Pembangunan Infrastruktur Jalan Sebaiknya Adaptif Terhadap Perubahan Iklim

Pembangunan Infrastruktur Jalan Sebaiknya Adaptif Terhadap Perubahan Iklim – Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA id EN Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Pendaftaran Sarjana dan Sarjana Terapan International Undergraduate Program (IUP) Pascasarjana Bantuan Keuangan & Beasiswa Tinggal di Kampus Biaya Pendidikan Pelajar Internasional Pendidikan Fakultas dan Sekolah Kalender Akademik Diktisaintek Berdampak Fasilitas Belajar UGM Online Kanal Pengetahuan LMS ELOK UGM Aplikasi Web SIMASTER E-Jurnal UGM Channel Internet Ruang Kerja Bersama Literasi Bahasa Inggris dengan AI Sumber Daya Siswa Aplikasi SIMASTER SIMASTER VNext Student Mobile Apps – IOS SIMASTER VNext Student Mobile Apps – Android Perpustakaan Fasilitas Organisasi Kemahasiswaan Kantor Internasional Transportasi Dukungan Klinik Kesehatan Rumah Sakit Akademik Health Promoting University Pusat Krisis Keamanan dan Keselamatan Penelitian Penelitian Sorotan dan Dampak Tinggi Publikasi Buku Produk Pusat Penelitian Keahlian Jaringan Kemenristekdikti LPDP Fasilitas Penelitian LPPT UGM 10 Learning Centers Open Data Manajemen Lab Terpadu Manajemen Penelitian Manajemen Etik dan Penguatan Integritas Research Administration Etichal Clearance Pengabdian Pengabdian Highlight dan High Impact KKN PPM KKN ECL Desa Binaan Teknologi Tepat Guna Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Unit Tanggap Bencana Pusat Regional Keahlian UMKM Layanan Suara Kita Aspirasi UGM Whistleblowing System lapor.go.id Layanan Darurat dan Pusat Krisis Layanan Kesehatan Terpadu Kontak Darurat Pusat Krisis Satgas PPKS Layanan Terpadu University Services Layanan Laboratorium Terpadu Layanan Homestay UGM Asrama Mahasiswa Layanan Pengadaan Layanan Terpadu Layanan Alumni Campus Visit Layanan Data dan Informasi Search UGM Peta Kampus UGM dalam Angka Layanan Informasi Publik Laporan Keuangan Agenda Layanan Elektronik/E-Mall UGM Online SIMASTER VNext Parents – Android SIMASTER Vnext Parents – IOS Virtual Campus Tour Tentang Tentang UGM Sambutan Rektor Visi dan Misi Tugas dan Fungsi Organisasi Direktorat dan Unit Kerja Sejarah Makna Lambang Himne Gadjah Mada Panduan Identitas SDGs SDGs Portal SDGs Dashboard SDGs dengan AI Berita Peduli Bencana Email Perpustakaan Mahasiswa Staff Alumni Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA BeritaSeminar/Workshop Pembangunan Infrastruktur Jalan Sebaiknya Adaptif Terhadap Perubahan Iklim Seminar/Workshop 9 Maret 2026, 09.33 Oleh : agungnoe Perubahan iklim menyebabkan terjadinya kerusakan infrastruktur transportasi, khususnya kondisi jalan-jalan di Indonesia. Pasalnya, pola hujan ekstrem, banjir, longsor, kenaikan muka air laut, dan tekanan termal pada material perkerasan di bangunan infrastruktur sehingga menuntut pendekatan baru yang lebih adaptif, antisipatif, dan berkelanjutan dalam penyusunan perencanaan pembangunan maupun pengelolaan infrastruktur jalan. “Dampak perubahan iklim saat ini tentu sangat menantang pendekatan desain konvensional yang selama ini sangat bergantung pada data historis. Dalam konteks Indonesia, tantangan tersebut menjadi semakin besar karena kondisi geografis yang sangat beragam,” ujar Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D, Plt. Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM pada webinar Resilient Roads: Infrastructure Adaptation Against Climate Change belum lama ini. Siti Malkamah mengakui kondisi geografis begitu beragam mulai dari wilayah pegunungan yang rawan longsor, kawasan pesisir yang menghadapi banjir rob, hingga daerah dengan curah hujan tinggi yang dapat mempercepat kerusakan badan jalan dan mengganggu konektivitas antarwilayah. Oleh karena itu, menurutnya, ketahanan infrastruktur jalan terhadap perubahan iklim tidak lagi dapat dipandang sebagai isu teknis semata tetapi juga sebagai bagian penting dari agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan. Webinar Resilient Roads: Infrastructure Adaptation Against Climate Change diselenggarakan Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM bekerjasama dengan HK EpxperTalk PT Hutama Karya (Persero). Sejumlah pembicara hadir dalam kegiatan ini, diantaranya Ir. Pantja Dharma Oetojo, M.Eng.Sc., Direktur Bina Teknik dan Jembatan, Direktorat Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Kun Hartawan Adi Satria, Plt. Direktur PT Hutama Membelin Trans Papua, dan  Ir. Mukhammad Rizka Fahmi Amrozi, S.T., M.Sc., Ph.D., Tim Ahli Pustral dan Dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM. Pantja Dharma Oetojo mengupas tema Teknologi Infrastruktur Jalan Berketahanan Iklim, ia mengatakan praktik yang sedang berlangsung di Indonesia menuju infrastruktur jalan yang berkelanjutan dan berketahanan iklim saat ini dengan melakukan deteksi kerusakan perkerasan jalan berbasis AI. Beberapa yang dilakukan diantaranya pemantauan kondisi jalan, sistem manajemen jalan berbasis kinerja, penggunaan material perkerasan lokal untuk meningkatkan keberlanjutan, serta penerapan teknologi ramah lingkungan. “Secara prinisp, langkah-langkah tersebut merupakan pPerpaduan inovasi digital dengan adaptasi material,” paparnya. Ia berharap dengan pendekatan terpadu untuk infrastruktur jalan berkualitas di masa depan maka masa pakai perkerasan jalan lebih lama, peningkatan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim, dan mengurangi biaya dan emisi sepanjang siklus hidup produk. Berbagai peluang kolaborasi diharapkan juga dapat terjadi, diantaranya berupa evaluasi kinerja meterial, proyek percontohan integrasi digital material, serta kolaborasi dengan negara lain”. Kun Hartawan Adi Satria menambahkan PT Hutama Karya telah menyiapkan resilient road pada Proyek KPBU Trans Papua Segmen Mamberamo- Elelim Papua Pegunungan. Sebagai tindakan antisipasi iklim telah dilakukan sejak dari tahap perencanaan. Elevasi badan jalan dan struktur jembatan, disebutnya, dirancang sesuai analisis hidrologi untuk memastikan ketahanan terhadap banjir, aliran deras, serta perubahan kondisi tanah akibat cuaca ekstrem. Dijelaskannya, tindakan antisipasi iklim dan risiko, serta strategi perencanaan teknis dilakukan dengan beberapa pemutakhiran desain, diantaranya perencanaan sistem drainase berkapasitas tinggi untuk mengantisipasi curah hujan ekstrem dan elevasi badan jalan untuk menghindari genangan, desain perkuatan lereng seperti soil nailing,dan geotekstil guna menjaga stabilitas tanah, serta penentuan trase berdasarkan analisis geoteknik dan hidrologi. “Tindakan antisipasi Iilim dan risiko juga dilakukan melalui Pengawasan Mutu dan K3 yaitu keamanan dan keselamatan kerja,” ungkapnya. Mukhammad Rizka Fahmi Amrozi mengungkapkan infrastruktur tangguh (Resilient Infrastructure) dipandu oleh beberapa prinsip dasar yang memastikan sistem dapat bertahan dan pulih dari gangguan. Bersamaan dengan terus melayani masyarakat secara efektif, infrastruktur tangguh tersebut dibangun dengan berpegang prinsip-prinsip inti kekokohan yaitu kekuatan fisik dan integritas struktural infrastruktur untuk menahan tekanan dan guncangan tanpa kehilangan fungsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *