Pakar BRIN Jelaskan Fenomena Benda Bercahaya di Langit RI, Apa Itu?

Pakar BRIN Jelaskan Fenomena Benda Bercahaya di Langit RI, Apa Itu? login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Sains Pakar BRIN Jelaskan Fenomena Benda Bercahaya di Langit RI, Apa Itu? CNN Indonesia Senin, 13 Apr 2026 12:10 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. Objek bercahaya di langit Indonesia pada 11 April adalah gas buang roket China Jielong-3. Fenomena ini aman dan bagian dari aktivitas keantariksaan global. (Foto: Arsip Istimewa Via Detik) Jakarta, CNN Indonesia — Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN Thomas Djamaluddin menyebut objek bercahaya yang terlihat di langit sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu (11/4) malam merupakan bagian dari proses peluncuran roket China jenis Smart Dragon-3 (Jielong-3) yang diluncurkan pada hari yang sama.Objek bercahaya tersebut dilaporkan terlihat di langit Lampung, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, dan NTT sekitar pukul 18.40 WIB atau 19.40 WITA, pada Sabtu malam (11/04). Objek ini menghebohkan publik dan ramai dibicarakan di media sosial.Lihat Juga :Viral Benda Bercahaya di Langit Bali hingga Malang, Ini Kata BRIN-BMKG ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Fenomena cahaya yang tampak seperti melengkung dan memanjang di langit malam merupakan efek visual dari gas buang roket yang memantulkan cahaya matahari pada awal malam di atmosfer atas. Kondisi ini membuat semburan gas tampak terang meskipun di permukaan Bumi sudah memasuki waktu malam.”Objek bercahaya yang teramati di banyak tempat di Indonesia adalah gas buang roket yang sedang meluncur menuju orbit. Gas buang di atmosfer atas tampak seperti asap putih karena memantulkan cahaya matahari di awal malam,” kata Thomas kepada CNNIndonesia.com, Senin (13/4). Menurut Thomas, roket Jielong-3 diluncurkan pada pukul 18.32 WIB atau 19.32 WITA dari sistem peluncuran berbasis laut di wilayah pantai Yangjiang, Guangdong, China.Lintasan peluncuran roket tersebut melintasi wilayah Indonesia, sehingga fenomenanya dapat terlihat dari beberapa daerah.Ia menjelaskan roket Jielong-3 merupakan roket berbahan bakar padat yang mampu mencapai ketinggian hingga sekitar 500 kilometer. Dalam misi kali ini, roket tersebut digunakan untuk meluncurkan satelit internet ke orbit sun-synchronous.Pilihan RedaksiPakar Prediksi El Nino Super Teror Dunia, Rekor Panas Bisa PecahBobol Super Komputer China, Hacker Colong Data Sensitif IniMisi Artemis II Keliling Bulan Pulang ke Bumi, 4 Astronaut Buka-bukaanLebih lanjut, Thomas menegaskan kejadian ini berbeda dengan fenomena sebelumnya yang terjadi pada awal April 2026, yang juga sempat terlihat di langit Indonesia.”Yang terjadi pada 4 April adalah jatuhnya sampah antariksa berupa sisa roket lama tipe CZ-3B, sedangkan yang terlihat pada 11 April ini adalah roket yang sedang diluncurkan, bukan benda jatuh,” katanya.Menurutnya, perbedaan utama dari kedua fenomena tersebut terletak pada prosesnya. Sampah antariksa biasanya terlihat terpecah dan terbakar saat memasuki atmosfer, sementara peluncuran roket akan terlihat semburan gas buang yang berintaraksi dengan atmosfer atas.Ia mengatakan fenomena seperti ini bukan hal berbahaya bagi masyarakat. Sebaliknya, kejadian ini merupakan bagian dari aktivitas keantariksaan global yang sesekali dapat diamati dari wilayah Indonesia, terutama ketika lintasan peluncuran melintasi kawasan ini.”Untuk sampah antariksa yang re-entri, umumnya jatuh di laut, gurun, atau hutan karena wilayah itu jauh lebih luas daripada wilayah berpenghuni,” tandasnya. (lom/dmi) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT fenomena langit benda bercahaya peluncuran roket jielong-3 brin astronomi ARTIKEL TERKAIT Viral Benda Bercahaya di Langit Bali hingga Malang, Ini Kata BRIN-BMKG Fakta-fakta Hujan Meteor Lyrids, Kapan Bakal Hiasi Langit? Fosil Gajah Hingga Buaya Berusia 1,8 Juta Tahun Ditemukan di Bumiayu Besok Ada Gerhana Matahari, Cuma Bisa Dilihat Astronaut Artemis II Sampah Antariksa Bikin Geger Warga Lampung Ternyata Sisa Roket China Pakar Astronomi: Benda di Langit Lampung Sampah Antariksa, Bukan Komet REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG Add as a preferred source on Google TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *