Kurangi Beban Dokter, Jepang Lirik AI untuk Cek Kanker

Kurangi Beban Dokter, Jepang Lirik AI untuk Cek Kanker login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Sains Kurangi Beban Dokter, Jepang Lirik AI untuk Cek Kanker CNN Indonesia Rabu, 25 Mar 2026 05:00 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. Untuk mengurangi beban dokter, Jepang mulai uji coba penggunaan AI untuk prosedur pemeriksaan kanker. (DW (SoftNews)) Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Kesehatan Jepang akan memulai uji coba kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk pemeriksaan kanker. Hal ini dilakukan guna mengurangi beban kerja dokter.Berdasar pedoman pemerintah, untuk pemeriksaan kanker paru-paru, lambung, dan payudara di tingkat kota mewajibkan sistem, “pemeriksaan ganda”. Setidaknya ada dua dokter yang harus meninjau setiap gambar sinar-X untuk mencegah kesalahan.Lihat Juga :PBB: Suhu Bumi Pecah Rekor 11 Tahun Terakhir, 2025 Terpanas ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Syarat ini membuat fasilitas kesehatan kekurangan dokter dan menimbulkan beban signifikan pada staf medis.Oleh karenanya, Kementerian Kesehatan Jepang mulai melakukan uji coba penggunaan AI dalam prosedur pemeriksaan kanker. Pilihan RedaksiWaspada Promo Belanja Palsu Jelang Lebaran, Rekening Bisa TerkurasProyek Stasiun di Bulan Jadi Target NASA Usai ISS Pensiun di 2030?Melansir dari Asahi Shimbun, hal ini pun sudah disetujui para panel ahli pada Senin (23/3).Dalam usulan uji coba, AI pertama akan menganalisis gambar. Jika AI menandai potensi kelainan, dokter lalu akan menilai hasilnya untuk memutuskan apa pemeriksaan lanjutan diperlukan. Cara ini pun dapat menghilangkan kebutuhan peninjauan oleh dokter kedua.Sementara untuk gambar yang menurut AI bebas dari kelainan, protokol pengecekan ganda yang ada oleh dua dokter akan tetap berlaku.Hingga kini, waktu, metode, dan struktur untuk verifikasi masih belum diputuskan. Kementerian menyatakan hal tersebut akan ditentukan setelah mendengar pendapat para ahli. (els) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT jepang kanker artificial intelligence ARTIKEL TERKAIT Bayi Monyet Punch Viral Usai Hidup dengan Boneka Orangutan Meteor Terekam Jatuh di Gunung Fuji, Bikin Heboh Media Sosial Elon Musk dan Jeff Bezos Berlomba Bangun Pusat Data di Antariksa Cari Korban Banjir Sumatra, Pakar Dorong Penggunaan Drone Hingga AI Kawasaki Pamer Robot Humanoid Penyelamat Kucing saat Bencana FOTO: Unjuk Gigi Robot-robot Canggih Terbaru di Jepang REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG Add as a preferred source on Google TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *