Kembangkan Riset Teknologi Akal Imitasi, UGM Gandeng NVIDIA dan Indosat

Kembangkan Riset Teknologi Akal Imitasi, UGM Gandeng NVIDIA dan Indosat – Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA id EN Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Pendaftaran Sarjana dan Sarjana Terapan International Undergraduate Program (IUP) Pascasarjana Bantuan Keuangan & Beasiswa Tinggal di Kampus Biaya Pendidikan Pelajar Internasional Pendidikan Fakultas dan Sekolah Kalender Akademik Diktisaintek Berdampak Fasilitas Belajar UGM Online Kanal Pengetahuan LMS ELOK UGM Aplikasi Web SIMASTER E-Jurnal UGM Channel Internet Ruang Kerja Bersama Literasi Bahasa Inggris dengan AI Sumber Daya Siswa Aplikasi SIMASTER SIMASTER VNext Student Mobile Apps – IOS SIMASTER VNext Student Mobile Apps – Android Perpustakaan Fasilitas Organisasi Kemahasiswaan Kantor Internasional Transportasi Dukungan Klinik Kesehatan Rumah Sakit Akademik Health Promoting University Pusat Krisis Keamanan dan Keselamatan Penelitian Penelitian Sorotan dan Dampak Tinggi Publikasi Buku Produk Pusat Penelitian Keahlian Jaringan Kemenristekdikti LPDP Fasilitas Penelitian LPPT UGM 10 Learning Centers Open Data Manajemen Lab Terpadu Manajemen Penelitian Manajemen Etik dan Penguatan Integritas Research Administration Etichal Clearance Pengabdian Pengabdian Highlight dan High Impact KKN PPM KKN ECL Desa Binaan Teknologi Tepat Guna Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Unit Tanggap Bencana Pusat Regional Keahlian UMKM Layanan Suara Kita Aspirasi UGM Whistleblowing System lapor.go.id Layanan Darurat dan Pusat Krisis Layanan Kesehatan Terpadu Kontak Darurat Pusat Krisis Satgas PPKS Layanan Terpadu University Services Layanan Laboratorium Terpadu Layanan Homestay UGM Asrama Mahasiswa Layanan Pengadaan Layanan Terpadu Layanan Alumni Campus Visit Layanan Data dan Informasi Search UGM Peta Kampus UGM dalam Angka Layanan Informasi Publik Laporan Keuangan Agenda Layanan Elektronik/E-Mall UGM Online SIMASTER VNext Parents – Android SIMASTER Vnext Parents – IOS Virtual Campus Tour Tentang Tentang UGM Sambutan Rektor Visi dan Misi Tugas dan Fungsi Organisasi Direktorat dan Unit Kerja Sejarah Makna Lambang Himne Gadjah Mada Panduan Identitas SDGs SDGs Portal SDGs Dashboard SDGs dengan AI Berita Peduli Bencana Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA BeritaKerjasama Kembangkan Riset Teknologi Akal Imitasi, UGM Gandeng NVIDIA dan Indosat Kerjasama 12 Februari 2026, 15.41 Oleh : gusti.grehenson Menghadapi pertumbuhan teknologi akal imitasi (AI) yang semakin pesat dan dimanfaatkan dalam berbagai bidang, UGM Bersama NVIDIA dan Indosat Ooredoo Hutchison melakukan kerja sama dalam bidang pengembangan teknologi akal imitasi untuk kegiatan akademik dan hiliriasi inovasi riset. Kolaborasi ini merupakan bagian dari UGM AI Center of Excellence berfokus pada pengembangan AI dalam bidang akademik, riset, dan pengembangan komunitas. Kepala Biro Transformasi Digital (BTD) UGM, Dr. Mardhani Riasetiawan, SE Ak, M.T., mengatakan  kolaborasi riset bertujuan mengintegrasikan riset akademik dengan kebutuhan industri, membangun infrastruktur AI yang terbuka, mudah diakses, dan keberlanjutan, sekaligus mendukung pemerintah dalam pengembangan AI nasional. Bagi Mardhani, inisiatif ini diposisikan sebagai langkah penting untuk pengembangan AI yang lebih luas. “Jadi, saya pikir ini akan menjadi suatu hal yang baik untuk langkah berikutnya,” kata Mardhani dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, kamis (12/2). Mardhani menjelaskan terdapat beberapa bidang riset unggulan yang ditawarkan oleh UGM, antara lain AI di bidang medis, energi dan pemanfaatan sumber daya, dan smart technology. Dalam bidang medis, penggunaan AI memiliki potensi yang besar untuk mempercepat proses diagnosis. Dikatakan Mardhani, UGM bekerjasama dengan NVIDIA telah menyiapkan perencanaan infrastruktur berupa DGX Station. Infrastruktur tersebut merupakan superkomputer AI berbentuk workstation desktop berperforma tinggi yang ditempatkan di Fakultas Teknik dan Fakultas MIPA UGM. “Infrastruktur tersebut menjadi sarana mendukung aktivitas berbasis AI di UGM. Melalui program ini diharapkan dapat terbangun kolaborasi yang optimal antara akademisi, industri, dan pemerintah,” ujarnya. Peneliti AI di bidang medis dari FK-KMK UGM, dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, MSc, PhD, Sp.A, Subsp.Neuro, menjelaskan bahwa kegunaan AI sangat membantunya ketika menangani Covid-19, namun keterbatasan infrastruktur tersebut menjadi tantangan. “Kemampuan penggunaan AI dalam dunia medis terbatas, karena kami tidak memiliki infrastruktur untuk melakukan aktivitas dengan AI,” ungkapnya. Tantangan tersebut kemudian dijawab oleh rencana kolaborasi dengan mitra industri global, yaitu NVIDIA dan Indosat Ooredoo. Tujuannya adalah untuk membangun konektivitas yang nasional sehingga data dapat diunggah ke server terpusat, dianalisis, dan dimanfaatkan untuk berbagai pengembangan AI, termasuk dalam bidang medis. Senior Regional Manager of NVIDIA AI Technology Center, Dr. Ng Aik Beng menjelaskan bahwa kolaborasi pemanfaatan AI bidang kesehatan, selain dengan UGM, pihaknya juga sudah menjalin kerja sama dengan Monash University, Australia. Tak hanya itu, NVIDIA telah melakukan kerjasama di beberapa universitas dunia untuk menekankan pentingnya pelatihan, konsultasi, dan pengembangan kapasitas industri agar siap mengadopsi AI secara matang. “Jadi ini adalah salah satu harapan dan visi yang kita miliki di negara ini,” terangnya. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa NVIDIA telah mengembangkan framework AI yang lengkap, dalam berbagai bidang. Salah satunya dalam bidang kesehatan dan juga tata kelola kota.  Dalam bidang kesehatan, MONAI merupakan framework open-source yang dikembangkan NVIDIA bersama komunitas dan institusi riset untuk aplikasi AI di bidang pencitraan medis. MONAI menyediakan pipeline end-to-end, mulai dari anotasi data, pelatihan model, segmentasi 3D (CT scan, MRI), hingga deployment dalam sistem rumah sakit. Framework ini juga mendukung federated learning untuk menjaga privasi data pasien serta menyediakan model medis siap pakai. “Tujuannya adalah mempercepat penelitian dan implementasi AI medis secara terstandarisasi dan interoperable,” ujarnya. Sedang dalam tata kelola kota, kata Aik beng, ada Metropolis yang merupakan framework untuk aplikasi AI berbasis visi komputer dalam konteks smart city dan analitik video. Platform ini mendukung pemrosesan video skala besar dengan latensi rendah, pelatihan model visi dan vision-language, serta integrasi dengan pipeline deployment. Metropolis memungkinkan analisis otomatis terhadap video, seperti deteksi objek, pemantauan aktivitas, dan pencarian kejadian tertentu dalam rekaman. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi sistem pengawasan, transportasi, dan infrastruktur cerdas melalui AI. Sedangkan Timothy Liu, selaku NVIDIA Solutions Architect, dalam kesempatannya menjelaskan bahwa NVIDIA tidak hanya memproduksi GPU (Graphics Processing Unit) saja, melainkan so

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *