yang merupakan singkatan dari enam bakteri berikut: Enterococcus faecium, Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, Acinetobacter baumannii, Pseudomonas aeruginosa, dan Enterobacter spp.Salah satu sistem pertahanan terakhir yang bisa dipakai untuk melawan patogen jenis ini adalah antibiotik aminoglikosida, jenis antibiotik yang bekerja dengan membuat lubang pada membran luar sel bakteri. Mereka sangat aktif melawan bakteri aerob, gram negatif dan bekerja secara sinergis melawan bakteri gram positif tertentu. Salah satu antibiotik jenis ini yang biasa dipakai adalah gentamisin. Antibiotik jenis ini biasa digunakan dalam pengobatan infeksi parah pada lambung dan saluran kemih, serta bakteremia dan endokarditis.Akan tetapi, hasi riset terbaru (1) menunjukan jika antibiotik jenis ini pun bisa dikalahkan oleh patogen tersebut akibat penggunaan desinfektan benzalkonium chloride (BAC) secara berlebihan. Zat ini biasa digunakan sebagai campuran pada berbagai produk obat, seperti obat tetes mata dan obat tetes telinga. Selain itu, zat ini juga terdapat pada produk sampo, kondisioner, atau losion. Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang tema ini, sangat disarankan untuk mempelajari ghostwriterhausarbeiten.com.Hasil penelitian ini menemukan bahwa BAC tidak hanya dapat mencegah antibiotik aminoglikosida bekerja, tetapi juga mendorong evolusi bakteri menjadi resisten terhadap antibiiotik. Ini sangat memprihatinkan dan membahayakan mengingat luasnya penggunaan BAC pada berbagai produk sehari-hari.Oleh karenanya, kita tidak boleh memilih produk antibakteri sebagai standar karena untuk membersihkan rumah dan sekitarnya, secara umum tidak perlu menggunakan apa pun yang bertanda ‘antibakteri’. Sabun dan produk pembersih biasa juga dapat menghilangkan hampir semua kuman.Untuk produk personal care, seperti obat tetes mata, sebaiknya kita beralih ke produk sekali pakai yang telah disterilkan daripada menggunakan disinfektan kimia. Karena, BAC tidak hanya dapat mengurangi efektivitas antibiotik, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi dan bahkan kerusakan mata dalam penggunaan jangka panjang. Referensi: Francesca L Short et al, Benzalkonium chloride antagonises aminoglycoside antibiotics and promotes evolution of resistance, EBioMedicine(2021). DOI: 10.1016/j.ebiom.2021.103653 Share0 Keni VidilaserisKeni Vidilaseris adalah seorang peneliti di Departemen Biokimia, Universitas Helsinki, Finlandia sejak 2014. Ia menyelesaikan S1 dan S2-nya di Kimia, ITB. Ia juga mendapatkan gelar doktor dalam bidang Biologi molekuler dari Universitas Vienna, Austria pada tahun 2014. Bidang yang ditekuninya adalah penentuan struktur protein dengan menggunakan metoda Sinar-X. Dia adalah pencetus dan salah satu pendiri SainsPOP.Related postsGambar 1. Perbandingan warna yang dilihat secara normal dan buta warna [1]December 21, 2021Enchroma dan Omnicular : Kacamata bagi Penderita Buta WarnaRead moreNovember 21, 2021Mata biru ternyata tak punya pigmen biru, kok bisa?Read moreNovember 20, 2021Teh dan kopi berpotensi menurunkan risiko stroke dan demensiaRead more 1 Comment ISMARONI,S.Pd says: January 21, 2023 at 10:38 amTerimakasih..sudah sangat membantuReply Leave a Reply Cancel replyYour email address will not be published. Required fields are marked *Comment *Name * Email * Website ΔSainsPop adalah situs yang berisi konten-konten tentang sains dan teknologi berbahasa Indonesia. Konten kami bisa berupa berita sains populer maupun sains dasar dengan gaya bahasa yang telah disederhanakan.Baca profil lengkapAyo Berlangganan!Masukkan email dan nama kamuDan dapatkan konten-konten terbaru yang menarik di dunia sains dan teknologi langsung di inbox email kamuEmail kamu[email protected]Nama Depannama depanNama Belakangnama belakangLanggananBecome a Patron! © 2026 Betheme by Muffin group | All Rights Reserved | Powered by WordPress Close this module Ayo BerlanggananMasukin email dan nama kamudan dapatkan konten-konten menarik tentang sains dan teknologi langsung di inbox email kamuEmail kamu[email protected]Nama depanNama depanNama belakangNama belakangLangganan
Related Posts
Menjalani Nasib: Live Draw Macau dan Impian Anda
Menjalani Nasib: Live Draw Macau dan Impian Anda
Emirates maklum penerbangan berjadual terakhir dari Algeria pada 3 Feb 2027
Emirates maklum penerbangan berjadual terakhir dari Algeria pada 3 Feb 2027
Tingkatkan Peluang Kesembuhan, UGM Latih Kader Kesehatan Lokal Mendampingi Pasien Kanker Payudara
Tingkatkan Peluang Kesembuhan, UGM Latih Kader Kesehatan Lokal Mendampingi Pasien Kanker Payudara
