KPA EMC²

PERJALANAN MELIHAT KEINDAHAN DESA PETODAAN

Karena pandemi Covid-19, sudah hampir satu tahun saya di rumah saja sambil kuliah secara online. Oia, saya tergabung di dalam sebuah organisasi pecinta alam yaitu Kelompok Pecinta Alam Einstein Mapalindup Ceria Club (KPA EMC2) yang terletak di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau.

Lokasi kampus yang terletak di Provinsi Riau yang lima belas tahun belakangan ini sering terjadi kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) yang menyebabkan bencana asap sehingga membuat kami ingin melakukan suatu kegiatan untuk mengatasi hal tersebut. Kami pun membuat janji untuk berkumpul di tanggal 1 Maret 2021 di kampus untuk membahas hal tersebut lebih lanjut.

Tanggal satu pun tiba, pertemuan kami pun untuk membahas hal tersebut berlangsung dan di sepakati kami akan melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Petodaan pada tanggal 06 – 10 Maret 2021. Desa Petodaan ini terletak di Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan dan Desa ini cukup menarik, karena luas daerah Desa ini cukup luas memanjang berbentuk pistol yang ditegakkan namun pemukiman masyarakatnya sedikit dibandingkan dengan luas daerahnya. Tanggal lima kami berangkat ke Desa Petodaan dari Kota Pekanbaru dengan beranggotaan sembilan orang dengan menggunakan 1 mobil dan 1 motor, saya terpilih menggunakan motor. Di jalan kami yang berangkat menggunakan motor basah kuyub karena di jalan hingga sampai Desa Petodaan turun hujan. Mungkin para pembaca bertanya-tanya kenapa kami tidak berteduh saja menunggu hujan reda. Sebelumnya kami sudah berteduh, namun sudah sejam lebih tidak ada tanda hujan akan reda dan kami tidak ingin kemalaman di jalan, kami pun sepakat untuk melanjutkan perjalanan dan ternyata pilihan kami tidak salah karena hujan tidak berhenti di sepanjang jalan hingga kami sampai di Desa Petodaan.

Di Desa Petodaan kami tinggal di rumah salah satu warga yang merupakan Ketua Kelompok Tani di sana Bernama bang roni. Besoknya, kami menjumpai bapak wali Desa Petodaan dan bapak ketua BPD untuk melakukan proses perizinan untuk melaksanakan kegiatan di Desa selama beberapa hari kedepan, walaupun sebelumnya kami sudah konfirmasi kehadiran kami kesana. Selain itu kami juga bercerita terkait agenda apa saja yang akan kami laksanakan disana, salah satu nya adalah sosialisasi terkait pengelolaan lahan tanpa bakar, pengukuran ph tanah dan air gambut di Desa Petodaan, melakukan podcast Bersama beberapa pihak terkait Desa Petodaan.

Saya yang tertarik dengan asal usul kenapa nama Desa ini Petodaan pun bertanya kepada Kepala Desa dan saya menemukan jawaban yang menarik dengan asal mula penamaan Desa ini. Konon katanya pada zaman dahulu masyarakat awal yang bermukim di Desa ini kesulitan mencari makanan dan ada sepasang suami istri yang memancing di sungai dan didapatkan ikan todak yang banyak untuk kebutuhan makan masyarakat pada saat itu, hingga akhirnya Desa tersebut di namakan menjadi Desa Petodaan dengan menambahkan imbuhan pe- dan -an di awal dan akhir kata dengan pelafalan yang lebih enak diucapkan. Namun, ketika saya tanya lebih lanjut mengenai lokasi sungainya, jawaban yang saya dapat cukup membuat saya sedih karena sungai yang dimaksud sudah kering sejak lama.

