PBB: Suhu Bumi Pecah Rekor 11 Tahun Terakhir, 2025 Terpanas

PBB: Suhu Bumi Pecah Rekor 11 Tahun Terakhir, 2025 Terpanas login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Sains PBB: Suhu Bumi Pecah Rekor 11 Tahun Terakhir, 2025 Terpanas CNN Indonesia Senin, 23 Mar 2026 19:00 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. PBB mengeluarkan peringatan sangat serius bawah jumlah panas yang terperangkap di Bumi capai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2025. (AFP/Javier Soriano) Jakarta, CNN Indonesia — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan sangat serius pada Senin (23/3). PBB menyatakan jumlah panas yang terperangkap di Bumi mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2025.Tak hanya itu, dampak dari pemanasan ini diperkirakan tidak akan hilang dalam waktu singkat, melainkan akan terasa hingga ribuan tahun ke depan.Lihat Juga :Waspada Kekeringan, BRIN Prediksi Godzilla El Nino Datang April 2026 ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Laporan tahunan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), seperti diberitakan AFP pada Senin (23/3), mengungkapkan fakta bahwa 11 tahun terpanas yang tercatat di Bumi semuanya terjadi dalam rentang waktu antara 2015 hingga 2025.Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyikapi hasil laporan tersebut dengan menegaskan bahwa kondisi ini adalah tanda bahaya besar. “Iklim dunia sedang dalam kondisi darurat. Planet Bumi sedang didorong melampaui batas kemampuannya. Semua indikator utama iklim menunjukkan tanda bahaya,” ujar Guterres.”Manusia baru saja melewati 11 tahun terpanas dalam sejarah. Jika sejarah terulang sampai 11 kali, itu bukan lagi kebetulan, melainkan panggilan untuk segera bertindak.”[Gambas:Video CNN]Laporan tersebut juga menyoroti ketidakseimbangan energi antara energi matahari yang masuk ke Bumi dengan yang seharusnya dilepaskan kembali ke luar angkasa.Polusi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida dan metana, dilaporkan mencapai level tertinggi dalam 800.000 tahun, dan menyebabkan panas tersebut jadi terperangkap dan tidak bisa keluar.Kepala WMO Celeste Saulo menjelaskan bahwa aktivitas manusia juga telah merusak keseimbangan alami ini. Akibatnya, lebih dari 91 persen kelebihan panas tersebut kini tersimpan di dalam lautan.Pilihan RedaksiPrediksi Musim Kemarau di Indonesia, Kapan Mulainya?Daftar Daerah Indonesia Berpotensi ‘Terpanggang’ Selama Kemarau 2026Suhu air laut pun mencapai rekor tertinggi pada 2025, yang memicu badai tropis lebih kuat dan mencairnya es di kutub dengan sangat cepat. Permukaan air laut global yang kini 11 sentimeter lebih tinggi dibandingkan 1993, hingga lapisan es di Antartika dan Greenland yang terus menyusut.Meskipun ada fenomena alam La Nina yang biasanya mendinginkan suhu, 2025 tetap menjadi salah satu tahun terpanas dengan kenaikan 1,43 derajat Celsius dibanding masa sebelum revolusi industri.John Kennedy, pakar dari WMO, memperingatkan bahwa suhu kemungkinan akan melonjak lebih tinggi lagi pada 2027 jika fenomena pemanas El Nino muncul kembali pada akhir 2026.Menutup laporannya, Guterres menghubungkan krisis iklim ini dengan situasi dunia yang sedang dilanda perang dan kenaikan harga bahan bakar.Ia menegaskan bahwa ketergantungan manusia pada bahan bakar fosil telah merusak stabilitas iklim sekaligus keamanan dunia.”Kekacauan iklim terus melaju cepat, dan menunda tindakan berarti mengundang maut,” pungkasnya. Laporan ini menjadi pengingat keras bahwa tindakan nyata untuk mengurangi emisi tidak bisa lagi ditunda demi keselamatan generasi mendatang. (chri) Add as a preferred source on Google Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT pbb iklim sains ARTIKEL TERKAIT Lebaran Jumat atau Sabtu, Ini Prediksi Cuacanya FOTO: Bukti Feses Pernah Digunakan Jadi Obat Romawi Kuno Penampakan Ubur-Ubur Hantu Raksasa di Kedalaman Laut Argentina FOTO: Timbunan Harta Karun Tersembuyi Firaun Tutankhamun Dipamerkan Studi Temukan Petunjuk Calon Planet Baru, Lebih Besar dari Merkurius VIDEO: Ilmuwan Temukan Keturunan Manusia Purba Terbaru REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG Add as a preferred source on Google TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *