Kenapa Hilal Harus 3 Derajat Buat Tentukan Awal Ramadhan?

Kenapa Hilal Harus 3 Derajat Buat Tentukan Awal Ramadhan? login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Sains Kenapa Hilal Harus 3 Derajat Buat Tentukan Awal Ramadhan? CNN Indonesia Selasa, 17 Feb 2026 08:30 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. Perhitungan hilal untuk menentukan awal bulan Hijriah menggunakan kriteria MABIMS. Metode hisab dan rukyat juga dijelaskan untuk penjadwalan ibadah. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) Jakarta, CNN Indonesia — Perhitungan dan pengamatan hilal dilakukan untuk menentukan awal bulan Hijriah, seperti bulan Ramadhan dan Syawal. Ada beberapa kriteria yang digunakan, salah satunya MABIMS yang menggunakan syarat posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.Kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) merupakan acuan baru yang digunakan pemerintah untuk menentukan awal bulan Hijriah.Lihat Juga :Pakar BRIN Prediksi 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Dikutip dari laman Kementerian Agama, kriteria ini merupakan pembaruan dari kriteria sebelumnya, yakni 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat yang mendapat masukan dan kritik.Rukyat atau pengamatan hilal dilakukan pada saat Matahari terbenam di tanggal 29 Hijriah. Hilal merupakan bulan sabit tipis yang pertama kali tampak setelah terjadi ijtimak (konjungsi). Hal inilah yang bisa menyebabkan terjadinya beda hitungan hisab dan rukyat. Pengamatan dilakukan untuk mengonfirmasi hisab atau perhitungan yang telah dilakukan.Dikutip dari buku Pedoman Hisab Muhammadiyah Cetakan Kedua (2009), kata “hisab” berasal dari bahasa Arab yaitu “al hisab” yang artinya adalah perhitungan atau pemeriksaan. Sementara dalam bidang fikih, istilah ini berkaitan dengan penentuan waktu-waktu ibadah.Hisab menggunakan hitungan numerik-matematik untuk menetapkan awal bulan Hijriyah tanpa verifikasi faktual atau rukyat hilal.Dengan hisab, umat Islam dapat menghitung posisi-posisi geometris benda-benda langit untuk menentukan penjadwalan waktu di muka bumi, termasuk untuk menentukan bulan kamariah yang terkait dengan ibadah.Lihat Juga :Ilmuwan Klaim Temukan Lokasi Tuhan, Jaraknya Sejauh Ini dari BumiSingkatnya, hisab digunakan sebagai metode perhitungan waktu dan arah tempat dalam berbagai ibadah, seperti penetapan jadwal salat, waktu dimulainya puasa Ramadhan, Idul Fitri, pelaksanaan haji, dan lainnya.Hingga saat ini, metode hisab masih digunakan oleh Muhammadiyah untuk menentukan awal bulan dalam kalender Hijriah. Hisab yang digunakan adalah hisab hakiki wujudul hilal dengan kriteria sebagai berikut:- Telah terpenuhinya ijtimak (konjungsi). Ijtimak terjadi sebelum Matahari terbenam- Pada saat terbenamnya Matahari, bulan berada di atas ufuk.- Apabila tiga kriteria itu terpenuhi, maka hari tersebut dianggap telah sah masuk dalam awal bulan Hijriyah.Pengamatan hilalPengamatan hilal bisa dilakukan dengan mata telanjang atau menggunakan alat bantu optik. Apabila hilal terlihat maka malam itu menandai awal bulan baru. Namun, visibilitas hilal ini akan dipengaruhi oleh jarak sudut antara bulan dan Matahari.Berdasarkan kriteria Danjon, hilal baru bisa terlihat dengan mata telanjang jika jaraknya minimal 7 derajat. Karena faktor cuaca dan keterbatasan pengamatan, sering kali alat optik seperti teleskop digunakan untuk meningkatkan akurasi.Di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) menjadikan metode ini sebagai pedoman utama yang terbagi menjadi tiga cara, yaitu:- Kasatmata telanjang (bil fi’li): Hilal dapat terlihat langsung tanpa bantuan alat.- Kasatmata teleskop: Hilal hanya bisa diamati dengan bantuan teleskop.- Kasat-citra: Hilal terdeteksi melalui sensor atau kamera yang terhubung dengan alat optik. (lom/dmi) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT mabims hilal awal ramadhan hisab kalender hijriah metode rukyat ARTIKEL TERKAIT Sidang Isbat Digelar Hari Ini, Cek Prediksi Hilal dari BMKG dan BRIN Bagaimana Cara Menentukan Hilal Awal Ramadhan 2026? Ini Penjelasannya Sudah Tentukan 1 Ramadhan, Muhammadiyah Pakai Metode Hisab Apa? Bosscha Ungkap Hilal Tak Bisa Diamati pada 17 Februari, Apa Efeknya? Pakar BRIN Prediksi 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 Akankah Prediksi Awal Ramadhan 2026 Berbeda? Begini Kata BRIN-BMKG REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *