Kisah Herdiana, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Berbisnis Teh Herbal Celup

Kisah Herdiana, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Berbisnis Teh Herbal Celup – Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA id EN Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Pendaftaran Sarjana dan Sarjana Terapan International Undergraduate Program (IUP) Pascasarjana Bantuan Keuangan & Beasiswa Tinggal di Kampus Biaya Pendidikan Pelajar Internasional Pendidikan Fakultas dan Sekolah Kalender Akademik Diktisaintek Berdampak Fasilitas Belajar UGM Online Kanal Pengetahuan LMS ELOK UGM Aplikasi Web SIMASTER E-Jurnal UGM Channel Internet Ruang Kerja Bersama Literasi Bahasa Inggris dengan AI Sumber Daya Siswa Aplikasi SIMASTER SIMASTER VNext Student Mobile Apps – IOS SIMASTER VNext Student Mobile Apps – Android Perpustakaan Fasilitas Organisasi Kemahasiswaan Kantor Internasional Transportasi Dukungan Klinik Kesehatan Rumah Sakit Akademik Health Promoting University Pusat Krisis Keamanan dan Keselamatan Penelitian Penelitian Sorotan dan Dampak Tinggi Publikasi Buku Produk Pusat Penelitian Keahlian Jaringan Kemenristekdikti LPDP Fasilitas Penelitian LPPT UGM 10 Learning Centers Open Data Manajemen Lab Terpadu Manajemen Penelitian Manajemen Etik dan Penguatan Integritas Research Administration Etichal Clearance Pengabdian Pengabdian Highlight dan High Impact KKN PPM KKN ECL Desa Binaan Teknologi Tepat Guna Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Unit Tanggap Bencana Pusat Regional Keahlian UMKM Layanan Suara Kita Aspirasi UGM Whistleblowing System lapor.go.id Layanan Darurat dan Pusat Krisis Layanan Kesehatan Terpadu Kontak Darurat Pusat Krisis Satgas PPKS Layanan Terpadu University Services Layanan Laboratorium Terpadu Layanan Homestay UGM Asrama Mahasiswa Layanan Pengadaan Layanan Terpadu Layanan Alumni Campus Visit Layanan Data dan Informasi Search UGM Peta Kampus UGM dalam Angka Layanan Informasi Publik Laporan Keuangan Agenda Layanan Elektronik/E-Mall UGM Online SIMASTER VNext Parents – Android SIMASTER Vnext Parents – IOS Virtual Campus Tour Tentang Tentang UGM Sambutan Rektor Visi dan Misi Tugas dan Fungsi Organisasi Direktorat dan Unit Kerja Sejarah Makna Lambang Himne Gadjah Mada Panduan Identitas SDGs SDGs Portal SDGs Dashboard SDGs dengan AI Berita Peduli Bencana Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA BeritaAlumni Kisah Herdiana, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Berbisnis Teh Herbal Celup Alumni 20 Februari 2026, 15.06 Oleh : agungnoe Perjalanan bisnis sesorang bisa dimulai dari hal sederhana. Begitu pun Herdiana Dewi Utari, S.Si, pemilik usaha teh herbal Dewiti ini telah terbiasa berjualan sejak di bangku kuliah Fakultas Geografi UGM hingga setelah menikah. Meski menjadi ibu rumah tangga, ia tetap melanjutkan rintisan usaha teh herbal. Selain bisa menopang ekonomi keluarga, kegemarannya berwirausaha pun terus bertumbuh secara alami hingga akhirnya bisa menciptakan produk herbal yang kini telah menjangkau pasar nasional bahkan internasional. “Semua bermula dari kepedulian terhadap kebutuhan ibu-ibu rumah tangga. Itu yang menjadi awal ide bisnis,” ungkapnya saat wawancara di Kampus UGM, Jum’at (20/2). Herdiana Dewi Utari, S.Si., alumni Universitas Gadjah Mada Fakultas Geografi Program Studi Kependudukan dan Tenaga Kerja angkatan 1991 merupakan pemilik CV Dewi Makmur, sebuah UMKM yang memproduksi aneka olahan teh herbal dengan merek dagang DEWITI. Herdiana mengaku semangat kewirausahaan yang ia miliki tidak lahir dari ruang kelas