La Nina Melemah, Curah Hujan Tinggi Masih Intai Sejumlah Wilayah RI login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Climate La Nina Melemah, Curah Hujan Tinggi Masih Intai Sejumlah Wilayah RI CNN Indonesia Selasa, 24 Feb 2026 06:50 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. BMKG menginformasikan bahwa kondisi La Nina akan melemah menuju netral, namun curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi La Nina akan berangsur melemah dan menuju fase netral. Namun, saat ini curah hujan tinggi hingga sangat tinggi masih akan dialami sejumlah wilayah Tanah Air.”Perubahan suhu laut di Samudra Pasifik (ENSO) dan Samudra Hindia (IOD) dapat memengaruhi pola hujan, suhu udara, hingga potensi cuaca ekstrem di Indonesia,” tulis BMKG dalam pemutakhiran ENSO dan IOD Dasarian II Februari 2026 yang diunggah di Instagram, Senin (23/2).Lihat Juga :Peringatan BMKG, Jatim Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Pada Dasarian II Februari, anomali SST di wilayah Nino3.4 menunjukkan indeks ENSO sebesar -0,27. Indeks tersebut diprediksi akan terus bergeser menuju netral pada pertengahan tahun.Pada periode MAM (Maret-April-Mei), indeks ENSO diperkirakan berada di angka -0,11. Lalu, pada periode AMJ (April-Mei-Juni) diperkirakan akan menjadi 0,11. Menurut BMKG, kondisi ENSO saat ini berpotensi meningkatkan curah hujan menjadi intensitas tinggi hingga sangat tinggi (>150 mm/dasarian). Berikut daftar wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan curah hujan:- Sebagian kecil Bali.- Kalimantan Timur bagian utara.- Sebagian Sulawesi Selatan.- Sebagian Nusa Tenggara.- Sebagian Papua Tengah.- Sebagian Nusa Tenggara Timur.- Sebagian Papua bagian tengah.Sementara itu, anomali SST di Samudra Hindia menunjukkan indeks IOD Dasarian II Februari berada di angka +0,4 atau IOD Netral. Pada Maret, IOD diperkirakan akan berada pada indeks negatif, tetapi kembali ke indeks positif dan berada pada kondisi IOD Netral hingga pertengahan tahun 2026.”Kondisi IOD Negatif menunjukkan aliran massa udara dari Samudera Hindia ke Indonesia bagian barat, sehingga berpotensi terjadi peningkatan curah hujan tinggi – sangat tinggi (>150 mm/dasarian) meliputi sebagian Banten bagian selatan, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, Kalimantan Barat bagian utara, sebagian Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian Jawa Barat,” tulis BMKG.Sebelumnya, BMKG memperkirakan musim hujan di beberapa wilayah, khususnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara akan berakhir pada Maret. Kemudian, musim kemarau akan dimulai pada bulan berikutnya, yakni pada April.”Kalau di daerah yang dimaksud Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, itu berakhir kira-kira nanti di sekitar Februari sampai Maret,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani seusai rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/1).Lihat Juga :Kapan Musim Kemarau 2026 di Indonesia? Ini Kata BMKG”Nanti bulan April, Mei, Juni, hingga nanti September itu masuk ke musim kemarau. Baru musim hujan kembali dimulai di Oktober,” lanjutnya.Faisal menyebut pihaknya memprediksi kondisi iklim di Tanah Air akan kembali normal mulai April. BMKG memperkirakan fenomena La Nina lemah yang terjadi saat ini tak akan berkembang menjadi kuat.”La Nina lemah itu kan dipantau dari Nino 3.4 ya, yang ada di perairan Pasifik. Nah ini, La Nina ini nanti akan terus melemah hingga sampai bulan Maret. Ini berdasarkan prakiraan iklimnya,” tuturnya.Ia menjelaskan setelah La Nina melemah, kondisi iklim diprediksi normal pada April hingga akhir tahun. Setelah itu, pengaruh El Nino maupun La Nina akan hilang.”Pada bulan April hingga akhir tahun itu cenderung dalam kondisi normal, ya tidak ada El Nino, tidak ada La Nina, jadi normal,” terangnya. (lom/dmi) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT curah hujan bmkg la nina cuaca ekstrem enso iod musim hujan musim kemarau iklim indonesia ARTIKEL TERKAIT Prediksi Cuaca Jakarta Selasa 24 Februari: Potensi Hujan Lebat Peringatan BMKG, Jatim Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan BMKG: Waspada Hujan Lebat Sepanjang 21-23 Februari Pemicu Hujan dan Angin Kencang di Awal Ramadhan Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini: Waspada Hujan Petir Monsun Asia Menguat, Waspada Hujan Lebat Hingga Akhir Pekan REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Bagaimana Berita Nelayan Terbaru Mempengaruhi Perikanan Lokal?
Bagaimana Berita Nelayan Terbaru Mempengaruhi Perikanan Lokal?
Keputusan sertai UMNO dibuat MKT – Ahmad Maslan
Keputusan sertai UMNO dibuat MKT – Ahmad Maslan
PayPal Diretas, Ratusan Akun Bocor dan Duit Pengguna Ludes
PayPal Diretas, Ratusan Akun Bocor dan Duit Pengguna Ludes
