KPA EMC²

Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, KPA EMC² Adakan Seminar Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pameran Karya Hasil Daur Ulang Sebagai Edukasi Gaya Hidup Minim Sampah

Saat ini seperti banyak yang kita ketahui bahwa sampah terdapat dimana-mana, berbagai jenis dan berbagai bentuk. Banyak orang yang berfikir bahwa sampah itu harus dibuang karena dapat menyebabkan penyakit, namun tidak terfikir bahwa tumpukan sampah hasil pembuangan itulah yang lebih dapat membahayakan kehidupan kita kedepannya.

Pada tanggal 5 Juni 2024 telah diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia, oleh karena itu kami KPA EMC 2 sebagai mahasiswa pecinta alam mengadakan Seminar dan Pameran Pelestarian Lingkungan Hidup dengan tema “Menyadarkan Pentingnya Pengelolaan Limbah dan Mendaur Ulang Untuk Masa Depan Hijau.”  Dimana kami mengingatkan bahwa sampah juga dapat berguna untuk kepentingan kita sehari-hari dan juga pastinya dapat dijadikan sebagai salah satu sumber ekonomi.

Pemaparan Materi dari Pak Kusnadi Chan

Seperti yang dipaparkan oleh Bapak Kusnadi Chan selaku Pelaksana Bidang Proklim Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau bahwa “sampah hingga tahun 2023 telah terkumpul sebanyak 900 ton/hari, dari data sipsn propinsi riau dinput oleh kabupaten/kota tahun 2023, di dapatkan informasi bahwa timbulan sampah 566.281  ton/tahun, pengurangan sampah 7,29 %, penanganan sampah 63,57 % , sampah terkelola 70,86 % dan sampah tidak terkelola 29,14 %. “

Tumpukan sampah itu tidak akan bisa lenyap dengan sendirinya, sampah akan terurai dalam waktu yang lama sesuai dengan jenisnya, bahkan ada pula sampah yang tidak dapat terurai selama ratusan tahun. Lalu bagaimana kita harus menanggapi hal tersebut?

Dengan kesadaran diri untuk mengurangi penggunaan sampah sangat membantu mengurangi tumpukan sampah yang semakin melambung tinggi, seperti tidak menggunakan botol kemasan dan kantong plastik belanjaan.  Zaman sekarang sudah banyak alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan plastik tersebut, seperti tumbler, kantong belanja dari kain, kotak makan, dan juga jika kita merasa malas membawa yang terlalu besar, saat ini juga sudah banyak disediakan segala  jenis bentuk portable yang memudahkan kita untuk membawa alat alat tersebut.

“Yakinlah bahwa setiap benda yang ada didunia ini pasti punya manfaat dan jika di kelola dengan baik pasti punya nilai guna” ujar Bapak Kusnadi.

Sampah dalam bentuk organik maupun anorganik akan menjadi suatu hal yang sangat berguna jika dikelola dengan sebaik mungkin. Contoh utama nya yang dapat kita lihat saat ini adalah pengadaan bank sampah, dimana hasil dari bank sampah tersebut dapat kita olah kembali menjadi suatu barang yang lebih berguna bagi kita. 

Bapak Prama Widayat selaku Ketua Perkumpulan Pengelolaan Sampah dan Bank Sampah Nusantara (PERBANUSA) Provinsi Riau, mengatakan bahwa tujuan utama pengolahan sampah demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan asri, setelah itu dapat dimanfaatkan untuk penghasilan kita atau sumber ekonomi. 

Pemaparan Materi dari Pak Prama Widayat

“Penciptaan bank sampah bukan berarti pengepul karena tujuan utama di adakan nya bank sampah untuk melestarikan alam, lalu dapat kita manfaat kan hasil nya untuk menjadi cuan, sedangkan pengepul dia hanya menerima sampah atau bekas yang bernilai tinggi” ujar Pak Prama Widayat. Adanya bank sampah tentu dapat membantu kita dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih,  karena tumpukan sampah pada TPA saat ini sudah sangat meluap, dengan adanya pengelolaan dari bank sampah akan membuat pengurangan pembuangan ke TPA.

Hasil dari bank sampah yang telah dipilah tentunya juga dapat di olah kembali menjadi barang yang lebih berguna, seperti sampah plastik dapat kita pilah kembali menjadi barang kebutuhan sehari hari, seperti tas, pot bunga, sendal, pouch, tempat tisu, tempat botol minum, dan kantong belanjaan. Dari hasil yang telah kita olah tersebut dapat kita jual kembali dan menghasilkan uang sebagai kebutuhan tambahan kita.

Pemaparan Materi dari Buk Silva

Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatra KLHK, Buk Silva mengatakan  “Gaya hidup sangat dipengaruhi oleh perilaku  kita, apakah perilaku kita suka nyampah apa minim sampah, jadi mulai saat ini kita terapkan gerakan budaya minim sampah dengan mengubah perilaku kita sendiri”. Karena dengan kita mulai dari diri kita  sendiri untuk harus menciptakan kehidupan minim sampah. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menerapkan hidup minim sampah dengan hal-hal yang sederhana.

Permasalahan sampah merupakan masalah kita bersama dan untuk menyelesaikannya juga harus bersama-sama dari berbagai pihak. Baik itu dari pemerintahan, Perguruan Tinggi, Perusahaan Swasta, dan Masyarakat. Sebagai masyarakat kita juga harus terus mengurangi penggunaan sampah, terutama sampah plastik, karena setiap penggunaan plastik bisa dimanfaatkan sebaik mungkin sebelum sampah tersebut sampai ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Jadi teman-teman semua marilah mulai hidup  minim sampah demi melestarikan lingkungan. Dengan hal-hal sederhana kita dapat merubah dunia, terkadang hal-hal kecil bisa membuat hal yang dianggap tidak  bernilai menjadi sangat berguna dan sangat berharga. Tetap semangat dalam menjaga bumi dan salam lestari !!!

Bagikan

LAMBANG

Lambang KPA EMC² adalah segitiga berada di tengah-tengah setengah lingkaran yang ada di atas dasar warna putih dengan sudut lancip di bawah dengan arti lambang menunjukkan kedudukan di FMIPA UNRI serta menunjukkan KPA EMC² berorientasi pada lingkungan dan kelestarian alam yang berbasiskan penelitian di dasari sebagai perwujudan dan bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.