Menjadikan Masjid Sebagai Perekat Kohesi Sosial

Menjadikan Masjid Sebagai Perekat Kohesi Sosial – Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA id EN Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Pendaftaran Sarjana dan Sarjana Terapan International Undergraduate Program (IUP) Pascasarjana Bantuan Keuangan & Beasiswa Tinggal di Kampus Biaya Pendidikan Pelajar Internasional Pendidikan Fakultas dan Sekolah Kalender Akademik Diktisaintek Berdampak Fasilitas Belajar UGM Online Kanal Pengetahuan LMS ELOK UGM Aplikasi Web SIMASTER E-Jurnal UGM Channel Internet Ruang Kerja Bersama Literasi Bahasa Inggris dengan AI Sumber Daya Siswa Aplikasi SIMASTER SIMASTER VNext Student Mobile Apps – IOS SIMASTER VNext Student Mobile Apps – Android Perpustakaan Fasilitas Organisasi Kemahasiswaan Kantor Internasional Transportasi Dukungan Klinik Kesehatan Rumah Sakit Akademik Health Promoting University Pusat Krisis Keamanan dan Keselamatan Penelitian Penelitian Sorotan dan Dampak Tinggi Publikasi Buku Produk Pusat Penelitian Keahlian Jaringan Kemenristekdikti LPDP Fasilitas Penelitian LPPT UGM 10 Learning Centers Open Data Manajemen Lab Terpadu Manajemen Penelitian Manajemen Etik dan Penguatan Integritas Research Administration Etichal Clearance Pengabdian Pengabdian Highlight dan High Impact KKN PPM KKN ECL Desa Binaan Teknologi Tepat Guna Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Unit Tanggap Bencana Pusat Regional Keahlian UMKM Layanan Suara Kita Aspirasi UGM Whistleblowing System lapor.go.id Layanan Darurat dan Pusat Krisis Layanan Kesehatan Terpadu Kontak Darurat Pusat Krisis Satgas PPKS Layanan Terpadu University Services Layanan Laboratorium Terpadu Layanan Homestay UGM Asrama Mahasiswa Layanan Pengadaan Layanan Terpadu Layanan Alumni Campus Visit Layanan Data dan Informasi Search UGM Peta Kampus UGM dalam Angka Layanan Informasi Publik Laporan Keuangan Agenda Layanan Elektronik/E-Mall UGM Online SIMASTER VNext Parents – Android SIMASTER Vnext Parents – IOS Virtual Campus Tour Tentang Tentang UGM Sambutan Rektor Visi dan Misi Tugas dan Fungsi Organisasi Direktorat dan Unit Kerja Sejarah Makna Lambang Himne Gadjah Mada Panduan Identitas SDGs SDGs Portal SDGs Dashboard SDGs dengan AI Berita Peduli Bencana Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA BeritaKepakaran Menjadikan Masjid Sebagai Perekat Kohesi Sosial Kepakaran 22 Februari 2026, 23.04 Oleh : gusti.grehenson Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Bahkan juga dikenal sebagai negara dengan jumlah masjid terbanyak di dunia. Berdasarkan data Kementerian Agama tahun 2026, setidaknya ada 706.788 unit gabungan masjid dan mushola. Jumlah yang melimpah tersebut, seharusnya dapat memiliki peran strategis sebagai pondasi terbentuknya kohesi sosial. Bukan sekedar sebagai tempat ibadah. Ketua Takmir Masjid Kampus (Maskam) UGM, Dr. Mohamad Yusuf, M.A., menyebutkan seringkali masyarakat menyaksikan bahwa masjid hanya dijadikan pelaksanaan ibadah utama, shalat, berdoa, padahal ada fungsi lain yang belum dimanfaatkan secara optimal. “Masjid bukan hanya menara gading terisolasi melainkan media untuk merekatkan umat manusia sebagai jantung pembangunan dan peradaban,” kata Yusuf saat membuka Ramadan Public Lecture Masjid Kampus UGM, pad pekan lalu. Menurutnya, keberadaan masjid bisa memberikan dampak sosial spiritual. Salah satunya dengan energi kerohanian dari ibadah keseharian yang dilakukan umat muslim bisa menjadi penguat daya sosial untuk mendamaikan keadaan. Kembali kepada sejarah, Yusuf mengingatkan pada zaman Nabi Muhammad saw., justru yang dibangun pertama untuk peradaban adalah masjid, bukan pusat pemerintahan atau perekonomian seperti pasar. Di masa tersebut, lanjutnya, sentral kegiatan berada di masjid untuk perekatan persaudaraan, pendeklarasian, bahkan pusat pemerintahan dan tempat permusyawaratan. “Konteks demokrasi modern kita mengenalnya dengan sebagai tempat parlemen dirumuskannya kebijakan-kebijakan strategis untuk membangun kemaslahatan keumatan. Di zaman itu, masjid juga sebagai pusat pendidikan, bahkan rumah sakit darurat,” lengkapnya. Mendukung hal tersebut, ia mengungkap setidaknya masjid memiliki beberapa fungsi utama, yakni masjid sebagai zona netral dimana mampu menyelaraskan seluruh perbedaan politik maupun fiqih di masyarakat. Selain itu, sebagai tempat pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti didirikan fasilitas baitul mal, ATM bersama, hingga rumah bagi musafir. “Pengalaman kami misalnya saat berkunjung ke daerah karena tugas dari kampus, sering mendapati masjid itu terkunci. Tentu alasannya karena demi keamanan, tetapi bagi seorang musafir itu nampaknya tidak ramah,” imbuhnya. Bagi Yusuf, masjid sepatutnya selalu berupaya untuk memfasilitasi kebutuhan jamaahnya. Seperti di Maskam (Masjid Kampus) UGM, memberikan fasilitas Rumah ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) yang dapat diakses kelompok dengan ekonomi rentan. Terlebih di bulan Ramadhan, Maskam UGM ramai dengan diskusi dalam kajian-kajiannya. “Peradaban itu dibangun dengan salah satunya melalui diskusi. Sebab, dialog memberikan ruang untuk mempertanyakan persoalan kebangsaan yang menjadi satu rumusan-rumusan sebagai pondasi pembangunan pembentukan kebijakan,” tutupnya. Penulis : Hanifah Editor : Gusti Grehenson Foto : Antara Tags: Masjid SDG 1: Tanpa Kemiskinan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 2: Tanpa Kelaparan SDGs Berita Terkait Sosiolog UGM: Demokrasi Kita Sedang Tidak Baik-baik Saja 22 Februari 2026 Sinkhole Muncul di Sumbar dan Gunungkidul, Ketahui Penyebab dan Tanda Alam Menyertainya  20 Februari 2026 Kapasitas PLTS Atap Pribadi Naik, Dosen UGM Desak Pemerintah Kejar Target Bauran Energi  20 Februari 2026 Berita Terbaru Menjadikan Masjid Sebagai Perekat Kohesi Sosial 22 Februari 2026 Sosiolog UGM: Demokrasi Kita Sedang Tidak Baik-baik Saja 22 Februari 2026 Kisah Herdiana, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Berbisnis Teh Herbal Celup 20 Februari 2026 Sinkhole Muncul di Sumbar dan Gunungkidul, Ketahui Penyebab dan Tanda Alam Menyertainya  20 Februari 2026 Kapasitas PLTS Atap Pribadi Naik, Dosen UGM Desak Pemerintah Kejar Target Bauran Energi  20 Februari 2026 AKSESBILITAS Increase Text Decrease Text High Contrast Light Background Links Underline Readable Font Reset Pusat Bantuan Krisis Jaga Integritas Gadjah Mada Suara Kita (Berikan masukan, aspirasi, dan laporkan pelanggaran yang terjadi demi UGM yang berintegritas) Please contact us for any problem with SIMASTER 0274-6492590 08112826546 (Direktorat Teknologi Informasi Directorate of Information Technology ) *Hari Senin-Jumat, 07.00 – 16.00 Call this number for any emergencies 0274-6491234 (Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan Office of Workplace and Environmental Security and Safety and Emergencies) Universitas Gadjah Mada Bulaksumur, Caturtunggal, Kec. D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *