Mata biru ternyata tak punya pigmen biru, kok bisa? – SainsPop Beranda Artikel Sains Teknologi Kesehatan Unik Kasus Komik Tentang Kami Tim SainsPop Kontak Kabar Kontribusi Sumbang Konten Gabung Sebagai Kontributor Jadi Partner Mata biru ternyata tak punya pigmen biru, kok bisa?Home Artikel Biologi Mata biru ternyata tak punya pigmen biru, kok bisa? Teh dan kopi berpotensi menurunkan risiko stroke dan demensiaNovember 20, 2021Teori Liar Astrofisika : Jalan Pintas antar GalaksiDecember 20, 2021Teh dan kopi berpotensi menurunkan risiko stroke dan demensiaNovember 20, 2021Teori Liar Astrofisika : Jalan Pintas antar GalaksiDecember 20, 2021 Published by Keni Vidilaseris on November 21, 2021 Categories Biologi Fisika Sains Tags efek tyndallmatamata birumelaninpigmen Bagi kamu yang baca tulisan ini, kemungkinan besar matamu berwarna cokelat yang berasal dari senyawa melanin, senyawa pigmen yang sama yang terdapat pada kulitmu. Tapi ternyata, bagi orang yang matanya berwarna biru, mereka tidak memiliki pigmen warna biru pada matanya [1]. Kok bisa?Jawabannya adalah karena efek Tyndall. Efek Tyndall adalah gejala penghamburan cahaya oleh partikel-partikel koloid karena ukuran partikel koloidnya yang cukup besar. Karena efek inilah langit terlihat berwarna biru. Kaitannya dengan warna mata bagaimana? Untuk lebih jelasnya, ayo kita eksplor lebih jauh!Pada bagian tengah mata kita, terdapat lingkaran berwarna yang berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke dalam mata. Lingkarang berwarna ini bernama iris. Ketika cahaya terang masuk, iris akan melebar dan menutupi pupil (orang-orangan mata) dan ketika cahaya redup, iris akan menyusut yang mengakibatkan pupil melebar. Ini menyebabkan lebih banyak cahaya masuk ke dalam mata kita. Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang tema ini, sangat disarankan untuk mempelajari ghostwriter facharbeit.Iris pada mata terdiri dari dua lapisan: lapisan atas yang disebut stroma dan lapisan epitelium di bawahnya. Setiap lapisan ini bisa memiliki pigmen di dalamnya. Orang bermata coklat memiliki pigmen melamin tinggi di setiap lapisan irisnya.Pada orang yang matanya berwarna biru, lapisan stroma ini tidak memiliki melamin sehingga tembus pandang (translusen) dan cahaya yang melewatinya tersebar secara acak. Ini terjadi karena orang ini mengalami mutasi genetika pada gen yang bernama HERC2 yang menyebabkan irisnya tidak menghasilkan melanin [2].Ketika cahaya putih mengenai stroma, ia menghamburkan kembali cahaya yang diterimanya. Warna biru dihamburkan lebih kuat dibandingkan warna lain karena gelombang cahaya ini bergerak pada panjang gelombang yang lebih pendek. Ini menyebabkannya lebih mudah dipantulkan dan lebih mudah terlihat.Untuk orang yang matanya berwarna abu-abu, fenomena yang mirip dengan mata biru terjadi, tapi stromanya mengandung kolagen (protein penyusun jaringan ikat, tulang rawan, kulit, dll) dalam jumlah besar. Hal ini menyebabkan lapisan ini kurang tembus cahaya sehingga pendaran warna biru akibat efek Tyndallnya teredam. Sedangkan untuk orang yang matanya berwarna hijau, efek Tyndall masih terjadi tapi karena stromanya mengandung melanin dalam kadar rendah, pantulang warna birunya tampak lebih gelap dan berwarna lebih kehijauan. Referensi:[1] C. W. Mason, ‘Blue Eyes’, J. Phys. Chem., vol. 28, no. 5, pp. 498–501, May 1924, doi: 10.1021/j150239a007.[2] H. Eiberg et al., ‘Blue eye color in humans may be caused by a perfectly associated founder mutation in a regulatory element located within the HERC2 gene inhibiting OCA2 expression’, Hum. Genet., vol. 123, no. 2, pp. 177–187, Mar. 2008, doi: 10.1007/s00439-007-0460-x. Share1 Keni VidilaserisKeni Vidilaseris adalah seorang peneliti di Departemen Biokimia, Universitas Helsinki, Finlandia sejak 2014. Ia menyelesaikan S1 dan S2-nya di Kimia, ITB. Ia juga mendapatkan gelar doktor dalam bidang Biologi molekuler dari Universitas Vienna, Austria pada tahun 2014. Bidang yang ditekuninya adalah penentuan struktur protein dengan menggunakan metoda Sinar-X. Dia adalah pencetus dan salah satu pendiri SainsPOP.Related postsGambar 1. Perbandingan warna yang dilihat secara normal dan buta warna [1]December 21, 2021Enchroma dan Omnicular : Kacamata bagi Penderita Buta WarnaRead moreDecember 20, 2021Teori Liar Astrofisika : Jalan Pintas antar GalaksiRead moreNovember 20, 2021Teh dan kopi berpotensi menurunkan risiko stroke dan demensiaRead moreLeave a Reply Cancel replyYour email address will not be published. Required fields are marked *Comment *Name * Email * Website ΔSainsPop adalah situs yang berisi konten-konten tentang sains dan teknologi berbahasa Indonesia. Konten kami bisa berupa berita sains populer maupun sains dasar dengan gaya bahasa yang telah disederhanakan.Baca profil lengkapAyo Berlangganan!Masukkan email dan nama kamuDan dapatkan konten-konten terbaru yang menarik di dunia sains dan teknologi langsung di inbox email kamuEmail kamu[email protected]Nama Depannama depanNama Belakangnama belakangLanggananBecome a Patron! © 2026 Betheme by Muffin group | All Rights Reserved | Powered by WordPress Close this module Ayo BerlanggananMasukin email dan nama kamudan dapatkan konten-konten menarik tentang sains dan teknologi langsung di inbox email kamuEmail kamu[email protected]Nama depanNama depanNama belakangNama belakangLangganan
Related Posts
Parti Nasionalis Bangladesh umum bentuk kerajaan menjelang Ahad
Parti Nasionalis Bangladesh umum bentuk kerajaan menjelang Ahad
Tahun Baharu Cina: Kenderaan ke KL dijangka meningkat hampir dua kali ganda
Tahun Baharu Cina: Kenderaan ke KL dijangka meningkat hampir dua kali ganda
JADWAL REGISTRASI DAN PENGISIAN KARTU RENCANA STUDI (KRS)
JADWAL REGISTRASI DAN PENGISIAN KARTU RENCANA STUDI (KRS)
