Ekonom UGM: Target Kinerja Pemerintah Sebaiknya Bukan Diukur dari Serapan Anggaran – Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA id EN Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Pendaftaran Sarjana dan Sarjana Terapan International Undergraduate Program (IUP) Pascasarjana Bantuan Keuangan & Beasiswa Tinggal di Kampus Biaya Pendidikan Pelajar Internasional Pendidikan Fakultas dan Sekolah Kalender Akademik Diktisaintek Berdampak Fasilitas Belajar UGM Online Kanal Pengetahuan LMS ELOK UGM Aplikasi Web SIMASTER E-Jurnal UGM Channel Internet Ruang Kerja Bersama Literasi Bahasa Inggris dengan AI Sumber Daya Siswa Aplikasi SIMASTER SIMASTER VNext Student Mobile Apps – IOS SIMASTER VNext Student Mobile Apps – Android Perpustakaan Fasilitas Organisasi Kemahasiswaan Kantor Internasional Transportasi Dukungan Klinik Kesehatan Rumah Sakit Akademik Health Promoting University Pusat Krisis Keamanan dan Keselamatan Penelitian Penelitian Sorotan dan Dampak Tinggi Publikasi Buku Produk Pusat Penelitian Keahlian Jaringan Kemenristekdikti LPDP Fasilitas Penelitian LPPT UGM 10 Learning Centers Open Data Manajemen Lab Terpadu Manajemen Penelitian Manajemen Etik dan Penguatan Integritas Research Administration Etichal Clearance Pengabdian Pengabdian Highlight dan High Impact KKN PPM KKN ECL Desa Binaan Teknologi Tepat Guna Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Unit Tanggap Bencana Pusat Regional Keahlian UMKM Layanan Suara Kita Aspirasi UGM Whistleblowing System lapor.go.id Layanan Darurat dan Pusat Krisis Layanan Kesehatan Terpadu Kontak Darurat Pusat Krisis Satgas PPKS Layanan Terpadu University Services Layanan Laboratorium Terpadu Layanan Homestay UGM Asrama Mahasiswa Layanan Pengadaan Layanan Terpadu Layanan Alumni Campus Visit Layanan Data dan Informasi Search UGM Peta Kampus UGM dalam Angka Layanan Informasi Publik Laporan Keuangan Agenda Layanan Elektronik/E-Mall UGM Online SIMASTER VNext Parents – Android SIMASTER Vnext Parents – IOS Virtual Campus Tour Tentang Tentang UGM Sambutan Rektor Visi dan Misi Tugas dan Fungsi Organisasi Direktorat dan Unit Kerja Sejarah Makna Lambang Himne Gadjah Mada Panduan Identitas SDGs SDGs Portal SDGs Dashboard SDGs dengan AI Berita Peduli Bencana Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA BeritaLiputan/Berita Ekonom UGM: Target Kinerja Pemerintah Sebaiknya Bukan Diukur dari Serapan Anggaran Liputan/Berita 11 Maret 2026, 11.02 Oleh : gusti.grehenson Anggaran belanja negara di APBN tahun 2026 ini mencapai Rp3.843 triliun. Alokasi belanja pemerintah ini termasuk tertinggi di kawasan ASEAN. Meski begitu, besarnya alokasi belanja negara bukan menjadi penentu keberhasilan pembangunan terutama dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. ”Besarnya anggaran bukan penentu mencapai kesejahteraan,” kata Ekonom UGM, Elan Satriawan, M.Ec., Ph.D., dalam diskusi Ramadan Public Lecture yang bertajuk “Menakar Efisiensi Belanja Pembangunan Manusia Indonesia” yang berlangsung di Masjid Kampus UGM, Senin (9/3). Melalui anggaran APBN tersebut, Elan berharap pemerintah serta masyarakat perlu memastikan agar peruntukan anggaran ini betul-betul memberikan dampak. Elan mencontohkan, program sertifikasi guru yang mengambil banyak alokasi anggaran ternyata belum memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kapasitas guru dan prestasi siswa. Elan merujuk pada publikasi di jurnal ekonomi, Quarterly Journal of Economics, yang menyebutkan bahwa meningkatnya intensif dan kapasitas guru tidak sejalan dengan prestasi siswa sekolah yang masih sama. Menurut Elan, tugas negara bukan hanya sekadar mengelola anggaran, administrasi, dan keamanan. Jauh lebih mendasar yaitu membuat kebijakan yang mampu memberikan kemanfaatan dan kemajuan bagi rakyatnya. Tugas negara yang lainnya meliputi menyediakan kebutuhan masyarakat, fasilitas, dan akses dasar masyarakat untuk hidup layak. Bagi Elan, jumlah anggaran sebesar Rp3.843 triliun di APBN merupakan hasil dari pajak yang merupakan milik rakyat sepenuhnya. Karena itu dipergunakan sebaik-baiknya. “Ketika ada korupsi, keborosan, hingga misalokasi sudah termasuk dalam pelanggaran amanah bukan semata kesalahan teknis administrasi,” ujarnya. Meski begitu, Elan menyebutkan ada beberapa persoalan dalam penggunaan dan pengelolaan anggaran dana APBN yang mencapai ribuan triliun tersebut yang belum memberikan dampak signifikan bagi pembangunan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, masih terdapat dominasi belanja birokrasi atas belanja substantif, anggaran rapat, perjalanan dinas, dan sebagainya. Kemudian, masih lemahnya akuntabilitas berbasis hasil. Ia menyebutkan indikator penilaian Key Performance Indicator (KPI) di Kementerian maupun Lembaga masih menekankan pada penyerapan anggaran bukan pada hasil. “Saya kira ini masih terdapat kesalahan desain kebijakan serta adanya fragmentasi kelembagaan,” jelasnya. Elan menilai pemerintah perlu menggeser KPI dari sekadar administrasi penyerapan anggaran ke penilaian kinerja berdasarkan dari dampak ke masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan basis data antar kementerian lembaga untuk fokus pada satu informasi yang sama. Selain itu, Evaluasi berbasis bukti agar setiap program beranggaran dipastikan hasilnya nyata sesuai dengan tujuannya. Sebab, tantangan utama pembangunan manusia di Indonesia bukan soal kekurangan anggaran, melainkan minimnya efektivitas dan lemahnya tata kelola kebijakan berbasis bukti. “Di sini peran aktif masyarakat sipil dan akademisi sangat diperlukan karena suara sekecil apapun diperlukan sebagai feedback bagi pemerintah,” ungkapnya. Penulis : Hanifah Editor : Gusti Grehenson Foto : Panitia RDK UGM Tags: Anggaran Belanja Negara Kinerja Berbasis Bukti SDG 1: Tanpa Kemiskinan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi SDGs Berita Terkait Mahfud MD: Jangan Pernah Melupakan Sejarah 11 Maret 2026 Kesetaraan Perempuan di Era Postmodern 10 Maret 2026 Jusuf Kalla Sebut 9 Konflik Besar di Indonesia Dipicu oleh Ketidakadilan Pemerintah 09 Maret 2026 Berita Terbaru UGM Lantik 33 Dietisien Baru, Penjaga Gizi Masyarakat di Tengah Ancaman Obesitas Global 11 Maret 2026 Mengungkap Sejarah Supersemar, Penyerahan Kekuasaan atau Perintah yang Diselewengkan 11 Maret 2026 76 Pengurus Baru Organisasi Mahasiswa UGM Resmi Dilantik 11 Maret 2026 Ekonom UGM: Target Kinerja Pemerintah Sebaiknya Bukan Diukur dari Serapan Anggaran 11 Maret 2026 Mahfud MD: Jangan Pernah Melupakan Sejarah 11 Maret 2026 Agenda Terbaru 21Jun Summer School “The New Orientalism: Understanding the Paradoxes of Mass Tourism in Southeast Asia” Semua Agenda AKSESBILITAS Increase Text Decrease Text High Contrast Light Background Links Underline Readable Font Reset Pusat Bantuan Krisis Jaga Integritas Gadja
Ekonom UGM: Target Kinerja Pemerintah Sebaiknya Bukan Diukur dari Serapan Anggaran
