Laser : Penangkal Petir yang Efektif – SainsPop Teknologi Beranda Artikel Sains Teknologi Kesehatan Unik Kasus Komik Tentang Kami Tim SainsPop Kontak Kabar Kontribusi Sumbang Konten Gabung Sebagai Kontributor Jadi Partner Laser : Penangkal Petir yang EfektifHome Artikel Fisika Laser : Penangkal Petir yang Efektif Ruang Kedap SuaraAugust 23, 2021Blood Agar Plates: Media Pembiakan Bakteri Menggunakan Nutrisi Dari DarahSeptember 22, 2021Ruang Kedap SuaraAugust 23, 2021Blood Agar Plates: Media Pembiakan Bakteri Menggunakan Nutrisi Dari DarahSeptember 22, 2021 Published by Muhammad Siddiq Ilyas Lubis on September 4, 2021 Categories Fisika Teknologi Tags Laserpetir Proyeksi laser ke langitKamu tahu bagaimana petir bisa terjadi? Sebelum itu, kita juga harus tahu petir itu apa. Petir adalah pelepasan muatan listrik akibat ketidaksetimbangan muatan antara awan dan permukaan tanah di bumi. Namun, sebagian besar petir terjadi di dalam awan sendiri.[1] Fakta lainnya, petir dapat meningkatkan suhu di sekelilingnya hingga lima kali suhu di permukaan matahari.[2] Panas tersebut menyebabkan udara secara cepat meregang dan bergetar, akibatnya suara gemuruh yang menggelegar terdengar oleh kita setelah munculnya kilat di langit.Bencana alam berulang-ulang kali terjadi akibat sambaran petir yang dahsyat. Petir dapat menyebabkan pemadaman listrik secara tiba-tiba, kebakaran hutan, kerusakan sistem elektronik, dan bahkan menyebabkan kematian manusia dan hewan-hewan ternak. Terhitung kerusakan yang dihasilkan akibat sambaran petir berjumlah milyaran euro setiap tahunnya.[3] Ditambah lagi peningkatan perubahan iklim akibat pemanasan global, memicu naiknya frekuensi bahaya badai. Dengan demikian memungkinkan adanya peningkatan petir di masa depan.Cara Kerja Tiang Penangkal PetirHampir 270 tahun silam, Benjamin Franklin menemukan tiang penangkal sebagai penangkal sambaran petir.[4] Banyak orang salah kaprah bahwa penangkal listrik tersebut menarik muatan-muatan petir menuju kerangka tiang. Namun, jawaban yang lebih tepat adalah karena tiang petir memiliki rangkaian beresistansi rendah yang diarahkan menuju tanah. Ketika petir menyambar, sistem berusaha mengarahkan arus listrik berjumlah besar menuju tanah.[5] Salah satu negara yang memiliki penangkal petir tertinggi contohnya menara Burj Khalifa di Uni Emirat Arab.[6]Contoh tampilan tiang penangkal listrik pada umumnya (indiamart.com)Konsep proteksi penangkal petir masih dianggap biasa seperti yang digunakan oleh banyak negara. Kita bukan katakan alat penangkal petir ini tidak bermanfaat. Namun karena banyaknya kekurangan yang ditimbulkan seperti pemasangan tiang secara permanen, alhasil menimbulkan efek buruk pada lingkungan sekitarnya. Beberapa dampaknya seperti gangguan interferensi elektromagnetik dan lonjakan tegangan di dalam perangkat elektronik (handphone, televisi, radio, dan lain-lain). Permasalahan ini mengharuskan adanya pencarian solusi yang tepat untuk menangkal efek samping dari penangkal petir tersebut.Penangkal Petir Baru Berbasis LaserTernyata ada alat yang lebih canggih dalam menghilangkan gangguan gelombang komunikasi dan lonjakan tegangan listrik pada perangkat elektronik. Alat canggih itu adalah laser.Lho, kok laser? Bukannya laser yang komersil dipakai oleh anak-anak itu yahh? Ya, itu salah satu contohnya, laser pointer namanya. Tapi, gak benar juga kalau itu dijadikan mainan karena berbahaya untuk retina mata kita. Jadi, laser yang digunakan untuk proteksi petir itu disebut dengan laser lightning rod atau tiang penangkal petir laser.Gagasan itu sebenarnya sudah diungkapkan oleh lembaga proyek riset