Fenomena Atmosfer Penyebab Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah RI login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Climate Fenomena Atmosfer Penyebab Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah RI CNN Indonesia Selasa, 24 Feb 2026 12:00 WIB Bagikan: url telah tercopy BMKG memperkirakan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang ekuator aktif selama sepekan ke depan. ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang ekuator aktif selama sepekan ke depan, memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Tanah Air.BMKG mengatakan fenomena atmosfer pada berbagai skala, baik global, regional, maupun lokal, masih akan memberikan dampak signifikan terhadap cuaca di Indonesia.Pada skala global, La Niña dengan kategori lemah masih terdeteksi melalui nilai SOI dan Niño3.4. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di kawasan Indonesia bagian timur. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Lihat Juga :La Nina Melemah, Curah Hujan Tinggi Masih Intai Sejumlah Wilayah RI”Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih terus memengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Aktivitas MJO diperkirakan memasuki fase 3 (Indian Ocean) dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia,” kata BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 24 Februari-02 Maret. Selain itu, Gelombang Kelvin juga diprediksi aktif di sejumlah wilayah seperti Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua Barat.Kemudian, Gelombang Equatorial Rossby diperkirakan aktif di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku bagian selatan, dan Papua Selatan.”Kondisi tersebut berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut,” terang BMKG.Dinamika atmosfer di wilayah Indonesia juga dipengaruhi oleh sistem tekanan rendah yang berada di Samudra Hindia barat daya Lampung, serta sirkulasi siklonik yang terbentuk di Laut Sulu, Perairan Utara Papua, dan Kalimantan Barat.Sistem-sistem ini disebut membentuk daerah perlambatan kecepatan (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) memanjang di Samudra Hindia barat daya Lampung, dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, Pesisir Kalimantan Timur, dan di Pesisir utara Papua.Lihat Juga :Prediksi Cuaca Jakarta Selasa 24 Februari: Potensi Hujan LebatKondisi ini dinilai dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik maupun di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut.Sebelumnya, pada periode 20-23 Februari 2026, BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.Hujan dengan intensitas ekstrem tercatat di DK Jakarta (179,7 mm/hari) dan Jawa Barat (168,5 mm/hari). Selain itu, hujan dengan intensitas sangat lebat juga tercatat di Nusa Tenggara Timur (127,7 mm/hari), Banten (111,6 mm/hari), dan Sulawesi Selatan (101,0 mm/hari).Pada periode yang sama, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat juga terjadi di berbagai daerah lain. Hal ini menunjukkan hujan masih mendominasi di sebagian wilayah dengan intensitas yang bervariasi.Pada periode ini, MJO dan gelombang ekuator seperti Gelombang Kelvin terpantau aktif di sejumlah wilayah dan menjadi dalang peningkatan curah hujan tersebut.Berikut daftar wilayah berpotensi diguyur hujan lebat sepekan ke depan:24 – 26 Februari 2026Hujan lebat-sangat lebat- Sumatra: Aceh, Sumatra Utara.- Jawa: Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur.- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.- Sulawesi: Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan.- Maluku Utara- Papua TengahAngin kencang- Sumatra: Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung.- Jawa: Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur.- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.- Kalimantan: Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.- Sulawesi dan Gorontalo: Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.- Maluku: Maluku, Maluku Utara.- Papua: Papua Barat, Papua, Papua Selatan.27 Februari-2 MaretHujan lebat-sangat lebat- Jawa Barat- Jawa Timur- Sulawesi Selatan- Papua PegununganAngin kencang- Sumatra: Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung.- Jawa: Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur.- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.- Kalimantan: Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.- Sulawesi: Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.- Maluku: Maluku, Maluku Utara.- Papua: Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Selatan. (lom/mik) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT bmkg hujan lebat fenomena alam ARTIKEL TERKAIT La Nina Melemah, Curah Hujan Tinggi Masih Intai Sejumlah Wilayah RI Prediksi Cuaca Jakarta Selasa 24 Februari: Potensi Hujan Lebat Peringatan BMKG, Jatim Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan BMKG: Waspada Hujan Lebat Sepanjang 21-23 Februari Pemicu Hujan dan Angin Kencang di Awal Ramadhan Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini: Waspada Hujan Petir REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Ribut musim sejuk landa timur laut AS, NYC umum larangan perjalanan
Ribut musim sejuk landa timur laut AS, NYC umum larangan perjalanan
Finding the story
Finding the story
Istilah UPF di Menu MBG Timbulkan Kerancuan, Dosen UGM Usul Ganti dengan Sebutan Pangan Olahan
Istilah UPF di Menu MBG Timbulkan Kerancuan, Dosen UGM Usul Ganti dengan Sebutan Pangan Olahan
