Awan Cumulonimbus Potensi Selimuti Daerah Ini, Waspada Cuaca Ekstrem login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Climate Awan Cumulonimbus Potensi Selimuti Daerah Ini, Waspada Cuaca Ekstrem CNN Indonesia Selasa, 14 Apr 2026 09:39 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. BMKG mengungkap potensi pembentukan awan Cumulonimbus di Indonesia pada 15-21 April 2026, yang berpotensi menyebabkan hujan lebat, petir, dan angin kencang. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki) Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap potensi pembentukan awan-awan Cumulonimbus (CB) di beberapa wilayah Indonesia pada periode 15-21 April 2026.”Awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial >75 persen (FRQ/ Frequent) tanggal 15 April 2026 – 21 April 2026 diprediksi terjadi di Riau,” tulis BMKG dalam Potensi Pertumbuhan Awan Cumulonimbus, dikutip Selasa (15/4).Lihat Juga :BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Indonesia Hujan Lebat Hari Ini ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Dikutip dari situs BMKG, awan Cumulonimbus merupakan awan yang berpotensi menghasilkan hujan lebat, kilat atau petir, angin kencang (downburst), hingga puting beliung.Sementara itu, daftar panjang mengisi wilayah berpotensi awan cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen atau bersifat occasional. Beberapa wilayah yang berpotensi diselimuti awan cumulonimbus dengan cakupan hingga 75 persen di antaranya Aceh, Banten, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua Barat.Berikut daftar lengkap wilayah yang masuk berpotensi diselimuti awan cumulonimbus dengan cakupan 50-75 persen:- Aceh- Banten- Bengkulu- Jambi- Jawa Barat- Jawa Tengah- Kalimantan Barat- Kalimantan Selatan- Kalimantan Tengah- Kalimantan Timur- Kalimantan Utara- Kepulauan Bangka Belitung- Kepulauan Riau- Lampung- Laut Arafuru bagian Utara- Laut Arafuru bagian barat- Laut Arafuru bagian tengah- Laut Arafuru bagian timur- Laut Banda- Laut Flores- Laut Jawa bagian barat- Laut Jawa bagian tengah- Laut Jawa bagian timur- Laut Maluku- Laut Seram- Maluku- Maluku Utara- Nusa Tenggara Timur- Papua- Papua Barat- Papua Barat Daya- Papua Pegunungan- Papua Selatan- Papua Tengah- Riau- Samudra Hindia barat Aceh- Samudra Hindia barat Bengkulu- Samudra Hindia barat Kep. Mentawai- Samudra Hindia barat Kep. Nias- Samudra Hindia barat Lampung- Samudra Hindia selatan Banten- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah- Samudra Hindia selatan NTB- Samudra Hindia selatan NTT- Samudra Pasifik utara Maluku- Samudra Pasifik utara Papua- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya- Selat Karimata bagian selatan- Selat Karimata bagian utara- Selat Makassar bagian selatan- Selat Makassar bagian tengah- Selat Makassar bagian utara- Selat Malaka bagian tengah- Selat Malaka bagian utara- Sulawesi Barat- Sulawesi Selatan- Sulawesi Tengah- Sulawesi Tenggara- Sumatera Barat- Sumatera Selatan- Sumatera Utara- Teluk BoneLihat Juga :Viral Benda Bercahaya di Langit Bali hingga Malang, Ini Kata BRIN-BMKGPrakirawan cuaca BMKG Muhammad Hakiki menyebut pembentukan Awan CB melibatkan mekanisme yang kompleks, salah satunya adalah pergerakan vertikal serta kemungkinan proses pembentukan es.”Perbedaan muatan listrik di dalam sistem pembentukan Awan Cumulonimbus pun dapat menyebabkan terjadinya kilatan petir,” katanya pada 2024 lalu.Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terkait potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi pada saat memasuki musim hujan.”Awan Cumulonimbus kerap kali diasosiasikan dengan terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat dan dapat disertai kilatan petir dan angin kencang, bahkan puting beliung dan hujan es,” tuturnya.”Namun, fenomena awan CB adalah sesuatu yang normal, warga tidak perlu takut dan khawatir namun tetap waspada,” imbuhnya. (lom/dmi) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT hujan lebat awan cumulonimbus bmkg cuaca ekstrem kilat petir potensi bencana angin kencang ARTIKEL TERKAIT BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Indonesia Hujan Lebat Hari Ini Pakar Prediksi El Nino Super Teror Dunia, Rekor Panas Bisa Pecah Hujan Lebat Masih Bakal Guyur RI di Masa Pancaroba, Ini Dalangnya Daftar Daerah Ini Masih Diguyur Hujan di Awal Kemarau, Apa Pemicunya? Jakarta Masih Rutin Hujan, Belum Masuk Musim Kemarau? Seberapa Kuat El Nino Bakal Hantam Indonesia? Ini Kata Pakar REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG Add as a preferred source on Google TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Crossword: Copy That!
Crossword: Copy That!
A mouth built for efficiency may have helped the earliest bird fly
A mouth built for efficiency may have helped the earliest bird fly
STEM Teras Pembangunan Negara: Cabaran, Kesan dan Hala Tuju Masa Depan
STEM Teras Pembangunan Negara: Cabaran, Kesan dan Hala Tuju Masa Depan