EU-funded LLR project. Salah satu peneliti yang didanai untuk proyek tentang laser adalah Clemens Herkommer. Ia telah menghabiskan waktu selama empat tahun mengembangkan sistem laser. Ia memasang sistem laser kilohertz-terawatt (berfrekuensi ribuan hertz dan daya arus listriknya triliunan watt) di puncak Gunung Säntis. Tujuannya agar laser dapat mengontrol dan membelokkan petir dengan aman. Maksud penggunaan jumlah energi listrik yang tinggi pada laser adalah merangsang keluarnya kilatan petir. Menara tersebut memiliki ketinggian 123 meter di atas Gunung Säntis. Setelah perangsangan terjadi, petir keluar dari awan gelap dan kemudian dialirkan menuju tempat yang aman. Menara laser di atas Gunung Säntis, Swiss (https://www.trumpf.com) [7]Sistem kerja laser yang digunakan oleh Herkommer adalah sebagai berikut. 1000 pulsa gelombang sinar laser sangat pendek (ultrashort laser pulse) ditembakkan menuju atmosfer setiap hitungan detik. Pada saat yang bersamaan, Si “laser super” akan menghasilkan saluran panjang yang telah terionisasi. Saluran itu disebut filamen laser yang ditembakkan menuju awan-awan. Filamen laser akan bertindak sebagai lintasan acuan bagi petir, sehingga petir akan dibelokkan dari gedung-gedung yang rentan terkena sambaran ke arah laser terionisasi.[8] Kereen… hanya dengan melepaskan laser dalam hitungan detik, kita bisa selamatkan bumi dari bahaya energi petir. Referensi [1] Lightning Facts and Information : Nationalgeographic.com[2] Lightning Facts and Information : Nationalgeographic.com[3] Installation demonstrate how terawatt lasers can control and safely divert lightning, phys.org[4] Installation demonstrate how terawatt lasers can control and safely divert lightning, phys.org[5] Howstuffworks.com[6] Burj Khalifa, https://www.gulfnews.com/[7] https://www.trumpf.com/ : A super laser on Säntis mountain: TRUMPF fires up laser lightning rod in Swiss Alps[8] Thomas Produit, Pierre Walch, Clemens Herkommer et. al, The Laser Lightning Rod project European Physical Journal: Applied Physics, EDP Sciences, 2021, 93 (1), pp.10504. ff10.1051/epjap/2020200243ff. ffhal-03078714v2 Share2 Muhammad Siddiq Ilyas LubisAlumni Universitas Andalas Jurusan Fisika, Sumatera Barat. Ia adalah awardee LPDP 2021 untuk tujuan Magister Tokyo Institute of Technology. Insyaa Allah akan memulai studinya tahun 2023.Related postsGambar 1. Perbandingan warna yang dilihat secara normal dan buta warna [1]December 21, 2021Enchroma dan Omnicular : Kacamata bagi Penderita Buta WarnaRead moreDecember 20, 2021Teori Liar Astrofisika : Jalan Pintas antar GalaksiRead moreNovember 21, 2021Mata biru ternyata tak punya pigmen biru, kok bisa?Read moreLeave a Reply Cancel replyYour email address will not be published. Required fields are marked *Comment *Name * Email * Website ΔSainsPop adalah situs yang berisi konten-konten tentang sains dan teknologi berbahasa Indonesia. Konten kami bisa berupa berita sains populer maupun sains dasar dengan gaya bahasa yang telah disederhanakan.Baca profil lengkapAyo Berlangganan!Masukkan email dan nama kamuDan dapatkan konten-konten terbaru yang menarik di dunia sains dan teknologi langsung di inbox email kamuEmail kamu[email protected]Nama Depannama depanNama Belakangnama belakangLanggananBecome a Patron! © 2026 Betheme by Muffin group | All Right
Related Posts
5 Kabar Anak Muda yang Menginspirasi Perubahan di Lingkungan
5 Kabar Anak Muda yang Menginspirasi Perubahan di Lingkungan
Geowisata GEA 73 2026: Antara Panas Kamojang dan Persahabatan Abadi
Geowisata GEA 73 2026: Antara Panas Kamojang dan Persahabatan Abadi
Ruang Kedap Suara
Ruang Kedap Suara
