Iran Siap Kerahkan ‘Senjata’ Ampuh Buat Kalahkan AS-Israel login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Teknologi Informasi Iran Siap Kerahkan ‘Senjata’ Ampuh Buat Kalahkan AS-Israel CNN Indonesia Kamis, 05 Mar 2026 13:24 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. Iran dilaporkan tengah menyiapkan ‘senjata’ ampuh untuk membalas serangan Israel dan Amerika Serikat, setelah militernya lumpuh dalam operasi Epic Fury. (Foto: REUTERS/Itai Ron) Jakarta, CNN Indonesia — Iran dilaporkan tengah menyiapkan ‘senjata’ ampuh untuk membalas serangan Israel dan Amerika Serikat, setelah militernya lumpuh dalam operasi Epic Fury. Apa senjata ampuh tersebut?Perusahaan keamanan siber Amerika Serikat (AS), Anomali, dalam analisisnya mengungkap bahwa kemungkinan Iran mengandalkan serangan siber sebagai alat balasan utama. Iran disebut akan mengerahkan wiper malware untuk melumpuhkan sistem digital musuh-musuhnya.Lihat Juga :’Senjata’ Canggih Mematikan Mulai Dipakai di Perang Iran, Ini Tandanya ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Menurut Anomali, Iran telah mengerahkan dua kelompok peretas, APT42 dan APT33, yang memiliki keterkaitan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan Ministry of Intelligence of Iran (MOIS), yang dikenal dengan nama MuddyWater.Melansir Euronews pada Senin (2/3), kelompok ini akan menargetkan jaringan pertahanan, pemerintahan, dan intelijen milik Israel serta Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan. Prediksi ini juga disampaikan dalam analisis perusahaan keamanan siber Amerika, SentinelOne. Anomali menilai, salah satu taktik yang paling mungkin digunakan oleh kelompok peretas Iran ini adalah menyebarkan wiper malware, yaitu perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk menghapus data secara permanen dan melumpuhkan sistem komputer.Metode lain yang sering digunakan oleh Iran adalah melancarkan serangan distributed denial-of-service (DDoS), untuk menjatuhkan layanan internet dan menyebarkan kampanye disinformasi untuk ‘membentuk persepsi publik’ terkait kegagalan militer atau dampak terhadap warga sipil.Tema dalam kampanye disinformasi tersebut bisa mencakup tuduhan kejahatan perang oleh Israel, kerugian militer Israel dan Amerika Serikat, hingga klaim palsu mengenai serangan balasan siber.Meski beberapa analisis, termasuk Sophos, menilai kelompok Iran kerap melebih-lebihkan kemampuannya, mereka tetap dianggap sebagai aktor yang mumpuni. Rekam jejak mereka juga tak kaleng-kaleng, karena pernah menargetkan infrastruktur penting dan sektor keuangan selain domain pemerintah.Tahun lalu, otoritas Israel mengklaim bahwa kelompok pro-Iran mengirim pesan teks palsu yang menyamar sebagai Israel Defense Forces (IDF) yang memperingatkan adanya serangan yang akan datang ke tempat perlindungan bom.Pilihan RedaksiPrediksi Grok Soal Serangan AS-Israel Viral, Elon Musk SesumbarOpenAI Mau Kembangkan Teknologi AI Militer Canggih, ChatGPT DitinggalDaftar Rudal Punya Iran Buat Balas Gebuk Israel-Amerika SerikatDi sisi lain, Israel juga bukan tanpa pertahanan. IDF memiliki Unit 8200, unit siber elite yang bekerja erat dengan kepolisian Israel dan National Security Agency (NSA). Unit ini juga diyakini turut bertanggung jawab atas beberapa serangan siber besar, termasuk serangan Stuxnet pada awal 2010-an.Stuxnet adalah virus komputer yang merusak atau menghancurkan centrifuge, komponen penting untuk memperkaya uranium, di fasilitas pengayaan uranium Iran di Natanz, salah satu lokasi yang menjadi sasaran serangan rudal Israel baru-baru ini.Iran juga pernah menuduh Israel menggunakan aplikasi pesan populer WhatsApp untuk memata-matai warganya dan mengumpulkan informasi bagi otoritas Israel selama perang 12 hari tahun lalu.Otoritas Iran bahkan sempat mendesak masyarakat untuk menghapus aplikasi tersebut dari ponsel mereka selama konflik berlangsung, meskipun tuduhan itu dibantah oleh Meta Platforms, perusahaan induk WhatsApp.Menurut laporan The Guardian, ini bukan pertama kalinya Israel dituduh menggunakan perangkat lunak mata-mata untuk pengawasan. Unit 8200 juga dilaporkan menggunakan perangkat lunak Microsoft untuk menyimpan rekaman panggilan telepon warga Palestina.Selain itu, ada pula kelompok anti-Iran yang mungkin terlibat. Kelompok Gonjeshke Darande atau “Predatory Sparrow” mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap salah satu bank terbesar Iran, Bank Sepah, selama eskalasi konflik 12 hari dengan Iran tahun lalu.Kelompok tersebut juga mengaku berada di balik sejumlah serangan siber lain terhadap Iran, termasuk serangan terhadap pabrik baja pada 2022 serta serangan terhadap jaringan pom bensin pada 2023. (dmi/dmi) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT amerika serikat serangan siber iran malware keamanan siber perang iran israel perang iran as ARTIKEL TERKAIT ‘Senjata’ Canggih Mematikan Mulai Dipakai di Perang Iran, Ini Tandanya Hacker ‘Serbu’ Aplikasi Pengingat Salat Ketika Israel Serang Iran Prediksi Grok Soal Serangan AS-Israel Viral, Elon Musk Sesumbar Daftar 11 Aplikasi HP Buatan Eks Intel Israel, 2 Banyak Dipakai di RI Manfaatkan Chatbot AI, Hacker Curi Data Ratusan Giga dari Pemerintah Waspada Modus Penipuan Account Takeover, Ini Tandanya REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
10 fakta menarik hari ini yang Bikin Kamu Terkaget-Kaget
10 fakta menarik hari ini yang Bikin Kamu Terkaget-Kaget
Israel lancar serangan udara besar-besaran ke atas Tehran
Israel lancar serangan udara besar-besaran ke atas Tehran
Pakar Ungkap Risiko Transfer Data Imbas Perjanjian Dagang RI-AS
Pakar Ungkap Risiko Transfer Data Imbas Perjanjian Dagang RI-AS
