Prediksi BMKG Lebaran 2026: 1 Syawal Diperkirakan 21 Maret login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Sains Kapan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah? Ini Prediksi BMKG CNN Indonesia Kamis, 12 Mar 2026 07:15 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. BMKG memprediksi hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah. Idul Fitri kemungkinan jatuh pada 21 Maret 2026, berdasarkan kriteria MABIMS. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap prediksi hilal penentuan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah untuk menetapkan Lebaran 2026. Seperti apa prediksinya?Penentu awal bulan hijriah, termasuk Ramadhan dan Syawal, versi Kementerian Agama memakai kriteria Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).Lihat Juga :Idulfitri Tahun Ini 20 atau 21 Maret? Cek Prediksi Pakar BRIN ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Patokan utamanya adalah hilal dengan ketinggian 3 derajat dan elongasi atau Jarak sudut Bulan-Matahari 6,4 derajat. Di bawah angka-angka tersebut, belum dianggap masuk kriteria bulan hijriah baru.Jika memenuhi kriteria MABIMS pada saat pengamatan di sore hari, maka esok harinya sudah diperhitungkan sebagai bulan hijriah baru. Lantas, bagaimana prediksi hilal pada 19 Maret, Ketika sidang isbat penentuan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah digelar?BMKG, dalam laman resminya, mengungkap ketinggian hilal saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026 berkisar antara 0,91 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 3,13 derajat di Sabang, Aceh.Elongasi geosentris saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026, berkisar antara 4,54 derajat di Waris, Papua sampai dengan 6,1 derajat di Banda Aceh.Kemudian, BMKG juga mencatat objek astronomis lain yang berpotensi mengacaukan rukyat hilal.Pilihan RedaksiBMKG Ungkap Potensi Cuaca Lebaran 2026, Hujan atau Panas?Daftar Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Saat Libur LebaranWajib Install! 6 Aplikasi Ini Bisa Bikin Mudik 2026 Lebih NyamanDalam perencanaan rukyat hilal, perlu diperkirakan juga objek-objek astronomis selain hilal dan Matahari yang posisinya berdekatan dengan Bulan dan kecerlangannya tidak berbeda jauh dengan hilal atau lebih lebih cerlang daripada hilal.Objek astronomis ini dapat berupa planet, misalnya Venus atau Merkurius, atau berupa bintang yang cerlang, seperti Sirius. Keberadaan objek astronomis lainnya iniberpotensi menjadikan pengamat menganggapnya sebagai hilal.”Pada tanggal 19 Maret 2026, dari sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam terdapat Saturnus yang jarak sudutnya lebih kecil daripada 10 derajat dari Bulan,” kata BMKG dalam laman resminya, dikutip Kamis (12/3).Jika merujuk data BMKG dan mengacu kriteria MABIMS, Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah kemungkinan besar jatuh pada 21 Maret 2026, karena hilal tidak terlihat saat pengamatan 19 Maret.Hal ini senada dengan prediksi dari Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin. Ia menjelaskan secara astronomi pada saat Kamis (19/3) waktu Maghrib di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS.Oleh karena itu, ia juga memperkirakan 1 Syawal akan jatuh pada 21 Maret 2026.”Pada saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, maka 1 Syawal 1447 = 21 Maret 2026,” kata Thomas dalam tulisan di blognya pada Juni 2025.Posisi hilal pada tanggal tersebut belum memenuhi syarat visibilitas. Namun, jika menggunakan kriteria lain seperti yang digunakan Turki, hasilnya berbeda.”Maka menurut kriteria Turki, 1 Syawal 1447 = 20 Maret 2026,” tambahnya. (dmi/dmi) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT hilal bmkg mabims astronomi idul fitri idulfitri lebaran 2026 sidang isbat ARTIKEL TERKAIT Idulfitri Tahun Ini 20 atau 21 Maret? Cek Prediksi Pakar BRIN Dinamika Atmosfer Mereda, Jakarta Aman dari Hujan Lebat? Pakar BRIN Prediksi Kapan Idul Fitri 2026, Ada Potensi Berbeda? BMKG Ungkap Pemicu Gempa M6,4 Guncang Sinabang Aceh Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Berapa Lama? Ini Durasinya Kapan Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026? Ini Kata BMKG REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Presiden Kyrgyzistan pecat timbalan perdana menteri, menteri kesihatan – Pejabat
Presiden Kyrgyzistan pecat timbalan perdana menteri, menteri kesihatan – Pejabat
Menkomdigi Buka Suara Soal Transfer Data ke AS Bagian Perjanjian ART
Menkomdigi Buka Suara Soal Transfer Data ke AS Bagian Perjanjian ART
Bulgaria hantar tiga pesawat pindahkan rakyat dari Asia Barat
Bulgaria hantar tiga pesawat pindahkan rakyat dari Asia Barat