bisnis, namun bermula karena kepedulian dan keberanian membaca peluang pasar. Di awal merintis usaha olahan teh herbal, Herdiana mengaku dilatarbelakangi seringkali memperhatikan kebiasaan anak-anak yang gemar mengonsumsi minuman ringan berwarna, berperasa, dan mengandung pemanis serta pengawet. Dari pengamatan itulah muncul ide bisnis, dan disaat bersamaan tengah popular tren minuman berbahan bunga rosela. Iapun lantas mencoba membuat berbagai olahan rosela untuk konsumsi keluarga berupa teh rosela, sirop, selai, hingga manisan. “Senang karena ada respons dari anak-anak, dan ini menjadi titik balik penting. Produk rosela ini disukai karena rasanya segar, warna merah cerah, dan rasa manisnya berasal dari gula asli,” terangnya. Membaca dari berbagai literatur mengenai manfaat rosela semakin memantapkan langkah Herdiana membuat produk herbal ini. Hal itu semakin memperkuat keyakinannya bahwa produk herbal ini memiliki potensi pasar yang luas, dan iapun mulai menata langkah secara lebih serius. Di awal, ia fokus membangun usaha ini secara rumahan, dan ia memilih minuman herbal disamping untuk memenuhi kebutuhan keluarga, produk ini dinilainya layak untuk dipasarkan secara profesional. Herdiana bercerita CV Dewi Makmur mulai menjalankan usaha pada Juni 2008, dan di saat itu proses produksi masih dilakukan dengan menggunakan peralatan manual dan hanya memproduksi satu jenis produk, yaitu rosela. Seiring meningkatnya pasar dan permintaan konsumen maka usaha ini mengalami perkembangan pesat, dan di tahun 2010 ia membentuk merek dagang DEWITI. Untuk memperkuat legalitas usaha iapun mengupayakan usahanya berbadan hukum CV. Dalam dunia usaha, langkah tersebut dinilai sebagai fase penting dalam profesionalisasi bisnis karena legalitas bukan sekadar formalitas, melainkan pondasi untuk ekspansi pasar, sertifikasi, dan penguatan kepercayaan konsumen.  Produk DEWITI pun semakin berkembang. Ada sembilan jenis produk herbal yang dihasilkan antara lain Teh Rosella, Teh Kulit Manggis, Teh Daun Sirsak, Teh Jati Cina, Angkak, Wedang Uwuh, Teh Sarang Semut, Teh Daun Kelor, dan Teh Sereh Wangi / Teh Sereh Jahe. “Berbagai varian ini tentu menjadi bukti bahwa kami CV Dewi Makmur mampu membaca kebutuhan pasar sekaligus mengembangkan diversifikasi produk berbasis herbal lokal,” terangnya. Dengan penuh syukur, Herdiana menuturkan salah satu pencapaian penting CV Dewi Makmur adalah kontribusinya sebagai pelopor teh herbal celup di Yogyakarta. Dia bercerita di tahun 2008, produsen teh herbal celup masih sangat sedikit. Tercatat, di tahun-tahun itu CV Dewi Makmur menjadi salah satu dari dua produsen di Yogyakarta yang memproduksi teh herbal dalam bentuk celup, dan CV Dewi Makmur tercatat sebagai produsen pertama yang memasarkan produk teh herbal celup ke retail modern dan toko oleh-oleh. “Saat pesaing sejenis masih didominasi produk dari Jakarta dan Jawa Timur, CV Dewi Makmur mampu mengisi ruang pasar di Yogyakarta dengan produk lokal yang berkualitas. Strategi penetrasi pasar ini memperlihatkan jika kekuatan UMKM tidak selalu bergantung pada skala modal, tetapi lebih pada ketepatan membaca momentum, inovasi produk, serta keberanian membuka jalur distribusi baru,” paparnya. Perjalanan tidak selalu mulus. Tantangan besar dihadapi CV Dewi makmur saat pandemi Covid-19 melanda di tahun 2020. Meski produk herbal sempat booming, kondisi pasar di masa covid tidak serta-merta menguntungkan. Bahkan di awal pandemi, bisnis CV Dewi Makmur justru mengalami over stock, akibat penutupan toko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *