Tingkatkan Peluang Kesembuhan, UGM Latih Kader Kesehatan Lokal Mendampingi Pasien Kanker Payudara

Tingkatkan Peluang Kesembuhan, UGM Latih Kader Kesehatan Lokal Mendampingi Pasien Kanker Payudara – Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA id EN Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Pendaftaran Sarjana dan Sarjana Terapan International Undergraduate Program (IUP) Pascasarjana Bantuan Keuangan & Beasiswa Tinggal di Kampus Biaya Pendidikan Pelajar Internasional Pendidikan Fakultas dan Sekolah Kalender Akademik Diktisaintek Berdampak Fasilitas Belajar UGM Online Kanal Pengetahuan LMS ELOK UGM Aplikasi Web SIMASTER E-Jurnal UGM Channel Internet Ruang Kerja Bersama Literasi Bahasa Inggris dengan AI Sumber Daya Siswa Aplikasi SIMASTER SIMASTER VNext Student Mobile Apps – IOS SIMASTER VNext Student Mobile Apps – Android Perpustakaan Fasilitas Organisasi Kemahasiswaan Kantor Internasional Transportasi Dukungan Klinik Kesehatan Rumah Sakit Akademik Health Promoting University Pusat Krisis Keamanan dan Keselamatan Penelitian Penelitian Sorotan dan Dampak Tinggi Publikasi Buku Produk Pusat Penelitian Keahlian Jaringan Kemenristekdikti LPDP Fasilitas Penelitian LPPT UGM 10 Learning Centers Open Data Manajemen Lab Terpadu Manajemen Penelitian Manajemen Etik dan Penguatan Integritas Research Administration Etichal Clearance Pengabdian Pengabdian Highlight dan High Impact KKN PPM KKN ECL Desa Binaan Teknologi Tepat Guna Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Unit Tanggap Bencana Pusat Regional Keahlian UMKM Layanan Suara Kita Aspirasi UGM Whistleblowing System lapor.go.id Layanan Darurat dan Pusat Krisis Layanan Kesehatan Terpadu Kontak Darurat Pusat Krisis Satgas PPKS Layanan Terpadu University Services Layanan Laboratorium Terpadu Layanan Homestay UGM Asrama Mahasiswa Layanan Pengadaan Layanan Terpadu Layanan Alumni Campus Visit Layanan Data dan Informasi Search UGM Peta Kampus UGM dalam Angka Layanan Informasi Publik Laporan Keuangan Agenda Layanan Elektronik/E-Mall UGM Online SIMASTER VNext Parents – Android SIMASTER Vnext Parents – IOS Virtual Campus Tour Tentang Tentang UGM Sambutan Rektor Visi dan Misi Tugas dan Fungsi Organisasi Direktorat dan Unit Kerja Sejarah Makna Lambang Himne Gadjah Mada Panduan Identitas SDGs SDGs Portal SDGs Dashboard SDGs dengan AI Berita Peduli Bencana Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA BeritaPenelitian dan InovasiPenelitian Tingkatkan Peluang Kesembuhan, UGM Latih Kader Kesehatan Lokal Mendampingi Pasien Kanker Payudara Penelitian 13 Februari 2026, 13.49 Oleh : gusti.grehenson Angka harapan hidup pada kasus kanker payudara di Indonesia masih rendah. Pasalnya, deteksi dini dan diagnosis yang terlambat menjadi salah satu penyebab kematian. Sekitar 70 persen kasus kanker payudara di Indonesia ditemukan pada stadium tiga dan empat yang memiliki peluang kesembuhan sangat rendah. Sebagian besar penderita kanker payudara menjalani perawatan di rumah. Setelah muncul gejala klinis yang berat dan memerlukan perawatan lanjutan, mereka  baru akan berobat di fasilitas kesehatan. Kondisi ini menimbulkan tantangan fisik dan psikologis, serta interaksi dengan faskes pun sulit bagi si penderita. Oleh karena itu, kader kesehatan lokal berperan dalam menumbuhkan semangat kepada penyandang kanker payudara untuk rutin berobat dan menjalani kemoterapi hingga dinyatakan sembuh. Menanggapi permasalahan ini, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) menyelenggarakan proyek penelitian Collaborative