Desa Petodaan ini merupakan Desa tertua dan mempunyai SK dari kerajaan Pelalawan. Desa Petodaan terdiri dari hamparan yang sangat luas akan tetapi masyarakat nya tidak bergitu ramai, dikarenakan Desa ini berbentuk Panjang dan banyak dari bagian lahan Desanya menjadi lahan perkebunan baik milik warga setempat maupun milik korporasi. Masyarakat di Desa Petodaan ini bekerja sebagai petani karet, petani sawit, petani tanaman padi dan sayuran, peternak dan pencari ikan serta sarang walet. Desa ini merupakan salah satu Desa dengan lahan gambut yang pernah mengalami kebakaran sebelumnya. Hal ini membuat pemerinta dan warga Desa Petodaan membuat kelompok masyarakat peduli api. Kelompok ini merupakan kelompok yang peduli terhadap kebakaran lahan, mereka akan bekerja di saat ada kebakaran lahan di Desa membantu tim pemadam lainnya. Beberapa tahun lalu Desa Petodaan tidak pernah lagi terbakar dalam jumlah besar. Petodaan pernah mendapat reward sebagai Desa yang tidak terjadi kebakaran. Reward yang didapat sebanyak 3 kali ini mendapat kan hadiah sebesar 300 juta. Reward ini digunakan untuk membantu pembangunan Desa Petodaan. Kelompok peduli api ini juga disediakan alat alat pemadam kebakaran yang dimanfaatkan dari dana Desa, tidak hanya itu masyarakat yang bergabung dalam tim pemadaman api ini akan diberikan uang Tip untuk pengganti hari kerja. Sehingga kebakaran di Desa Petodaan ini masih dapat ditangani sehingga tidak terjadinya kebakaran yang besar dan merusak lahan.

Desa Petodaan ini memiliki sawah yang luas dan memiliki petani yang aktif menanam sayur dan padi dan memiliki potensi air yang bisa dijadikan potensi wisata dan merupakan Desa yang memiliki bono terakhir dari kecamatan teluk meranti. Masyarakat di Desa Petodaan ini sudah berhasil melakukan pengelolaan lahan tanpa bakar sehingga dalam pemanfaatan lahan untuk pertanian masyarakat tidak lagi melakukan nya dengan membakar lahan. Pengerjaan ini memang terbilang sulit akan tetapi masyarakat tidak menyerah begitu saja demi terciptanya lahan yang terhindar dari kebakaran. Kelompok tani di Desa Petodaan melakukan pembibitan dengan cara yang unik dan alami. Sehingga mengurangi potensi perusakan lahan.

Selain menggali informasi terkait Desa Petodaan, kami juga melakukan berbagai kegiatan diantaranya adalah podcast Bersama kepada Desa atau bapak wali, ketua kelompok tani, ketua kelompok masyarakat peduli api dan salah satu masyarakat asli Desa Petodaan. Masyarakat di Desa ini identic dengan suku melayu. Tidak hanya itu kami juga melakukan pemantauan lahan Desa Petodaan dengan menggunakan drone. Desa Petodaan terlihat begitu indah dari ketinggian seluruh bagiannya terlihat dipenuhi dengan hutan, perairan, persawahan dan perairan.

Kami juga melakukan pengukurann ph tanah gambut dan air gambut untuk menentukan tingkat keasaman dan kandungan unsur hara untuk pemanfaatan lahan sebagai lahan pertanian. Di Desa Petodaan terdapat hutan rawa gambut yang berada dalam Kawasan restorasi yang dijaga untuk keasrian dan habitat di dalamnya. Selain dijaga dengan baik hutan di Petodaan juga dilengkapi dengan sekat kanal untuk pemeliharaan air gambut. Kawasan hutan banyak dimanfaatkan oleh perusahaan untuk area perkebunan atau hutan tanaman industry acasia/ecaliptus, tidak hanya itu juga digunakan untuk perkebunan sawit. Di Petodaan masih terdapat keragaman satwa yang terjaga habitatnya di area konservasi. Permasalahan yang sering terjadi adalah konflik antara masyarakat dengan perusahaan pengelola perkebunan yang menyebab kan rusaknya lahan masyarakat. Areal yang sangat luas hanya Sebagian kecil nya yang di garap oleh masyarakat karena hutan nya sudah banyak yang dikelola oleh perusahaan.

Bagikan

LAMBANG

Lambang KPA EMC² adalah segitiga berada di tengah-tengah setengah lingkaran yang ada di atas dasar warna putih dengan sudut lancip di bawah dengan arti lambang menunjukkan kedudukan di FMIPA UNRI serta menunjukkan KPA EMC² berorientasi pada lingkungan dan kelestarian alam yang berbasiskan penelitian di dasari sebagai perwujudan dan bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.