Komdigi Ajak Kementerian Hingga Pemprov Jalankan PP Tunas login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Teknologi Informasi Komdigi Ajak Kementerian Hingga Pemprov Jalankan PP Tunas CNN Indonesia Rabu, 11 Mar 2026 17:22 WIB Bagikan: url telah tercopy Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan ada 70 juta anak di bawah 16 tahun di Indonesia, lebih banyak dari Australia. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga) Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggandeng sejumlah kementerian di Kabinet Merah Putih untuk melindungi 70 juta anak Indonesia dalam implementasi PP Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik Dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas.”Secara kolaboratif kita semua sudah sepakat untuk melakukan aksi-aksi percepatan menuju tanggal 28 Maret agar upaya perlindungan anak di ranah digital sesuai dengan semangat dari Bapak Presiden bisa dijalankan dengan lebih efektif,” kata Menkomdigi Meutya Hafid usai Rapat Koordinasi di Kantor Komdigi, Jakarta, Rabu (11/3).”Apakah ada tantangan? Pasti, tadi kita juga sudah bahas bahwa Indonesia menjadi negara pertama dengan skala yang besar. Jadi Australia 5,7 juta anak, kita 70 juta anak kalau dihitung dari 16 tahun ke bawah,” ucapnya lagi. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Lihat Juga :Aturan Turunan PP Tunas Disahkan, Akun Medsos Anak Bakal DitutupDalam rapat tersebut hadir Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Agama, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, dan Sekretaris Kabinet. Mendagri Tito Karnavian menyatakan komitmennya mengawal aturan ini dengan menjadikannya mainstream di dalam perencanaan program pemerintah daerah, seperti di RPJMD.”Kemudian juga masuk dalam rencana strategis mereka dan juga masuk dalam APBD dan RKB, Rencana Kerja Pemerintah Tahunan,” katanya.Ia menambahkan bahwa pihaknya juga akan memberikan surat edaran kepada pemerintah daerah untuk melindungi anak-anak sebagaimana disebutkan dalam PP Tunas menggunakan local wisdom mereka.”Misalnya di Bali, dia menggunakan basis adat untuk pendidikan anak-anak, menjaga anak-anak menyalahgunakan sistem elektronik,” jelasnya.Ia bahkan berencana membuat indeks daerah peduli pelindungan anak dari bahaya sistem elektronik. Ia juga berencana memberi reward bagi daerah yang melakukan pelindungan anak di ruang digital dengan baik.Di sekolah, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan pihaknya telah memiliki Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman yang sejalan dengan PP Tunas.”Upaya ini kami lakukan dalam rangka membangun budaya sekolah yang di situ tumbuh suasana yang saling menghormati, saling memuliakan dan saling mendukung untuk keberhasilan belajar dan menjadikan sekolah sebagai rumah yang kedua bagi anak-anak kita,” tuturnya.Salah satu poin yang disorotinya adalah soal penggunaan teknologi digital dengan prinsip 3S, yaitu tentang screen time untuk pembatasan waktu penggunaan gawai; screen break untuk membiasakan mengistirahatkan mata agar tidak terlalu lama menggunakan gawai; dan screen zoom, yakni membuat kesepakatan area mana yang boleh atau tidak boleh membawa dan menggunakan gawai.Kemendikdasmen juga disebut akan mengirimkan surat ke sekolah-sekolah untuk ikut mensosialisasikan aturan PP Tunas.Sementara itu, KemenPPPA Arifatul Choiri Fauzi menyebut penggunaan gadget dan media sosial yang tidak bijak sebagai salah satu pemicu angka kekerasan terhadap anak.Kehadiran PP Tunas yang mengurangi paparan gadget pada anak, katanya, memerlukan alternatif aktivitas lain sebagai pengganti.”kami tawarkan di Ruang Bersama Indonesia ini adalah karena anak-anak ini tidak bisa hanya dilarang tapi harus dikasih solusinya kalau aku tidak boleh main gadget apa yang harus dilakukan. Maka salah satu yang kami tawarkan adalah pemanfaatan memaksimalkan permainan tradisional yang berbasis kearifan lokal,” ujarnya.Lihat Juga :Komdigi Ungkap 7 Risiko yang Mengintai Anak di Medsos, Apa Saja?Menurutnya, permainan tradisional memiliki filosofi yang sangat tinggi dalam membangun karakter anak Indonesia. Dalam permainan tradisional itu tidak ada yang sendiri, minimal berdua sampai sepuluh.”Di situ ditanamkan bagaimana anak-anak harus antri, harus menghargai, tidak boleh curang dan tanpa disadari di permainan tradisional ini menanamkan nilai-nilai Pancasila. Anak-anak tidak pernah melihat latar belakangnya apa, mereka akan tetap bermain bersama. Apapun agamanya, apapun latar belakang budayanya, mereka akan tetap bermain bersama,” jelasnya.Sebelumnya, Menkomdigi menerbitkan Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan turunan dari PP Tunas. Penerbitan aturan ini sekaligus mengumumkan 28 Maret sebagai awal implementasi aturan tersebut.Pada awal implementasi tersebut, platform akan diminta secara bertahap menonaktifkan akun-akun milik anak di platform YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Thread, X, Bigolive, hingga Roblox. (lom/fea) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT komdigi perlindungan anak kabinet merah putih pp tunas medsos ARTIKEL TERKAIT Komdigi Sahkan Aturan Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Ditutup Aturan Turunan PP Tunas Disahkan, Akun Medsos Anak Bakal Ditutup Komdigi: Kepatuhan Meta di Bawah 30 Persen, Digital Scam Meningkat Hentikan Pemborosan Anggaran, Pemerintah Tertibkan Belanja TIK Mark Zuckerberg Buka Suara Soal Medsos Bikin Kecanduan Discord Terapkan Verifikasi Usia dengan Scan Wajah Mulai Bulan Depan REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Malaysia kekal dapat dua slot kejohanan Asia
Malaysia kekal dapat dua slot kejohanan Asia
Xiaomi 17 Series Meluncur di RI Besok, Cek Bocoran Speknya
Xiaomi 17 Series Meluncur di RI Besok, Cek Bocoran Speknya
Pengeluaran Data HK Pools: Rincian Penuh serta Terkini Pada Hari Ini
Pengeluaran Data HK Pools: Rincian Penuh serta Terkini Pada Hari Ini