cOMMUNIty Care breAst cancEr inDonesia (COMMUNICATED). Program ini bertujuan untuk menyebarluaskan temuan penelitian serta mendorong pemanfaatannya dalam perumusan kebijakan, perencanaan program, dan praktik layanan kanker berbasis komunitas. Principal Investigator COMMUNICATED, Martina Sinta Kristanti, S.Kep., Ns., MN., Ph.D., menjelaskan selama ini kader kesehatan di masyarakat telah banyak terlibat dalam program ibu dan anak, lansia, hingga kesehatan jiwa. Namun, penguatan kapasitas kader terkait kanker, khususnya kanker payudara, masih sangat terbatas dan belum terstruktur. “Pelatihan terkait kanker biasanya masih bersifat temporer dan insidental. Padahal kebutuhan pendampingan pasien kanker di masyarakat sangat besar,” ujarnya, Kamis (12/2) di ruang Auditorium FK-KMK UGM. Program pelatihan ini menurut Martina bertujuan memperkuat peran kader dalam memberikan dukungan sosial bagi pasien kanker payudara, termasuk bagi keluarga dan pengasuh pasien. “Hingga kini, tercatat sebanyak 112 kader telah mengikuti pelatihan, dengan komposisi 43 persen berasal dari Kota Yogyakarta, 23 persen dari Kabupaten Sleman, serta sisanya dari Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Bali,” ungkapnya. Dalam pelaksanaanya, tim mengusung filosofi “tonggo ngerumat tonggo”, yakni pendekatan berbasis kedekatan sosial di lingkungan tempat tinggal. Hanya kader yang memiliki tetangga dengan kanker payudara yang dapat mengikuti pelatihan. Alasan tersebut diambil karena setelah pelatihan, kader diminta melakukan kunjungan ke pasien dalam rentang dua minggu hingga satu bulan sebanyak tiga kali. “Dari situ kami ingin melihat efektivitas pelatihan serta perubahan kualitas hidup pasien sebelum dan sesudah pendampingan,” terang Martina. Selanjutnya, pelatihannya dibagi dalam beberapa gelombang, yaitu gelombang pertama, kedua, dan gelombang di Bali. Proyek ini mengembangkan model edukasi Kader TATAK (Tangguh dan Tanggap Kanker) melalui berbagai media edukasi, seperti buku, flipchart, dan aplikasi berbasis web-app“Setiap gelombang berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu, dengan metode belajar mandiri dan pertemuan langsung bersama fasilitator,” ujarnya. Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan FKKMK UGM, Prof. Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad(K), menilai program pelatihan kader kesehatan dalam memotivasi penyandang kanker memadukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menambahkan, kanker payudara masih menjadi burden disease yang membutuhkan perhatian serius, terutama pada pasien dengan kondisi metastasis. Pendampingan dari lingkungan sekitar dinilai sangat krusial dalam mendukung proses perawatan. “Dengan jargon tonggo jago tonggo, program ini sangat sesuai dengan kultur masyarakat Yogyakarta dan mendukung manajemen kanker secara menyeluruh,” katanya. Dukungan terhadap keberlanjutan program juga disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Prof. dr. Ari Natalia Probandari,  MPH., Ph.D. Ia menilai COMMUNICATED sebagai inovasi yang penting untuk meningkatkan keterampilan kader dalam mendampingi pasien kanker dan keluarganya. “Inovasi yang baik ini perlu dilanjutkan dan dipikirkan bagaimana bisa diintegrasikan ke dalam program pemerintah,” tuturnya. Menurut Ari, hasil dari proyek COMMUNICATED berpeluang besar untuk disinergikan dengan program Integrasi Layanan Primer (ILP) yang saat ini dijalankan pemerintah. Menurutnya, kader kesehatan dalam program pemerintah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *