Kisah Marlyn, Lulus S1 Tercepat di UGM Usai Meneliti Peluang Depresi pada Perempuan Menikah – Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA id EN Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Pendaftaran Sarjana dan Sarjana Terapan International Undergraduate Program (IUP) Pascasarjana Bantuan Keuangan & Beasiswa Tinggal di Kampus Biaya Pendidikan Pelajar Internasional Pendidikan Fakultas dan Sekolah Kalender Akademik Diktisaintek Berdampak Fasilitas Belajar UGM Online Kanal Pengetahuan LMS ELOK UGM Aplikasi Web SIMASTER E-Jurnal UGM Channel Internet Ruang Kerja Bersama Literasi Bahasa Inggris dengan AI Sumber Daya Siswa Aplikasi SIMASTER SIMASTER VNext Student Mobile Apps – IOS SIMASTER VNext Student Mobile Apps – Android Perpustakaan Fasilitas Organisasi Kemahasiswaan Kantor Internasional Transportasi Dukungan Klinik Kesehatan Rumah Sakit Akademik Health Promoting University Pusat Krisis Keamanan dan Keselamatan Penelitian Penelitian Sorotan dan Dampak Tinggi Publikasi Buku Produk Pusat Penelitian Keahlian Jaringan Kemenristekdikti LPDP Fasilitas Penelitian LPPT UGM 10 Learning Centers Open Data Manajemen Lab Terpadu Manajemen Penelitian Manajemen Etik dan Penguatan Integritas Research Administration Etichal Clearance Pengabdian Pengabdian Highlight dan High Impact KKN PPM KKN ECL Desa Binaan Teknologi Tepat Guna Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Unit Tanggap Bencana Pusat Regional Keahlian UMKM Layanan Suara Kita Aspirasi UGM Whistleblowing System lapor.go.id Layanan Darurat dan Pusat Krisis Layanan Kesehatan Terpadu Kontak Darurat Pusat Krisis Satgas PPKS Layanan Terpadu University Services Layanan Laboratorium Terpadu Layanan Homestay UGM Asrama Mahasiswa Layanan Pengadaan Layanan Terpadu Layanan Alumni Campus Visit Layanan Data dan Informasi Search UGM Peta Kampus UGM dalam Angka Layanan Informasi Publik Laporan Keuangan Agenda Layanan Elektronik/E-Mall UGM Online SIMASTER VNext Parents – Android SIMASTER Vnext Parents – IOS Virtual Campus Tour Tentang Tentang UGM Sambutan Rektor Visi dan Misi Tugas dan Fungsi Organisasi Direktorat dan Unit Kerja Sejarah Makna Lambang Himne Gadjah Mada Panduan Identitas SDGs SDGs Portal SDGs Dashboard SDGs dengan AI Berita Peduli Bencana Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA BeritaPendidikanWisuda Kisah Marlyn, Lulus S1 Tercepat di UGM Usai Meneliti Peluang Depresi pada Perempuan Menikah Wisuda 10 Maret 2026, 15.16 Oleh : gusti.grehenson Marlyn Ivana Trigita begitu sumringah setelah berhasil menyelesaikan studi sarjananya di Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi UGM pada 23 Februari silam. Bukan sekedar lulus dan mengikuti prosesi wisuda. Namun di momen kelulusan itu, Marlyn dinobatkan sebagai wisudawan lulusan tercepat karena berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 2 bulan 1 hari. Padahal masa studi rata-rata untuk 1.201 wisudawan Program Sarjana adalah 4 tahun 2 bulan. Berhasil menjadi lulusan dengan masa studi tercepat, Marlyn mengaku capai tersebut berkat dari hasil ketekunan dan strategi belajar yang tepat dapat mempercepat proses akademik tanpa mengurangi kualitas. Bagi Marlyn, kelulusan memiliki makna personal yang mendalam untuk menyelesaikan sesuatu yang sudah ia mulai sebelumnya. “Aku memulai studi di UGM, jadi aku harus menyelesaikannya, ya wisuda ini,” ujarnya pada Kamis (10/3). Marlyn menilai sistem perkuliahan di Psikologi yang telah terstruktur per semester sangat membantu dirinya dan mahasiswa lainnya untuk memiliki alur pembelajaran yang relatif seragam. Dinamika perbedaan baru terasa ketika memasuki semester 6 dan 7, terutama saat mulai mempersiapkan skripsi. “Kalau di psikologi, kita dipaketin per semester itu berapa SKS, jadi per orang rata-rata akan punya rundown yang sama. Mungkin, dinamikanya itu bakalan terlihat ketika masuk di semester 6 atau 7,” tuturnya. Menurut Maryln, kunci utama percepatan studinya adalah fokus. Ia memilih menggunakan data sekunder yang telah dipublikasikan dan divalidasi, sehingga dapat menghemat waktu pengumpulan data tanpa mengurangi kualitas penelitian. “Strateginya adalah fokus ke skripsimu. Di skripsi ini, data yang digunakan adalah sekunder atau data yang dipublikasikan dan sudah divalidasi juga karena diambil dari perusahaan yang sudah meriset itu,” jelasnya. Ia juga mengapresiasi peran dosen pembimbing yang responsif, cekatan, dan kritis dalam memberikan masukan. Dukungan tersebut membuat proses penyusunan skripsinya berjalan efektif. Selain itu, fleksibilitas dosen pembimbing, bantuan akademik yang menjelaskan alur administrasi secara rinci, serta dukungan teman-teman yang menjadi ruang aman selama proses pengerjaan skripsi turut menjadi faktor penting keberhasilannya. “Dosen pembimbing cukup fleksibel, sangat kritis, dan cepat dalam merespon bimbingan sehingga itu sangat membantu. Akademik psikologi juga sangat membantu dalam penjelasan alur skripsi sampai kelulusan dengan rinci. Lalu, terima kasih juga kepada teman-teman karena selalu mendukung dan menjadi tempat aman di masa pembuatan skripsi,” kata Marlyn. Di balik kelancaran tersebut, Maryln mengakui ada tantangan yang tidak sederhana. Salah satu proses paling rumit adalah data cleaning saat penulisan skripsinya. Data yang ia gunakan berjumlah ribuan dengan banyak variabel, sehingga proses memilah dan menentukan variabel yang relevan membutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup panjang. “Data cleaning adalah salah satu proses paling rumit yang ada di masa pembuatan skripsi. Itu karena data yang diambil juga jumlahnya ribuan dan variabelnya banyak, jadi untuk milah yang mau dipakai itu cukup memakan waktu,” jelasnya. Dalam skripsinya yang berjudul “Peran Otonomi Pengambilan Keputusan terhadap Peluang Terjadinya Depresi pada Perempuan Menikah di Indonesia”, Marlyn mengangkat isu yang relevan dengan konteks sosial Indonesia. Penelitian ini terinspirasi dari pemikiran Michel Foucault tentang relasi kuasa, khususnya gagasan mengenai pembagian kekuasaan yang tidak selalu berjalan seimbang dalam praktik sosial. Dalam konteks masyarakat yang masih cenderung patriarkal, pembagian kekuasaan dalam keluarga kerap tidak setara, terutama terhadap perempuan. Di sisi lain, dalam psikologi terdapat teori self-determination yang menekankan bahwa otonomi merupakan salah satu dari tiga kebutuhan dasar yang berperan penting dalam kesehatan mental. Marlyn ingin mengetahui apakah pola yang ditemukan dalam penelitian luar negeri, bahwa rendahnya otonomi perempuan berkorelasi dengan meningkatnya risiko depresi, juga terjadi di Indonesia. “Di Indonesia sendiri belum ada penelitian yang secara spesifik membahas ini. Makanya ini jadi peluang untuk menelitinya,” ungkapnya. Penelitian tersebut menggunakan data sekunder dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang kelima yang dikumpulkan oleh beberapa perusahaan. Melalui data berskala besar tersebut, ia menganalisis hubungan antara tingkat otono
Kisah Marlyn, Lulus S1 Tercepat di UGM Usai Meneliti Peluang Depresi pada Perempuan Menikah
